Aksi Profit Taking Investor Tekan Laju IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/2) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah di tengah penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 9,38 poin atau 0,13% ke posisi 7.339,64. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,90 poin atau 0,59% ke posisi 1.002,51.“Kami perkirakan pergerakan IHSG yang masih cenderung volatile pasca Pemilihan Umum (Pemilu), dimana diperkirakan terjadi aksi profit taking dan investor masih wait and see akan kebijakan The Fed ke depannya,"kata analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana seperti dikutip Antara di Jakarta, kemarin.

Dari mancanegara, risalah The Fed yang dirilis Rabu malam waktu Amerika Serikat (AS) memberikan gambaran bahwa para pejabat dalam kondisi wait and see untuk menurunkan suku bunga yang saat ini berada di level 5,25-5,5%, karena solidnya data perekonomian AS dan inflasi yang masih di atas target.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga BI-Rate di level 6%, deposit facility rate sebesar 5,25% dan suku bunga lending facility sebesar 6,75%. Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat di mana sektor infrastruktur paling tinggi yaitu 1,65%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku naik masing-masing 1,35% dan 1,14%. Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam minus 0,34%, diikuti sektor keuangan dan sektor kesehatan yang masing-masing minus 0,04% dan 0,34%.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MPIX, WIRG, SMIL, VKTR dan PTPS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BAIK, MTWI, MMIX, NZIA, dan SWID. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.297.434 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,09 miliar lembar saham senilai Rp9,26 triliun. Sebanyak 297 saham naik, 228 saham menurun, dan 256 tidak bergerak nilainya.



BERITA TERKAIT

Dampak Konflik Timur Tengah - Laju IHSG Bakal Bergerak Berfluktuasi

NERACA Jakarta – Konflik timur tengah kembali memanas pasca serangan Iran ke Israel. Dimana kondisi ini tentu saja memberikan dampak…

Rencanakan Buka 20 Gerai Baru - Ace Hardware Bidik Penjualan Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan kinerja keuangan yang tumbuh positif di tahun 2023, PT Ace Hardware Tbk (ACES) terus pacu…

BRMS Serap Dana Eksplorasi US$1,45 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2024, emiten pertambangan emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melalui lima anak usahanya…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Konflik Timur Tengah - Laju IHSG Bakal Bergerak Berfluktuasi

NERACA Jakarta – Konflik timur tengah kembali memanas pasca serangan Iran ke Israel. Dimana kondisi ini tentu saja memberikan dampak…

Rencanakan Buka 20 Gerai Baru - Ace Hardware Bidik Penjualan Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan kinerja keuangan yang tumbuh positif di tahun 2023, PT Ace Hardware Tbk (ACES) terus pacu…

BRMS Serap Dana Eksplorasi US$1,45 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2024, emiten pertambangan emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melalui lima anak usahanya…