Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance yang digelar tanggal 3 Oktober 2022, menyetujui pengangkatan Hafid Hadeli selaku Komisaris perusahaan, berlaku efektif sejak tanggal dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Adapun dengan masa jabatan yang akan berakhir sampai dengan saat ditutupnya RUPST untuk tahun buku yang berakhir pada Desember 2023 yang akan diselenggarakan pada RUPST tahun 2024. Semester pertama 2022, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 661 miliar atau tumbuh 40% secara year on year (yoy). Perolehan laba tersebut didukung membaiknya portofolio restrukturisasi dan biaya kredit (cost of credit/CoC).
Direktur Utama Adira Finance, I Dewa Made Susila bilang, pemulihan ekonomi nasional membuat portofolio restrukturisasi dan cost of credit (CoF) lebih baik. Sehingga perseroan membukukan pertumbuhan laba yang cukup tinggi, double digit di semester pertama tahun ini. Dengan capaian tersebut, Adira Finance membukukan laba bersih meningkat sebesar 40% (yoy) menjadi Rp 661 miliar pada semester I-2022. Mendongkrak return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing menjadi 5,4% dan 15,5%.
Dirinya menjelaskan, perolehan laba tersebut turut didukung membaiknya portofolio restrukturisasi kredit yang kini tersisa Rp 3,2 triliun per Juni 2022, turun dari posisi tertinggi pada medio 2020 mencapai Rp 19 triliun. Selain itu, lanjutnya, perseroan juga mencatat NPF Gross konsolidasi di posisi 2,0%, turun dari periode sebelumnya 3,3%. Adapun NPF Coverage cukup tinggi sekitar 300%. Dari sisi bisnis, pembiayaan baru emiten multifinance berkode ADMF ini meningkat sebesar 21% (yoy) menjadi Rp 14,3 triliun. Pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor masing-masing meningkat sebesar 38% (yoy) dan 3% (yoy) di semester I-2022.
Kuartal pertama 2025, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraup pendapatan sebesar Rp 9,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp 391,48…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebutkan, besaran nilai saham di Kalteng mengalami peningkatan sebesar Rp314,46 miliar atau…
Di kuartal pertama 2025, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) meraih pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 6% (yoy) menjadi Rp218 miliar…
Kuartal pertama 2025, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraup pendapatan sebesar Rp 9,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp 391,48…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebutkan, besaran nilai saham di Kalteng mengalami peningkatan sebesar Rp314,46 miliar atau…
Di kuartal pertama 2025, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) meraih pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 6% (yoy) menjadi Rp218 miliar…