PT Fortunindo Klaim Pasar Pelita Sukabumi Sudah Dapat Digunakan - Libatkan Konsultan MK

NERACA

Sukabumi - Progres pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi di klaim sudah dapat digunakan untuk berdagang. Pasalnya, berdasarkan hasil uji kelayakan bangunan yang dilakukan oleh konsultan Manajemen Kontruksi (MK) dari PT Bagastama Persada, lokasi Pasar ini dapat untuk berjualan.

"Jadi keberadaan pasar ini sudah bisa diramaikan oleh para pedagang yang sudah membeli kios dan los," ujar pengembang Pasar Pelita PT. Fortunindo Artha Perkasa (FAP), Candra Aditama, kepada Neraca, Rabu (26/1).

Candra mengungkapkan, pihaknya menggandeng konsultan bangunan MK untuk melakukan uji kelayakan semua bangunan yang ada di pasar ini. Bahkan, berdasarkan hasil pengujianya, pihak konsultan merekomendasikan 2 lantai bangunan, yakni lantai semi bassement, dan lantai dasar yang sudah bisa digunakan oleh para pemilik kios ataupun yang sudah menyewa atau membeli los.

"Berdasarkan hasil pengujian terhadap struktur kekuatan bangunan, konsultan memberikan lampu hijau penggunaan bangunan ini. Meskipun terkait sertifikat kelayakan gedung, hingga saat ini masih terus berjalan dalam pengurusannya," terangnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Bagastama Persada, Lambastobing mengatakan, berdasarkan pengalamannya yang sudah mumpuni dalam mengawal pembangunan di beberapa pasar yang ada di kota besar, jika melihat sekilas konstruksi bangunan pasar Pelita Sukabumi ini, dirinya meyakini akan kekuatan struktur bangunan yang ada.

"Itu jika kita menilai kekuatan bangunan secara visual, sekilas saya sudah bisa bilang kalau bangunan ini sangat kokoh. Namun, kan untuk pengujian kita tidak bisa seperti itu. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada bangunan pasar Pelita Sukabumi, untuk 2 lantai tersebut sudah bisa digunakan," ucapnya.

Dirinya mengakui, jika dalam pengujian yang dilakukan sekitar 3 bulan tersebut, ditemukan ada beberapa kekurangan pada konstruksi bangunan. Namun, seiring perjalanan pengujian pihak pengembang juga melakukan perbaikan terutama di 2 lantai bangunan."Kekurangan itu hanya penyempurnaan saja, dan sama sekali tidak merubah ukuran maupun dimensi struktur bangunan. Dan saat ini, proses sertifikasi sedang berjalan diurus, untuk mendapatkan mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait. Seperti dinas tenaga kerja dan juga pemadam kebaran, yang saat ini masih berlangsung," katanya.

Saat ini ada sekitar  1.900 kios dan los yang berada pada gedung A dan B di Pasar Pelita Sukabumi, dan itu sudah dapat digunakan."Gedung B itu kan untuk yang basah, misalkan jualan ikan, sayur, dan sejenisnya, dan gedung B tentu saja untuk jenis jualan yang sifatnya kering," pungkasnya. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

WEF 2022 Bahas Ekonomi Digital, John Riady: Dominasi Asean Semakin Besar, Indonesia Harus Siap

NERACA Jakarta - World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 yang dihelat di Davos, Swiss, kembali membahas pentingnya teknologi digital…

Kontroversi Merger BTN Syariah dan BSI

NERACA Jakarta - Industri perbankan syariah dalam beberapa hari ke belakang tengah ramai akibat kontoversi merger BTN Syariah dan BSI.…

Di Forum Global, DRRC UI Ungkap Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

NERACA Bali - Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan the 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dengan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

WEF 2022 Bahas Ekonomi Digital, John Riady: Dominasi Asean Semakin Besar, Indonesia Harus Siap

NERACA Jakarta - World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 yang dihelat di Davos, Swiss, kembali membahas pentingnya teknologi digital…

Kontroversi Merger BTN Syariah dan BSI

NERACA Jakarta - Industri perbankan syariah dalam beberapa hari ke belakang tengah ramai akibat kontoversi merger BTN Syariah dan BSI.…

Di Forum Global, DRRC UI Ungkap Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

NERACA Bali - Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan the 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dengan…