Kembangkan Usaha - Cisadane Sawit Raih Pinjaman Rp390 Miliar

NERACA

Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, emiten perkebunan sawit PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Mandiri (BMRI) senilai total Rp390 miliar. Disebutkan, pinjaman Bank Mandiri tersebut antara lain adalah fasilitas kredit modal kerja Rp60 miliar, fasilitas kredit investasi 2 sebesar Rp240 miliar dan fasilitas kredit investasi PKS senilai Rp90 miliar yang diterima PT Samukti Karya Lestari (Entitas anak CSRA). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan perjanjian yang disepakati Cisadane Sawit Raya dan Bank Mandiri pada 5 Februari 2024, bunga atas fasilitas kredit yang diberikan tersebut adalah sebesar 8,5% per tahun. Namun, bunga tersebut dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun jangka waktu fasilitas modal kerja adalah sejak tanggal penandatanganan perjanjian sampai dengan tanggal 4 Februari 2025. Sementara fasilitas kredit investasi 2 akan jatuh tempo pada 4 Februari 2034, dan fasilitas kredit Investasi PKS akan jatuh tempo pada 4 Februari 2032.

Corporate Secretary CSRA, Iqbal Prastowo mengatakan, pemberian fasilitas pinjaman tersebut adalah untuk menunjang pelaksanaan pengembagan usaha, serta pengoperasian dan pemeliharaan PKS (Pabrik Kelapa Sawit). "Tidak ada dampak material dari kejadian, informasi, atau fakta material terhadap kondisi keuangan perseroan, kecuali pembayaran bunga dan pokok pinjaman secara periodik,"ujarnya.

Sebelumnya, CSRA telah meresmikan pabrik pengolahan kelapa sawit keduanya yang berkapasitas 45 ton per jam yang berlokasi di kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada kahir tahun lalu. Manajemen CSRA menuturkan fasilitas ini dibangun senilai Rp180 miliar, dengan fasilitas berupa pabrik kelapa sawit, kantor, gudang dan sarana distribusi di satu kawasan. Pembiayaan proyek ini berasal dari pendanaan internal CSRA.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja menuturkan, pabrik kelapa sawit memainkan peran penting untuk terus menerus meningkatkan best practice operasional agar memperkuat kinerja. "Keberadaan PKS 2 akan memperkokoh fondasi CSRA untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Kami akan terus fokus dalam memaksimalkan produktivitas dan efisiensi biaya untuk memastikan keberlanjutan usaha CSRA,” katanya.

Pabrik kelapa sawit ini atau disebut PKS 2, menjadi Pabrik Kelapa Sawit CSRA yang kedua dan akan dioperasikan oleh entitas anak CSRA yaitu PT Samukti Karya Lestari. PKS 2 saat ini telah menyelesaikan tahap uji coba operasional dan telah beroperasi penuh. PKS 2 adalah pabrik pengolahan kelapa sawit yang melaksanakan proses untuk menghasilkan Minyak Sawit Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK) yang berasal dari Tandan Buah Segar sawit (TBS). Proses tersebut meliputi proses merebus, menyaring, menekan, memisahkan, mengeringkan, dan penyimpanan.

 

 

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…