SUV Hybrid Bertenaga Ramah Lingkungan dengan Harga Terjangkau

Mobil berjenis SUV (Sport Utility Vehicle) punya banyak keuntungan jika dibandingkan dengan jenis-jenis lainnya. Itulah sebabnya SUV semakin banyak peminatnya di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Mobil SUV merupakan gabungan dari dua jenis mobil, yaitu mobil penumpang dan mobil off-road. Artinya mobil jenis ini cocok berselancar di dalam kota, jalan bebas hambatan hingga berkeliaran di medan kasar atau berat. 

Secara umum SUV memiliki ground clearance lebih tinggi dari mobil jenis MPV (Multipurpose Vehicle) dan sedan. Dengan begitu SUV lebih bisa mengatasi berbagai lintasan kasar. Dan, yang tidak kalah penting adalah SUV-SUV modern semakin nyaman dikendarai, bahkan senyaman MPV atau sedan, dan lebih ramah lingkungan.

Teknologi penggerak hybrid memungkinkan SUV menjadi lebih irit BBM (bahan bakar minyak) dan ramah lingkungan. Salah satu SUV hybrid yang dijual saat ini adalah Wuling Almaz Hybrid."Seri Almaz telah menjadi berlian bagi Wuling sejak pertama kali diluncurkannya pada 2019 lalu. Berbagai inovasi pun selalu dilakukan. Kini, langkah tersebut kami lanjutkan melalui Almaz Hybrid dengan paket lengkapnya," kata Dian Asmahani selaku Brand and Marketing Director Wuling Motors dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Wuling Motors membekali mobil yang diluncurkan di Indonesia pada awal November 2022 ini dengan mesin 2.000cc 4-silinder Atkinson cycle, bertenaga 123 hp dengan torsi 168 Nm; motor listrik yang berkompetensi 174 hp dan torsi 320 Nm; serta didukung baterai Ternary lithium-ion (NMC) berkapasitas 1,8 kWh. 

Perpaduan komponen-komponen tersebut dipercaya oleh Wuling Motors akan menghasilkan emisi lebih rendah, meningkatkan efisiensi serta menyajikan performa berkendara mengesankan. Mobil ini didukung oleh Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang dikembangkan secara khusus untuk membagi daya secara cepat dan tanpa jeda dengan pilihan tiga mode berkendara, yaitu EV Mode, Series Hybrid, dan Parallel Hybrid yang diatur melalui sistem cerdas kendaraan.

Sebagai sebuah SUV modern, Wuling Almaz Hybrid diperkaya oleh sejumlah teknologi dan fitur terkini yakni ADAS (Advanced Driver Assistance System), IoV (Internet of Vehicle), WIND (Wuling Indonesia Command), serta pembaruan system Wuling Over The Air (OTA) via smartphone. ADAS yang berisi sejumlah fitur membantu pengemudi saat berkendara dalam berbagai kondisi sekaligus meningkatkan keselamatan serta kenyamanan.

IoV memungkinkan mobil terhubung dengan smartphone pemilik. Pemilik bisa memanfaatkan beberapa fitur seperti menyalakan mesin mobil, menyalakan/mematikan AC, dan lain-lain, via smartphone. Pengemudi dapat menyalakan/mematikan radio, membuka/menutup sunroof, membuka/menutup jendela, membuka navigasi, dan lain-lain dengan perintah suara (voice command) berbahasa Indonesia, berkat WIND. Perintah suara berbahasa Indonesia hanya dimiliki oleh Wuling Motors.

Di pasar SUV Hybrid Indonesia, Wuling Almaz Hybrid memiliki harga lebih terjangkau, Rp 472 juta on-the-road DKI Jakarta.  Jika Anda berminat untuk membelinya secara kredit, Wuling Motors punya promo special di awal tahun ini ‘New Year, New Drive 2023’ berupa down payment mulai dari Rp 100.000.000,00 (OTR Jakarta) serta cicilan ringan mulai dari Rp 8.000.000,00 (OTR Jakarta).

Sementara itu, bicara perihal biaya perawatan yang harus dikeluarkan, tentunya Wuling Almaz Hybrid memiliki cost of ownership yang lebih efisien ketimbang mobil konvensional. Pada servis pertama yakni 1.000 kilometer, tidak ada penggantian komponen. Pemilik hanya perlu melakukan pengecekan kendaraannya dan dikenakan jasa Rp 110 ribu.

Masuk servis kedua pada 5.000 kilometer yang mulai membutuhkan penggantian komponen, seperti oli mesin, O Ring, dan filter oli yang ditambahkan biaya jasa maka totalnya hanya Rp 794 ribuan. Pada servis ketiga, jarak tempuh 10 ribu kilometer, kebutuhan dan biaya yang sama pada servis kedua yang akan dikeluarkan. 

Sementara itu, pada kilometer 20 ribu, ada tambahan komponen yang diganti, yakni oli transmisi dan transmission gasket dengan total biaya sekitar Rp 1,4 jutaan. Lalu masuk ke kilometer 30 ribu, biayanya sebesar Rp 1,9 jutaan. Pada kilometer 40 ribu total yang harus dikeluarkan Rp 2,3 jutaan. Masuk kilometer 50 ribu, biaya yang diperlukan sekitar Rp 900 ribuan. Pada kilometer 60 ribu sekitar Rp 1,8 juta, kilometer 70 ribu Rp 900 ribu, pada 80 ribu kilometer Rp 2,2 juta, pada 90 ribu kilometer Rp 1 juta, dan Rp 1,3 jutaan ketika kendaraan mencapai 100 ribu kilometer.

BERITA TERKAIT

Dinilai Melanggar UU KPK - Lagi, Bumigas Polisikan Mantan Anggota KPK Pahala Nainggolan

Kuasa hukum PT Bumigas Energi, Khresna Guntarto akan mempolisikan mantan Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan.…

RMK Energy Bidik Laba Bersih Rp 558,6 Miliar

NERACA Jakarta – Meningkatnya permintaan batu bara menjadi sentiment positif bagi emiten pertambangan untuk memacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.…

Kantongi Pinjaman - Transcoal Pacific Bakal Tambah 20 Kapal Baru

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, emiten pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) melalui anak usahanya PT Sentra Makmur Lines…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dinilai Melanggar UU KPK - Lagi, Bumigas Polisikan Mantan Anggota KPK Pahala Nainggolan

Kuasa hukum PT Bumigas Energi, Khresna Guntarto akan mempolisikan mantan Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan.…

RMK Energy Bidik Laba Bersih Rp 558,6 Miliar

NERACA Jakarta – Meningkatnya permintaan batu bara menjadi sentiment positif bagi emiten pertambangan untuk memacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.…

Kantongi Pinjaman - Transcoal Pacific Bakal Tambah 20 Kapal Baru

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, emiten pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) melalui anak usahanya PT Sentra Makmur Lines…