Ceruk Bisnis Gerakan Haji Muda

Oleh : Agus Yuliawan
Pemerhati Ekonomi Syariah


Gerakan haji muda merupakan  kampanye yang bertujuan agar generasi muda muslim di Indonesia dapat mulai merencanakan biaya perjalanan haji sedari dini. Melalui program tersebut, haji bisa direncanakan, melalui menabung, berinvestasi untuk berencana sejak dini. Dengan demikian para milenial bisa  merencanakan ibadah haji dengan mudah.

Selain itu, dorongan untuk melaksanan haji di usia muda, tidak lepas dari ibadah haji itu sendiri yang membutuhkan kemampuan fisik kuat dan prima. Karenanya, gerakan haji muda dilakukan untuk menekan jemaah haji usia tua di masa mendatang. Generasi milenial menjadi sasaran dari kampanye tersebut. Pasalnya, saat ini masa tunggu keberangkatan haji mencapai 22 tahun. Dengan begitu, masyarakat usia produktif atau milenial diperkirakan akan berangkat haji di usia di bawah 40 tahun bila mulai mendaftar sedari sekarang. Kita ketahui bersama bahwa rata -rata (masa tunggu) 22 tahun. Tiap tahun berangkat 2.200 jemaah (dari Indonesia), maka rerata keberangkatan itu waktu tunggunya 22 tahun karena yang mendaftar itu jauh lebih banyak dari pada yang diberangkatkan.

Melihat potensi ibadah haji yang sangat besar itu memberikan peluang bisnis tersendiri, bukan hanya sektor riil saja seperti perusahaan perjalanan haji akan tetapi sektor keuangan syariah juga tak kalah pentingnya. Melalui sektor keuangan ibadah haji bisa direncanakan dengan baik.

Di sektor keuangan, bank syariah bukan hanya dominan atau monopoli saja sebagai play maker meskipun posisinya sebagai bank penerima Siskohat. Namun bank syariah bisa berkolaborasi dan sinergi bisnis dengan berbagai pihak seperti  lembaga keuangan mikro syariah (LKMS)  dalam menjual produk perencanaan haji. Begitu juga dengan multifinance syariah bisa terlibat dalam membuat produk talangan haji dan umroh. Dengan demikian bagi masyarakat atau para milenial yang memiliki niat ibadah haji bisa merencanakan jauh - jauh hari dengan adanya instrumen keuangan  tersebut. Begitu juga bagi masyarakat yang jauh dari akses keuangan bisa menggunakan instrumen LKMS sebagai akses untuk mendapatkan layanan tersebut sehingga berhaji itu mudah.

Munculnya perencanaan produk haji dan gerakan haji muda bagi lembaga keuangan bukan hanya pada satu aspek saja yang dapat di raih. Tapi aspek lain dalam bisnis, ibarat kata pepatah sembari mendayung satu dan dua pulau terlampaui. Hal ini di karenakan berbagai potensi - potensi bisnis bisa dikembangkan  dari sisi behavior nasabah calon haji muda tersebut. Maka peluang bisnis ini tentunya bisa di respon dengan baik oleh LKMS seperti koperasi syariah dan multifinance  yang ingin memaksimalkan program gerakan haji muda tersebut. Dengan demikian riset dan road map bisnis  tentang pengembangan gerakan haji muda harus diperkuat, agar supaya ceruk bisnisnya tidak terlewat begitu saja.

Tentunya hal ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak dan bukan hanya praktisi tapi peran akademisi dan pemangku kebijakan harus terlibat. Apalagi gerakan haji muda bukan sekedar memberikan kemudahan beribadah haji saja tapi ada pesan pembangunan moral yang berkelanjutan untuk menghasilkan kualitas manusia yang baik yang bermanfaat bagi kelangsungan bangsa.

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

 Oleh: Deni Surjantoro  Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu  Pemerintah menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal…

Prospek Memikat, Asing Melirik IKN

  Oleh : Adnan Ramdani Pengamat Ekonomi Pembangunan   Ketertarikan investor asing terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi…

Berinvestasi Selalu Aktual

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah   Ungkapan "jangan menaruh semua telurmu di satu keranjang" sepertinya sangat relevan dalam berinvestasi. Meskipun…

BERITA LAINNYA DI

Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

 Oleh: Deni Surjantoro  Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu  Pemerintah menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal…

Prospek Memikat, Asing Melirik IKN

  Oleh : Adnan Ramdani Pengamat Ekonomi Pembangunan   Ketertarikan investor asing terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi…

Berinvestasi Selalu Aktual

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah   Ungkapan "jangan menaruh semua telurmu di satu keranjang" sepertinya sangat relevan dalam berinvestasi. Meskipun…