Kejar Pertumbuhan Bisnis - Dharma Polimetal Produksi Komponen Kendaraan Listrik

NERACA

Jakarta -Dukungan pemerintah untuk pengembangan mobil listrik atau kendaraan listrik, tidak hanya disambut baik para pelaku agen pemegang merek (APM) tetapi juga para pelaku usaha kompenen otomotif seperti PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) yang siap mengambil peluang produksi komponen yang dibutuhkan kendaraan listrik atau electric vehicle di Indonesia.

Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, menyambut era transformasi dari internal combustion engine menuju EV di Indonesia, perseroan mulai memproduksi komponen-komponen yang digunakan dalam kendaraan listrik seperti komponen badan dan chassis kendaraan menggunakan high-tensile steel, battery pack, sensor-sensor, battery management system, hingga wiring harness. “Saat ini pemerintah terus mendorong pelaku industri otomotif untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik dengan memberikan insentif dan membuat roadmap untuk EV, melihat hal tersebut Perseroan mempersiapkan diri melalui teknologi dan sumber daya manusia yang mampu memproduksi komponen untuk kendaraan listrik,”ujarnya.

Lebih lanjut, Irianto menjelaskan bahwa baterai EV memiliki berat yang sangat besar sekitar 30% dari total berat kendaraan. Sehingga, berat kendaraan perlu dibuat lebih ringan untuk kompensasi berat baterai. Salah satu cara untuk meringankan berat kendaraan adalah dengan menggunakan material high-tensile steel.

Saat ini, dengan mengandalkan kompetensi sumber daya manusia dan teknologi, DRMA mulai memproduksi komponen badan kendaraan yang menggunakan high-tensile steel yang memiliki kekuatan hingga 980 MPA dan kedepannya dapat mencapai 1190 MPA.

Selain itu, anak perusahaan DRMA juga memproduksi komponen lainnya untuk EV. Misalnya, Dharma Electrindo Manufacturing dan Dharma Kyungshin Indonesia mulai mengembangkan dan memproduksi wiring harness yang dapat dialiri arus listrik yang tinggi untuk EV.“Semua komponen yang dibuat oleh Perseroan saat ini merupakan komponen yang sangat diperlukan tidak hanya untuk mesin berbasis internal combustion engine yang kami perkirakan masih sangat besar prospek pertumbuhannya selain tren terbaru ke arah kendaraan listrik. Tentunya, momentum tersebut menjadi peluang bagi perseroan untuk melanjutkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang sambil melanjutkan proses untuk menjadi perusahaan publik,”kata Irianto.

Di tahun depan, perseroan menargetkan penjualan meningkat sebesar 20%. Hal ini sejalan dengan rencana perseroan melakukan penawaran umum perdana saham di akhir 2021 ini. Rencananya, DRMA akan menerbitkan saham baru sekitar 15% dari jumlah modal yang disetor penuh pada saat Initial Public Offering (IPO), atau sebanyak banyaknya 705.882 lembar saham dengan rentang harga penawaran antara Rp500 hingga Rp620 per lembarnya.

Melalui aksi penawaran umum perdana saham tersebut DRMA akan menghasilkan dana sekitar Rp352,9 miliar hingga Rp437,6 miliar. “Kami optimis penjualan tahun depan akan meningkat 20% karena sektor Otomotif mulai menunjukan pertumbuhan yang positif menjelang akhir tahun,”kata Irianto Santoso.

 

 

 

BERITA TERKAIT

BTN Siapkan Rights Issue Tahun Depan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sesuai rencana akan disiapkan untuk rights issue pada…

Tidak Bergantung Pada PMN - Sejumlah BUMN Bakal IPO dan Rights Issue di 2022

NERACA Jakarta – Belajar dari kesuksesan pelaksanaan IPO Mitratel yang merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan…

Indocement Buyback Saham Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta – Jaga likuiditas harga saham di pasar, emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berencana melakukan pembelian…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

BTN Siapkan Rights Issue Tahun Depan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyatakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sesuai rencana akan disiapkan untuk rights issue pada…

Tidak Bergantung Pada PMN - Sejumlah BUMN Bakal IPO dan Rights Issue di 2022

NERACA Jakarta – Belajar dari kesuksesan pelaksanaan IPO Mitratel yang merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan…

Indocement Buyback Saham Rp 3 Triliun

NERACA Jakarta – Jaga likuiditas harga saham di pasar, emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) berencana melakukan pembelian…