Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA

Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama meraih kontrak kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk proyek penggantian atau duplikasi jembatan Callender Hamilton di Jawa.

Direktur Utama Bukaka Teknik Utama, Irsal Kamarudin dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, proyek kerjama tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp 2,19 triliun. Perseroan akan melaksanakan proyek pada 37 lokasi jembatan yang tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Disebutkan, perjanjian itu memiliki jangka waktu hingga 12 tahun. Terdiri dari 2 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan.

Anak usaha BUKK akan memperoleh pembayaran setelah masa konstruksi selesai melalui skema pembayaran ketersediaan layanan selama 10 tahun. Nilai pembayaran sebesar Rp477,87 miliar per tahun di luar PPn. “Perolehan kontrak oleh PT Baja Titian Utama akan memberikan dampak berupa potensi tambahan pendapatan dan laba,” kata Irsal.

Menurutnya dengan adanya kontrak tersebut perseroan akan semakin menambah pengalaman di bidang konstruksi Jembatan khususnya pada proyek Jembatan Baja. Asal tahu saja, PT Baja Titian Utama anak usaha yang baru didirikan bergerak di bidang konstruksi jembatan meliputi tahapan perencanaan teknis, pembangunan, pembiyaan, pengoperasian dan pemeliharaan jembatan. Pendirian anak usaha tersebut membuat perseroan mengeluarkan modal dasar Rp 250 miliar yang terdiri atas 250 saham dengan nilai nominal masing-masing Rp 1 juta per saham. Ada pun modal ditempatkan dan disetor berjumlah Rp 62,5 miliar atau setara 62.500 saham.

Perseroan memiliki 61.875 saham atau sebanyak Rp 61,87 milar. Angka tersebut setara dengan 99% saham Baja Titian Utama. Sementara, PT Mega Investama memiliki 625 saham atau sebesar Rp 625 juta atau setara dengan 1% dari keseluruhan modal ditempatkan dan disetor.“Pendiran anak usaha ini akan memberikan dampak berupa potensi tambahan pendapatan dan laba bagi perseroan sebagai pemegang saham,” jelas Irsal Kamarudin.

Sebelumnya, BUKK itu sepakat mendirikan entitas baru bernama Bukaka Three D Private Limited. Entitas anyar itu memiliki modal dasar yang terbagi atas 5 juta saham dengan nominal saham masing-masing Rs10. Adapun modal ditempatkan atau disetor yang telah ditempatkan oleh BUKK sebesar Rp498,78 juta setara dengan 51% dari seluruh modal disetor. Perseroan mendirikan entitas sebagai tindak lanjut dari kontrak pengadaan 36 unit passenger boarding bridge di beberapa bandara India. Perseroan bekerjasama dengan perusahaan India tersebut untuk membantuk kelancaran operasional pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Manajemen BUKK meyakini pendirian anak perusahaan akan berdampak pada peningkatan operasional usaha perseroan. Tahun ini, perseroan membidik penjualan senilai Rp 4,7 triliun dan laba bersih Rp 629 miliar atau naik 48,69% dari laba 2020.

 

BERITA TERKAIT

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dapat Kunjungan dari Presiden - Proyek Summarecon Serpong Jadi Percontohan IKN

Sukses menuai prestasi dengan beragam penghargaan, Summarecon Serpong yang merupakan salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk mendapat…

Lindungi Investor - OJK Bakal Bikin Pemeringkat Reksa Dana

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji untuk menerbitkan peraturan terkait perlindungan investor produk reksa dana. Salah satu…

BEI Masih Kaji Soal Diskon Biaya Pencatatan

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan…