Penjualan Sido Muncul di 2023 Turun 7,75%

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2023, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mencetak penjualan sebesar Rp3,56 triliun turun 7,75% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,86 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Emiten farmasi ini juga membukukan beban pokok penjualan menurun menjadi Rp1,54 triliun pada 2023 dibandingkan dengan Rp1,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, laba bruto perseroan sepanjang 2023 tercatat turun menjadi Rp2,01 triliun dari posisi Rp2,16 triliun di 2022. Adapun, beban penjualan dan pemasaran juga turun menjadi Rp570,38 miliar dari posisi Rp571,13 miliar, beban umum dan administrasi juga turun menjadi Rp204,59 miliar dari Rp222,85 miliar.

Kemudian laba usaha pun tercatat turun menjadi Rp1,19 triliun per Desember 2023 dari Rp1,39 triliun per Desember 2022. Dengan demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang 2023 menjadi Rp950,64 miliar turun 13,95% dari periode yang sama tahun lalu Rp1,10 triliun. Sementara itu, total aset perseroan per 31 Desember tercatat Rp3,89 triliun turun dari posisi akhir tahun 2022 sebesar Rp4,08 triliun.

Rinciannya, total aset lancar turun menjadi Rp2,06 triliun dari Rp2,19 triliun, sementara aset tidak lancar turun menjadi Rp1,82 triliun dari sebelumnya Rp1,88 trilliun. Di sisi lain, total liabilitas perseroan tercatat Rp504,76 miliar hingga Desember 2023, turun dibandingkan dengan Rp575,96 miliar per akhir tahun lalu. Rinciannya, total liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp461,97 miliar dari Rp541,04 miliar, sementara liabilitas jangka panjang meningkat menjadi Rp42,78 miliar dari Rp34,91 miliar.

Posisi total ekuitas perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp3,38 triliun pe 31 Desember 2023 dari posisi akhir tahun lalu Rp3,50 triliun. Penurunan terutama akibat turunnya ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang menjadi Rp3,38 triliun dari posisi Rp3,50 triliun. Adapun, kas setara kas akhir periode tercatat turun menjadi Rp830,12 miliar pada akhir 2023 dari sebelumnya Rp923,04 miliar per 31 Desember 2022.



BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…