Buka Potensi Pasar Baru - CMNT Beri Modal Perusahaan Semen Madagaskar

NERACA

Jakarta – Emiten produsen semen Merah Putih, PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) melalui anak usahanya melakukan tambahan modal tidak langsung ke perusahaan Madagaskar Alpha Ciment SA. Infromasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Wakil Presiden Direktur CMNT, Vince Erlington Indigo mengatakan, alasan dilakukannya transaksi tersebut adalah agar perseroan menemukan pasar baru secara global dan ekspansi di negara-negara yang masih mengimpor semen. Perseroan saat ini merupakan salah satu eksportir utama produk semen dan klinker dari Indonesia. “Transaksi tersebut diharapkan dapat mendukung dan membantu upaya perseroan dalam meningkatkan eksistensinya di seluruh wilayah dunia dengan cara yang lebih bermakna dalam beberapa tahun mendatang,”ujarnya.

Dirinya juga menegaskan, transaksi penyertaan modal tidak langsung yang dilakukan oleh CIPL dalam Alpha Ciment SA tidak mempunyai dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan. Transaksi penyertaan modal yang dilakukan oleh CIPL juga bukan merupakan perubahan kegiatan usaha atau transaksi material berdasarkan peraturan OJK No.17/POJK.04/2020.

Sebagai informasi, anak usaha perseroan Cemindo Investments Pte. Ltd. (CIPL) telah melakukan penyertaan modal secara tidak langsung dalam Alpha Ciment SA melalui CIMAD Holdings Ltd, suatu perusahaan induk yang berdomisili di Mauritius pada 7 Februari 2024 lalu. Alpha Ciment SA, atau dulu bernama Ciment Madagascar SA merupakan perusahaan yang berdomisili di Madagaskar dan saat ini mengoperasikan dua pabrik di kota Ibity dan kota Tamatave.

Pabrik Alpha Ciment SA di kota Ibity memiliki kapasitas produksi sebesar 180 ribu ton semen per tahun dan 130 ribu ton klinker per tahun. Sementara pabrik di kota Tamatave yang merupakan packaging plant memiliki kapasitas 380 ribu ton per tahun. Di tahun ini, CMNT mengestimasikan pertumbuhan penjualan semen dapat mencapai 5%-7%.

Direktur Cemindo Gemilang Ameesh Anand pernah bilang, secara umum permintaan semen didorong oleh tren pemulihan perekonomian Indonesia di tahun ini yang diperkirakan masih berlanjut. Ada beberapa sentimen yang mendorong prospek semen tahun ini. Pertama, kebangkitan Industri semen didorong oleh optimisme normalisasi harga komoditas seperti Batubara yang akan berlanjut di tahun ini. Penurunan harga batubara diyakini akan mengurangi biaya produksi CMNT.

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…