Akuisisi ARAH Environmental - TBS Energi Utama Jajaki Bisnis Pengolahan Limbah

NERACA

Jakarta -Sukses mengembangkan bisnis kendaraan listrik, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) berencana mengembangkan unit bisnis anyar di bidang pengolahan limbah. Dimana perseroan melalui anak usaha PT Solusi Bersih TBS (SBT) yang menjadi sub-holding bisnis pengolahan sampah telah mengakuisisi ARAH Environmental (AE). 

SVP Corporate Strategy & Investor Relations TBS, Nafi Sentausa seperti dikutip bisnis mengatakan, Solusi Bersih TBT akan berfokus pada pengolahan empat  jenis limbah, yang meliputi limbah medis, limbah B3, limbah domestik, serta limbah elektronik dan baterai. Menurutnya investasi dalam inisiatif penanggulangan perubahan iklim menunjukkan komitmen Perseroan terhadap isu lingkungan global. Selain itu, program pelatihan tentang Praktik Bisnis Berkelanjutan yang diadakan untuk tim Manajemen Senior mencerminkan komitmen Perseroan dalam memastikan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di semua tingkatan organisasi. “Melalui ‘Towards a Better Society 2030’ (TBS2030), kami tidak hanya berkomitmen untuk pertumbuhan bisnis, tetapi juga untuk menciptakan dampak positif melalui praktek bisnis berkelanjutan dan inklusif.”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, AE perusahaan yang telah diakuisisi SBT adalah pemain di sektor pengolahan limbah medis, limbah B3, limbah domestik, dan limbah elektronik. Langkah strategis ini mengikuti akuisisi sebelumnya atas Asia Medical Enviro Services (AMES) yang berbasis di Singapura pada Agustus 2023. PT SBT memiliki visi untuk berkembang menjadi pemimpin di industri pengolahan sampah terintegrasi di skala regional, khususnya di Asia Tenggara, menandai langkah besar dalam ekspansi dan pengaruh perseroan di sektor lingkungan. 

Selain itu, TOBA juga menyampaikan membuka peluang untuk membawa Electrum melantai di pasar modal.  Disampaikan Nafi, penawaran saham Electrum ini menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan TOBA. Hanya saja, kata dia, IPO perusahaan belum akan dilakukan dalam jangka waktu dekat.  "Karena saat ini fokus kami bagaimana produk yang kami luncurkan bisa diterima dengan baik oleh pasar," ujarnya.

Setelah itu, kata dia, dalam perkembangannya TOBA akan melihat apakah saham Electrum akan cukup baik untuk ditawarkan ke market. Lebih lanjut, kata dia, TOBA akan melihat bagaimana Electrum bisa diterima dan produknya dapat terserap di masyarakat. 

Nafi menuturkan pihaknya mengambil langkah yang cukup hati-hati untuk mengembangkan Electrum. "Mungkin kalau kita lihat Electrum itu relatif lebih lambat dibandingkan dengan pemain-pemain yang lain. Yang lain sudah langsung buka showroom, buka pabrik, meluncurkan motor. Kami memanfaatkan waktu kami dengan sangat serius," ucap dia.  

Pada kuartal III/2023, total pendapatan TOBA mencapai US$370 juta, didukung oleh total aset sebesar US$ 945juta, dan laba bersih sebesar US$19 juta. Direktur TBS Juli Oktarina mengatakan hasil kuartal III/ 2023 ini merupakan kemajuan berkelanjutan yang telah diraih. “Perseroan berhasil membukukan pendapatan dan laba yang relatif stabil ditengah penurunan harga batu bara. Kinerja keuangan kami mencerminkan strategi yang kokoh dan komitmen untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham,” ujar Juli Oktarina, Direktur TBS. 

Dia menambahkan perseroan tidak hanya berfokus pada bisnis energi, tetapi kami juga berkomitmen pada pengembangan bisnis yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan berkelanjutan lintas sektor.

 

BERITA TERKAIT

Dihadapkan Berbagai Tantangan - Pasar Modal Indonesia Jadi Pilihan Pendanaan

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan rekor IPO di 2023 kemarin, pasar modal Indonesia tahun ini dihadapkan dengan berbagai peluang dan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Mandiri Herindo Kontraktor Tunggal Hauling KPC

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services resmi menjadi kontraktor tunggal pengangkutan…

ICDX Edukasi Bursa Berjangka Bagi Jurnalis

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang perdagangan berjangka komoditi, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dihadapkan Berbagai Tantangan - Pasar Modal Indonesia Jadi Pilihan Pendanaan

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan rekor IPO di 2023 kemarin, pasar modal Indonesia tahun ini dihadapkan dengan berbagai peluang dan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Mandiri Herindo Kontraktor Tunggal Hauling KPC

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services resmi menjadi kontraktor tunggal pengangkutan…

ICDX Edukasi Bursa Berjangka Bagi Jurnalis

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang perdagangan berjangka komoditi, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia…