Produk Olahan Limbah Kopi Indonesia Siap Menembus Kanada

NERACA

Kanada - Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Vancouver, bersama ITPC Vancouver, dan Brooklyn Industries (Kanada) mengadakan acara Business Forum yang digelar di KJRI Vancouver. Acara ini menghadirkan berbagai perusahaan serta pengusaha yang bergerak di berbagai bidang.

Konjen RI Hendra Halim menegaskan bahwa dalam rangka meningkatkan kehadiran produk Indonesia di Kanada, termasuk di British Columbia, perlu melibatkan para pebisnis muda yang semakin signifikan perannya dalam ekonomi Indonesia. “Dalam hal ini, termasuk peran para pemuda dalam menghasilkan produk-produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkap Halim mengutip sumber KJRI Vancouver​​.

Salah satu produk yang menjadi sorotan dalam acara Business Forum kali ini adalah produk kulit vegan dari Bell Living Lab yang berbasis di Indonesia, mengikat setidaknya 30 undangan untuk memanfaatkan produk kulit vegan dari limbah kopi menjadi aneka produk lainnya. Dalam acara tersebut, terdapat perusahaan yang berminat untuk mendapatkan material kulit vegan dari Bell Living Lab. Blanche Macdonald, sekolah mode dan kecantikan di Kanada mengharapkan Bell Living Lab dapat memberikan kuliah singkat mengenai kulit vegan kepada murid di kampus tersebut.

Acara tersebut juga untuk mengenal lebih dalam produk kulit vegan ini, termasuk proses dan kapasitas produksinya, acara juga diisi dengan workshop dimana para peserta diberi kesempatan untuk menjahit material kulit ini (M-Tex) menjadi sebuah dompet. Sesi ini sangat menarik minat para peserta yang meyakini bahwa kekuatan kulit vegan ini sama dengan kulit sapi pada umumnya.

Bell Living Lab (PT Kurva Lonceng Khatulistiwa) merupakan perusahaan berbasis riset yang mengembangkan dan memproduksi biomaterial berbahan dasar limbah kopi. Biomaterial yang dihasilkan beragam, yaitu M-Tex, lembaran kulit vegan yang terbuat dari coffee pulp waste, kemudian C-Flex, pengganti cork yang terbuat dari husk & coffee pulp waste, serta Kalpa yang merupakan panel padat dari husk & coffee ground waste. 

Lebih lanjut jika berbicara kopi tidak akan pernah ada habisnya. Hal ini lantaran kopi memiliki peluang pasar yang sangat besar karena konsumsi kopi baik nasional maupun internasional terus meningkat, bahkan kini semakin marak bermunculan ragam produk olahan kopi.

Seiring dengan pengembangannya, tak dapat dipungkiri persaingan kopi di pasar global kian ketat. Tak hanya itu, petani kopi juga masih dihadapkan berbagai tantangan seperti luas lahan, produktivitas, kualitas produksi, harga, penyakit tanaman kopi bahkan ditambah dengan adanya perubahan iklim. Hal tersebut tentu dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan petani dan perluasan kebun kopinya. 

Melihat fakta tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan, tentu tak tinggal diam, terus berupaya mencari solusi bagi petani.

Atas dasar itu jugalah Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, meminta jajarannya agar kontinyu melakukan pembinaan dan mensosialisasikan pentingnya kelembagaan yang melibatkan stakeholder terkait, demi menyiapkan petani menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Selain itu, juga diminta jajarannya agar terus mendorong peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor perkebunan.

"Inilah saatnya petani milenial ikut terjun langsung geluti dan kembangkan komoditas perkebunan beserta produk turunannya. Optimalkan inovasi dan hasilkan produk baru yang jitu. Kita perkaya dan sinergikan bersama kekuatan komoditas kita. Tentunya disesuaikan dengan trend pasar saat ini dan teknologi yang mumpuni, dengan didukung ide kreatif, inovatif dan komitmen yang kuat, agar kualitas hasil produksi hingga produk turunannya semakin bermutu baik, berdaya saing dan berpeluang ekspor menembus pasar global," ungkap Andi Nur ditempat terpisah.

Andi Nur menekankan, "Peluang usaha perkebunan terbuka lebar, untuk itu harus diperhatikan dan dipantau terus ketersediaan komoditas kedepannya, agar dapat terjamin dan keberlanjutan. Sudah saatnya regenerasi petani, diharapkan kita semua dapat bersinergi berkolaborasi bersama-sama memperkuat pertanian ini, mari ajak dan rangkul generasi milenial agar mau ikut menggeluti atau berwirausaha di bidang pertanian termasuk perkebunan,” ujar Andi Nur.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Prayudi Syamsuri pun mengatakan, Ditjen Perkebunan khususnya Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP), terus berupaya dan mendorong standarisasi kopi nasional khususnya untuk pasar Eropa karena kesadaran pentingnya aspek standarisasi untuk kualitas keamanan pangan semakin tinggi.

 “Untuk itu, kita berharap semoga tingkat kesadaran betapa pentingnya hilirisasi komoditas perkebunan semakin meningkat, sehingga produk turunan kopi Indonesia semakin dikenal, diterima konsumen dan diminati serta memperluas akses pasar global untuk ekspor,” harap Prayudi.

 

 



BERITA TERKAIT

KemenKopUKM Gandeng Lembaga Inkubator UNNES dan Hetero Space Ciptakan Wirausaha Baru

NERACA Semarang - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (UNNES)…

Mayoritas Komoditas yang Dikenakan Bea Keluar Alami Penurunan Harga - HPE PERTAMBANGAN Maret 2024

NERACA Jakarta – Pada periode Maret 2024, mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga dibandingkan…

Hilirisasi Sampah, Bangkitkan Ekonomi Biru

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

KemenKopUKM Gandeng Lembaga Inkubator UNNES dan Hetero Space Ciptakan Wirausaha Baru

NERACA Semarang - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (UNNES)…

Mayoritas Komoditas yang Dikenakan Bea Keluar Alami Penurunan Harga - HPE PERTAMBANGAN Maret 2024

NERACA Jakarta – Pada periode Maret 2024, mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga dibandingkan…

Hilirisasi Sampah, Bangkitkan Ekonomi Biru

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan…