Investor Pasar Modal di Bengkulu Tumbuh

NERACA

Bengkulu- Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu menyebutkan jumlah investor pasar modal di Bengkulu meningkat sebanyak 13.380 orang atau dari 36.000 orang pada 2021 naik menjadi 49.380 orang pada 2022. “Kami melihat ada peningkatan investor sekitar 13 ribu orang, baik daftar nya lewat sekuritas ataupun marketplace," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Bengkulu, Bayu Saputra di Bengkulu, kemarin.

Disampaikannya, peningkatan jumlah investor tersebut disebabkan semakin banyak masyarakat sadar akan pentingnya berinvestasi legal. Meningkatnya jumlah investor tersebut disebabkan banyak masyarakat yang telah paham akan pentingnya berinvestasi, sebab investasi bisa menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk kebutuhan yang tidak terduga.

Selain itu, lanjut dia, sejak adanya pandemi Covid-19 investasi telah menjadi kebutuhan, sebab pada masa tersebut banyak karyawan yang tidak digaji sehingga mencari penghasilan tambahan, salah satunya melalui investasi di pasar modal.

Bayu menjelaskan peningkatan jumlah investor di pasar modal pada 2022 juga disebabkan karena investasi di saham lebih menguntungkan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Pada tahun lalu, kata dia, rata-rata harga saham mengalami pertumbuhan yang cukup baik, sehingga membuat banyak orang mulai berinvestasi saham."Kalau kami lihat pada 2022 saham lebih menguntungkan dibandingkan emas, sebab harga emas sepanjang tahun lalu itu turun," ujarnya.

Diketahui sepanjang 2022, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI berhasil menguat 4,09% (yoy) menjadi 6.850,62. Meskipun kenaikan IHSG tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, namun angka tersebut masih membukukan kinerja yang positif jika dibandingkan dengan sebagian besar indeks bursa global yang melemah di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Bayu berharap agar pada 2023 jumlah investor di Bengkulu terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya masyarakat sadar akan pentingnya berinvestasi."Ditambah lagi kegiatan investasi merupakan kegiatan yang menguntungkan dan kita optimis jumlah investor akan terus bertambah pada tahun ini," jelasnya.

Sebagai informasi, tahun ini BEI menargetkan pertumbuhan jumlah investor pasar modal sebesar 30% hingga 35% pada 2023. Perseroa, kata Kepala Divisi Riset BEI, Verdi Ikhwan telah melakukan sosialisasi serta optimis dalam penambahan jumlah investor pasa modal. Indonesia berada di urutan pertama yang memiliki jumlah investor saham terbesar se-ASEAN. Namun, berdasarkan persentase jumlah investor terhadap total penduduk, Indonesia masih di bawah Thailand, Malaysia, dan Singapura. Berapa upaya dilakukan BEI untuk menggenjot pertumbuhan investor tersebut diantaranya melakukan sosialisasi. (ant/bani)

 

BERITA TERKAIT

Ubah Logo Baru, BTN Makin Percaya Diri

Di usianya ke-74, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan “rebranding” salah satunya dengan meluncurkan logo baru. Logo baru…

Laba Bersih Adaro Energi Terkoreksi 34,16%

NERACA Jakarta – Emiten pertambangan, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 34,16% sepanjang 2023 akibat…

Tambah Cabang Baru - Millenium Pharmacon Siapkan Capex Rp30 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan, emiten distributor farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bakal menambah cabang baru. Guna…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Ubah Logo Baru, BTN Makin Percaya Diri

Di usianya ke-74, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan “rebranding” salah satunya dengan meluncurkan logo baru. Logo baru…

Laba Bersih Adaro Energi Terkoreksi 34,16%

NERACA Jakarta – Emiten pertambangan, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 34,16% sepanjang 2023 akibat…

Tambah Cabang Baru - Millenium Pharmacon Siapkan Capex Rp30 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan, emiten distributor farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bakal menambah cabang baru. Guna…