Laba Bersih Budi Starch Melesat Tajam 250%

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2021, PT Budi Strach & Sweetener Tbk (BUDI) meraih laba bersih sebesar Rp63,447 miliar atau melonjak 250% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp18,483 miliar. Sehingga laba per saham dasar naik menjadi Rp14,1. Sedangkan di akhir kuartal III 2020 hanya Rp4,11. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan tanpa audit di Jakarta, kemarin.

Sementara pendapatan usaha naik 44,73% menjadi Rp2,611 triliun. Rincinya, penjualan tepung tapioka tercatat sebesar Rp1,94 triliun, karung plastik sebesar Rp97,8 miliar dan pemanis senilai Rp547 miliar. Walau beban pokok penjualan membengkak 46,6 persen menjadi Rp2,284 triliun, tapi laba kotor naik 47,96% menjadi Rp327,37 miliar.

Kemudian aset tumbuh 3,13% menjadi Rp3,056 triliun. Hal itu ditopang pertumbuhan saldo laba belum ditentukan penggunaanya sebesar 8,7% menjadi Rp449,83 miliar. Selanjutnya, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp190,97 miliar atau menyusut 10,37% dibandingkan di akhir kuartal III 2020 yang mencapai Rp212,69 miliar.

Emiten pengolah tepung tapioka ini memproyeksikan, laju ekspor di tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan realisasi penjualan ekspor di tahun lalu. Proyeksi itu terlihar dari capaian positif yang berhasil diraih perusahaan pada periode enam bulan pertama tahun ini.

Presiden Direktur Budi Starch & Sweetener, Sudarmo Tasmin seperti dikutip kontan pernah bilang, ke depannya perseroan akan terus mencari peluang pasar ekspor yang ada untuk dapat mencatatkan penjualan ekspor yang lebih baik lagi.  Sedikit informasi, hingga saat ini BUDI telah memasok produknya ke berbagai negara. Selain China, perusahaan juga telah mengirim produknya ke Vietnam, Malaysia, dan Taiwan. 

Selain itu, perseroan memiliki rencana menjajal pasar tepung tapioka ke Amerika Serikat (AS). Sejauh ini, BUDI sudah melakukan penjajakan ke calon pembeli di kedua negara tersebut.
Kalau berjalan sesuai rencana, penjualan ekspor tepung tapioka perdana ke negara paman Sam tersebut diharapkan sudah bisa direalisasi di kuartal II tahun ini. Bukan tanpa alasan BUDI memacu penjualan ekspor. Belakangan, permintaan ekspor tepung tapioka BUDI di pasar ekspor memang tengah melonjak.

 

 

BERITA TERKAIT

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bukaka Kantungi Kontrak Rp2,19 Triliun

NERACA Jakarta – Pada penghujung tahun 2021, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) melalui anak usahanya PT Baja Titian Utama…

Miliki Likuiditas Tebal dari IPO - Widodo Makmur Perkasa Optimis Capai Pertumbuhan

NERACA Jakarta -Meski debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) merosot 4,3% ke level…

OJK Yakini IHSG Tembus 7000 Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal beberapa pekan lagi, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tumbuh…