Guru Harus Bangun Kesadaran Murid untuk Peduli Lingkungan

 

Guru Harus Bangun Kesadaran Murid untuk Peduli Lingkungan
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) meminta guru, khususnya di madrasah, untuk membangun kesadaran kepada setiap murid agar peduli terhadap lingkungan hidup. "Sejak dini para pelajar perlu dibiasakan turut serta mengambil peran dalam konteks menjaga lingkungan," kata Kepala Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama Amien Suyitno dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Seruan tersebut disampaikannya dalam webinar internasional bertajuk Sharing Experience: Implementation of Project Based Learning di Jakarta. Ia mengatakan semua warga dunia, termasuk Indonesia, saat ini ikut merasakan dampak perubahan iklim, mulai dari polusi, pemanasan global, efek rumah kaca, dan lainnya.
Dalam konteks madrasah, perubahan iklim dapat dilihat dari perspektif fikih, tepatnya fikih lingkungan. Agama tidak hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat kemanusiaan, tetapi keseimbangan manusia dengan alam. Maka dari itu, menjadi penting bagi para guru madrasah untuk menanamkan nilai-nilai cinta dan peduli lingkungan kepada para peserta didiknya.
"Sejak awal peserta didik kita sudah harus dibiasakan mengenai pentingnya mereka punya kesadaran bersama tentang kelestarian lingkungan, sekecil apa pun yang bisa dilakukan. Pada gilirannya ini akan berdampak global," kata dia. Adapun perihal webinar internasional tersebut terselenggara atas kerja sama Kemenag, Kemendikbud, Bappenas, dan Pemerintah Australia.
Menurut dia  webinar semacam ini sangat penting karena dapat membekali para guru dalam menyusun projek, terutama dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Cinta terhadap lingkungan juga salah satu tujuan yang ada di Kurikulum Merdeka. "Ini penting untuk membantu para guru menyiapkan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka," kata Amien Suyitno.
Advisor Inovasi dan Former Australian Curriculum Assessment and Reporting Authority, Robert Randall, mengatakan pentingnya bagi para guru memahami secara komprehensif seluk beluk pembelajaran berbasis projek di lapangan.
Menurutnya, jika guru berhasil menerapkan dalam kelas, dampaknya akan sangat bermanfaat bagi peserta didiknya. "Sebuah keberhasilan reformasi kurikulum adalah manakala kurikulum mampu memberikan lebih banyak peluang bagi siswa untuk menerapkan apa yang mereka pelajari ke dalam konteks yang bermakna dan masalah-masalah praktis," demikian Robert Randall.

 

 

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) meminta guru, khususnya di madrasah, untuk membangun kesadaran kepada setiap murid agar peduli terhadap lingkungan hidup. "Sejak dini para pelajar perlu dibiasakan turut serta mengambil peran dalam konteks menjaga lingkungan," kata Kepala Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama Amien Suyitno dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Seruan tersebut disampaikannya dalam webinar internasional bertajuk Sharing Experience: Implementation of Project Based Learning di Jakarta. Ia mengatakan semua warga dunia, termasuk Indonesia, saat ini ikut merasakan dampak perubahan iklim, mulai dari polusi, pemanasan global, efek rumah kaca, dan lainnya.

Dalam konteks madrasah, perubahan iklim dapat dilihat dari perspektif fikih, tepatnya fikih lingkungan. Agama tidak hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat kemanusiaan, tetapi keseimbangan manusia dengan alam. Maka dari itu, menjadi penting bagi para guru madrasah untuk menanamkan nilai-nilai cinta dan peduli lingkungan kepada para peserta didiknya.

"Sejak awal peserta didik kita sudah harus dibiasakan mengenai pentingnya mereka punya kesadaran bersama tentang kelestarian lingkungan, sekecil apa pun yang bisa dilakukan. Pada gilirannya ini akan berdampak global," kata dia. Adapun perihal webinar internasional tersebut terselenggara atas kerja sama Kemenag, Kemendikbud, Bappenas, dan Pemerintah Australia.

Menurut dia  webinar semacam ini sangat penting karena dapat membekali para guru dalam menyusun projek, terutama dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Cinta terhadap lingkungan juga salah satu tujuan yang ada di Kurikulum Merdeka. "Ini penting untuk membantu para guru menyiapkan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka," kata Amien Suyitno.

Advisor Inovasi dan Former Australian Curriculum Assessment and Reporting Authority, Robert Randall, mengatakan pentingnya bagi para guru memahami secara komprehensif seluk beluk pembelajaran berbasis projek di lapangan.

Menurutnya, jika guru berhasil menerapkan dalam kelas, dampaknya akan sangat bermanfaat bagi peserta didiknya. "Sebuah keberhasilan reformasi kurikulum adalah manakala kurikulum mampu memberikan lebih banyak peluang bagi siswa untuk menerapkan apa yang mereka pelajari ke dalam konteks yang bermakna dan masalah-masalah praktis," demikian Robert Randall.

BERITA TERKAIT

Kompetisi Inovasi Multinasional WSEEC Digelar, 311 Tim dari 18 Negara Ikut Meramaikan

  NERACA Jakarta - Fakultas Farmasi Universitas Pancasila bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Department of Food…

Pendidikan yang Memerdekakan

  Setiap tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Pemerintah menetapkan…

Pendidikan Karakter Perlu Mencontoh Orangtua dan Guru

    Pakar Psikologi Kognitif, Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Indonesia (UI), Dr Dyah Triarini Indirasari mengatakan bahwa pendidikan karakter memerlukan contoh nyata…

BERITA LAINNYA DI

Kompetisi Inovasi Multinasional WSEEC Digelar, 311 Tim dari 18 Negara Ikut Meramaikan

  NERACA Jakarta - Fakultas Farmasi Universitas Pancasila bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Department of Food…

Pendidikan yang Memerdekakan

  Setiap tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Pemerintah menetapkan…

Pendidikan Karakter Perlu Mencontoh Orangtua dan Guru

    Pakar Psikologi Kognitif, Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Indonesia (UI), Dr Dyah Triarini Indirasari mengatakan bahwa pendidikan karakter memerlukan contoh nyata…