Bisnis Terdampak Pandemi - Rugi Bersih Pelangi Indah Canindo Membengkak

NERACA

Jakarta – Paruh pertama 2021, emiten produsen kemasan PT Pelangi Indah Canindo Tbk. (PICO) membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp28,86 miliar. Rugi bersih ini naik 23,2%, dari Rp23,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pendapatan perseroan tumbuh 16%, menjadi Rp202,4 miliar dari Rp174,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

PICO mencatatkan peningkatan beban pokok penjualan 13,8% menjadi Rp191,66 miliar, dari Rp168,44 miliar secara tahunan atau year on year (yoy). Meski beban pokok penjualan meningkat, PICO masih mampu membukukan kenaikan laba bruto 76,9% menjadi Rp10,76 miliar, dari Rp6,08 miliar yoy. Namun peningkatan beban usaha PICO masih lebih besar dari pendapatannya, yakni Rp18,29 miliar, sehingga, perseroan membukukan rugi usaha Rp7,53 miliar.

Apabila dirinci lebih jauh, penjualan PICO paruh pertama 2021 didominasi oleh penjualan steel drum dengan nilai Rp137,24 miliar. Penjualan segmen ini melesat 111,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp64,8 miliar. Sementara penjualan produk baja dan komponen perseroan mengalami penurunan signifikan sebesar 62,8% menjadi Rp29,67 miliar dari Rp79,8 miliar secara tahunan.

Perseroan membukukan 41,8% penjualan atau Rp66,7 miliar dari PT Prajamita Internusa, lalu 39,5% atau Rp63,01 miliar ke PT Pertamina (Persero) dan 18,5 persen atau Rp29,6 miliar penjualan ke PT Intipelangi Drumasindo. Adapun hingga semester I/2021 ini, perseroan mencatatkan total aset senilai Rp1,096 triliun, naik dari Rp1,092 triliun pada Desember 2020. Kemudian jumlah liabilitas perseroan hingga paruh pertama 2021 naik menjadi Rp889 miliar, dari Rp856 miliar per 31 Desember 2020.

Sementara, jumlah ekuitas perseroan tercatat turun menjadi Rp207 miliar di enam bulan pertama 2021, dari Rp236 miliar pada 2020. Sebagai informasi, perseroan pesimistis menatap kinerja tahun 2021. Bahkan manajemen PICO pun memperkirakan, penjualan perusahaan di tahun ini masih kontraksi.  Direktur PICO, Rubianto pernah bilang, kondisi saat ini masih belum berpihak kepada prospek bisnis PICO di sepanjang tahun 2021. Alhasil, perusahaan pun menargetkan pendapatan PICO bakal turun 5% di akhir tahun nanti.

PICO merupakan produsen kemasan metal di Indonesia yang melayani kebutuhan kemasan berbagai macam produk, seperti drum, tabung elpiji, kaleng pail, serta kaleng makanan. Namun hingga saat ini, 80% pendapatan PICO masih ditopang oleh penjualan produk drum pelumas.  Rubianto menambahkan, sebenarnya pada kuartal pertama ini, permintaan drum steel sudah meningkat. Namun, permintaan tersebut tidak dapat terealisasikan secara maksimal karena industri kemasan drum steel masih kesulitan mendapatkan bahan baku CRC. Kelangkaan bahan baku yang terjadi merupakan efek dari pandemi Covid-19. Alhasil, banyak produsen yang mengurangi kapasitas produksinya, bahkan menghentikan aktivitas produksi sejak tahun lalu. 

BERITA TERKAIT

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PT Timah Siap Bayar Obligasi Rp 16,27 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Timah Tbk (TINS) bakal segera membayarkan obligasi dengan total senilai Rp16,27 miliar. Perseroan…

Transaksi Pasar Timah Ditaksir Capai Rp 800 Miliar

NERACA Jakarta- Tahun ini, PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) optimistis transaksi pasar fisik timah bisa mencapai Rp800 miliar, dari realisasi…

Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan…