Patok Harga IPO Rp 190 - Multi Medika Targetkan Dana Rp 114 Miliar

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya lewat pasar modal, distributor alat kesehatan dan kecantikan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Rp 190 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan mulai penawaran umum pada 30 November-2 Desember 2022 dengan melepas sebanyak 600 juta saham bernilai nominal Rp 25 per saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Jumlah seluruh nilai penawaran umum perdanan saham ini sebesar Rp 114 miliar. Mirae Asset Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Nantinya, dana dari IPO akan digunakan sekitar 65% untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perseroan. Selain itu, sekitar 35% akan digunakan untuk perluasan distribution center dan sarana logistik. Lokasi distribution center baru untuk produk-produk IP lisensi perseroan diperkirakan akan berada di daerah Bumi Serpong Damai tahun 2023 dan PIK2 tahun 2024.

Pemegang saham Multi Medika saat ini adalah PT Multi Inti Usaha 80%, Mengky Mangarek 8%, Eveline Natalia Susanto 8%, Hillary Josephine 2%, Allen Felliciano 2%. Sementara itu, penjualan neto perseroan tercatat sebesar Rp 82,12 miliar pada periode 5 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2022, tumbuh sebesar 102,89% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 40,47 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya penjualan masker melalui jalur distribusi toko ritel seperti minimarket, supermarket, dan convenience store, serta penjualan melalui luring/marketplace.

Sedangkan, pendapatan neto perseroan tercatat sebesar Rp 181,84 miliar pada tahun 2021, tumbuh sebesar 12.163,33% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,48 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya penjualan masker melalui jalur distribusi toko ritel seperti minimarket, supermarket, dan convenience store, serta penjualan melalui luring/marketplace.

Kemudian, laba periode/tahun berjalan perseroan tercatat sebesar Rp 19,75 miliar pada periode 5 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2022, tumbuh sebesar 91,20% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 10,33 miliar.Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan laba sebelum pajak. Adapun laba periode/tahun berjalan perseroan tercatat sebesar Rp 25,04 miliar pada tahun 2021, tumbuh sebesar 6.997,32% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 352,87 juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan laba sebelum pajak.

 

BERITA TERKAIT

Ubah Logo Baru, BTN Makin Percaya Diri

Di usianya ke-74, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan “rebranding” salah satunya dengan meluncurkan logo baru. Logo baru…

Laba Bersih Adaro Energi Terkoreksi 34,16%

NERACA Jakarta – Emiten pertambangan, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 34,16% sepanjang 2023 akibat…

Tambah Cabang Baru - Millenium Pharmacon Siapkan Capex Rp30 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan, emiten distributor farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bakal menambah cabang baru. Guna…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Ubah Logo Baru, BTN Makin Percaya Diri

Di usianya ke-74, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan “rebranding” salah satunya dengan meluncurkan logo baru. Logo baru…

Laba Bersih Adaro Energi Terkoreksi 34,16%

NERACA Jakarta – Emiten pertambangan, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 34,16% sepanjang 2023 akibat…

Tambah Cabang Baru - Millenium Pharmacon Siapkan Capex Rp30 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan, emiten distributor farmasi PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) bakal menambah cabang baru. Guna…