Pelaku UMKM Didorong Melek Teknologi

NERACA

Minahasa – Pemerintah terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk di Kabupaten Minahasa untuk adaptif dan melek terhadap perkembangan teknologi. “Sebab, dengan melek teknologi,  para pelaku UMKM di Kabupaten Minahasa diharapkan dapat memperluas cakupan promosi produk  mereka dan dapat bersaing, baik di pasar lokal maupun global,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga

Jerry menambahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong para pelaku UMKM di  Kabupaten Minahasa dan Manado melek teknologi, adaptif, dan melakukan inovasi penjualan. “Kami  juga berharap para pelaku usaha dapat mengoptimalkan pemanfaatan perwakilan perdagangan RI yang   terdiri  dari para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di  seluruh dunia untuk mempromosikan dan menggenjot ekspor produk Indonesia,” ujar Jerry.

Jerry menekankan, berbagai program Kemendag dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM. Contohnya, kegiatan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas sumber daya manusia, kapasitas bisnis, dan perluasan akses pemasaran.

Jerry menyatakan, pengembangan produk Indonesia merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah sebagai regulator harus menjadi contoh dan teladan dalam penggunaan produk dalam negeri.

“Pemerintah pusat maupun daerah harus memastikan produk dalam negeri berdaya. Saat ini, saya memakai kemeja batik buatan lokal. Bahkan, kemeja batik ini dibuat di Kabupaten Minahasa dengan motif Sulawesi Utara. Pemerintah sebagai regulator harus memberikan contoh dan teladan dalam penggunaan produk dalam negeri. Tidak hanya mencintai, tapi juga membeli, memakai, dan mengonsumsi,” ungkap Jerry.

Jerry pun menjelaskan,UMKM menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia pada situasi pandemi Covid-19 dalam tiga tahun terakhir. Dari sisi ekspor, lebih dari 75 persen eksportir merupakan UMKM. Namun, kontribusinya baru mencapai empat persen terhadap total nilai ekspor Indonesia.

Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Kemendag, Krisna Ariza menyatakan,  pemerintah sedang mempersiapkan Indonesia Emas 2045 dengan cita-cita menjadikan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Tentu, terdapat hal yang harus disiapkan untuk mewujudkannya.

“Pertama, perlu adanya transformasi sumber daya manusia (SDM) UMKM. Pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi membuat pola konsumen berubah. Saat ini, penjualan tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tapi juga secara daring. Pelaku UMKM membutuhkan kemampuan manajerial untuk mengatur penjualan langsung maupun daring,” jelas Krisna.

Krisna mengutarakan, hal kedua yang harus disiapkan adalah inovasi produk UMKM yang harus terus dilakukan seiring pertumbuhan zaman. Ketiga, pola kemitraan dengan toko retail modern. Toko retail modern harus mengutamakan produk-produk unggulan di Kabupaten Minahasa melalui evaluasi. Hal itu  menjadi tugas pemerintah daerah untuk memberikan akses pasar kepada UMKM  di Kabupaten Minahasa.

“Keempat, ketika ada peningkatan produksi, para pelaku UMKM harus berani meningkatkan kapasitas modal dan kapasitas produksinya dengan meminjam uang kepada jasa keuangan perbankan. Fasilitas yang diberikan pemerintah adalah sesuai yang dipersyaratkan. Hal itu harus dimanfaatkan dengan baik dan menjadi sarana untuk memperluas akses pasar,”ujar Krisna.

Krisna mengatakan, Kemendag akan terus berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan di di seluruh kabupaten di Indonesia untuk memberikan pembinaan dan pelatihan terkait cara berjualan daring. Pemerintah hadir secara nyata memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan pun menyebutkan digitalisasi merupakan suatu keniscayaan di semua bidang termasuk di sektor perdagangan. "Memang digitalisasi perdagangan satu keniscayaan, makanya saya ajak UMKM, pedagang pasar. Untuk yang senior nggak mudah, perlu belajar lagi, perlu dibimbing, tapi nggak sulit kok," kata Zulkifli

Oleh karena itu, hingga saat ini pihaknya terus menggalakkan pertemuan kerja sama yang melibatkan pedagang pasar, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta e-commerce. "Tujuannya untuk saling melengkapi, kalau nggak maka kita akan ketinggalan," kata Zulkifli.

BERITA TERKAIT

KemenKopUKM Gandeng Lembaga Inkubator UNNES dan Hetero Space Ciptakan Wirausaha Baru

NERACA Semarang - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (UNNES)…

Mayoritas Komoditas yang Dikenakan Bea Keluar Alami Penurunan Harga - HPE PERTAMBANGAN Maret 2024

NERACA Jakarta – Pada periode Maret 2024, mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga dibandingkan…

Hilirisasi Sampah, Bangkitkan Ekonomi Biru

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

KemenKopUKM Gandeng Lembaga Inkubator UNNES dan Hetero Space Ciptakan Wirausaha Baru

NERACA Semarang - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (UNNES)…

Mayoritas Komoditas yang Dikenakan Bea Keluar Alami Penurunan Harga - HPE PERTAMBANGAN Maret 2024

NERACA Jakarta – Pada periode Maret 2024, mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga dibandingkan…

Hilirisasi Sampah, Bangkitkan Ekonomi Biru

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan…