Salurkan Bantuan Pengelolaan Sampah, BRI Finance Bersinergi dengan Bank BRI Dukung Desa Tumbuh Berkelanjutan

NERACA

Jakarta -  PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mendukung desa produktif untuk tumbuh berkelanjutan, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar aspek lingkungan, dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

Direktur Manajemen Risiko BRI Finance, Ari Prayuwana, mengatakan pelaksanaan program CSR yang menyasar aspek lingkungan kali ini dilakukan di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat.

Menurut Ari, desa tersebut adalah kawasan wisata yang menghimpun bisnis UMKM seperti pelaku usaha pembuatan cuanki, yoghurt dan sapi perah yang mendukung desa untuk tumbuh produktif dan berkelanjutan. ⁠Alasan BRI Finance memilih desa tersebut karena masih kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Desa Sukamurni. Pada hari ini, BRI Finance menyalurkan sekitar 70 tempat pemilah sampah.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung secara langsung  pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam penguatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut,  tentunya aspek lingkungan tidak bisa ditinggalkan. Hal tersebut sebagai salah satu fokus  utama dari usaha yang sustainable dan sejalan dengan aspirasi perusahaan induk kami yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI),” kata Ari, Jumat (29/12).

Adapun harapan BRI Finance sendiri dengan tersedianya tempat pemilahan sampah bagi warga lokal dan wisatawan tersebut adalah membangun kesadaran akan pengelolaan sampah. Sampah menjadi sumber permasalahan bagi lingkungan apabila dibiarkan begitu saja. Salah satu cara untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya. Dengan tempat pemilahan sampah 3 jenis tersebut menjadi lebih mudah untuk pengelolaan selanjutnya. Pengelolaan kebersihan lingkungan tersebut akan ditindaklanjuti dengan kerja sama secara kolektif untuk mengklasifikasikan sampah sebelum diproses ke tahap selanjutnya.

Manfaat pemilahan sampah pertama yaitu lebih efisien waktu sebab untuk masuk tahap daur ulang karena tidak perlu lagi dilakukan berdasarkan jenis sampahnya. Kedua, manfaatnya dengan membuah sampah ke tempat sesuai jenisnya bisa mengurangi terjadinya penumpukan dan memudahkan proses pengangkutan ke TPA dan yang terakhir pemilahan sampah dapat memberikan manfaat mengurangi polusi udara, sebab tidak membakar sampah dengan kandungan zat tertentu.

Menurut Ari, melalui program CSR ini membuktikan pula komitmen Perseroan untuk menjadi perusahaan pembiayaan terdepan. Sekaligus menjadi bukti konkret bahwa BRI Finance mengedepankan pertumbuhan berkelanjutan.

Sebab, salah satu keberhasilan perusahaan di era saat ini adalah dengan berupaya merealisasikan konsep triple bottom line yaitu pro people, pro planet, dan pro profit dalam melaksanakan program CSR. Hal itu juga seiring dengan konsep program CSR dari BRI Group melalui Program BRI Peduli.

Di mana perusahaan secara berkelanjutan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atas arahan Kementerian BUMN.

“Dengan bantuan ini pula kami ingin membangun kesadaran para pelaku UMKM di sana bahwa ketika mereka berbisnis dan mengembangkan ekonomi, dapat juga dibarengi dengan upaya menjaga lingkungan sekitar. Sehingga kami bisa menularkan spirit bisnis BRI Finance yang selalu sejalan dengan prinsip berkelanjutan,” tuturnya.

Adapun dalam kesempatan pelaksanaan program CSR di Garut ini, ⁠Kepala Desa Sukamurni H. Ajat Sudrajat mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM melalui desa wisata, adalah salah satu jalan masyarakat di sana memajukan ekonomi di desanya.

Desa Sukamurni adalah finalis program Desa BRIlian yang merupakan upaya yang dilakukan oleh Bank BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa. Tujuan Desa BRIlian adalah mendukung pertumbuhan berkelanjutan ekonomi desa, digitalisasi yang terimplementasi di desa yang menggunakan produk BRI Group serta aspek inovasi sebagai desa kreatif yang memecahkan masalah kemasyarakatan dan sosial desa serta penguatan sustainability sebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor usaha unggulan desanya.

Dengan adanya bantuan dari BRI Finance yang bersinergi dengan Bank BRI ini, Ajat mengakui pengembangan desa wisata di daerah tersebut menjadi lebih lengkap. Sebab, aspek lingkungan pun menjadi lebih terperhatikan.

“Sering kali usaha memajukan ekonomi berdampak pada masalah lingkungan karena pemberdayaan tak seimbang. Kami berterima kasih kepada BRI Finance yang mendukung usaha masyarakat di sini dari segi lingkungannya. Karena bantuan tersebut akan dibarengi dengan kerja sama lebih lanjut bersama pihak terkait dalam pengelolaan sampah. Sehingga desa kami memiliki lingkungan yang lebih terjaga sebagai desa wisata,” tambahnya

Sebelumnya, pada Oktober lalu BRI Finance juga melaksanakan CSR bidang lingkungan yakni penanaman pohon produktif yang dilakukan secara serentak se-Indonesia, dengan tema Aksi Tanam Pohon Serentak, BRI Finance Dukung Indonesia Hijau.

Ari pun menegaskan, dalam pelaksanaan berbagai program CSR-nya BRI Finance berkomitmen untuk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social dan Governance (ESG).

Selain terkait lingkungan, CSR yang mengacu pada penerapan prinsip ESG juga sering kali dilakukan BRI Finance pada aspek sosial di sektor pendidikan. Baik di tataran sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

“Oleh karena itu program-program CSR BRI Finance tersebut menggambarkan bahwa kami peduli pada masa depan yang berkelanjutan. Kami berharap program-program CSR Perseroan bermanfaat secara jangka panjang,” tutup Ari. (Mohar/fba)

 

BERITA TERKAIT

Mentan dan Pemprov Targetkan Jabar Jadi Penghasil Padi Nasional

NERACA Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin berupaya memanfaatkan pompanisasi…

Badan Geologi Bandung Lakukan Penelitian Potensi Gempa di Sukabumi

NERACA Sukabumi - Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Sukabumi diteliti oleh Badan Geologi Bandung terkait dengan potensi terjadinya gempa. Penelitian tersebut…

Pj Gubernur Banten Keluarkan SE Penyesuaian Sistem Kerja Usai Lebaran

NERACA Serang - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penyesuaian Sistem…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Mentan dan Pemprov Targetkan Jabar Jadi Penghasil Padi Nasional

NERACA Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin berupaya memanfaatkan pompanisasi…

Badan Geologi Bandung Lakukan Penelitian Potensi Gempa di Sukabumi

NERACA Sukabumi - Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Sukabumi diteliti oleh Badan Geologi Bandung terkait dengan potensi terjadinya gempa. Penelitian tersebut…

Pj Gubernur Banten Keluarkan SE Penyesuaian Sistem Kerja Usai Lebaran

NERACA Serang - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penyesuaian Sistem…