Telah Divaksin, Ikatan Alumni Atma Jaya Dukung Kuliah Tatap Muka

 

Ketua Ikatan Alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dr Gahrani Chen SPOG, mengungkapkan bahwa Sentra Vaksin Atma Jaya 1, 2 dan 3 telah berhasil memvaksin komunitas Atma Jaya, siswa-siswi sekolah yang hadir dan keluarganya tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Dr Gahrani menyampaikan terimakasih kepada Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.  Secara khusus dr Gahrani juga menyampaikan bahwa Sentra Vaksinasi Atma Jaya ber-Daya 3 diprioritaskan kepada mahasiswa dan siswa-siswi merupakan arahan dari Ns. Purwadi, M.Kep, Sp.Kep.Kom, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Dr Gahrani menegaskan Ikatan Alumni Unika Atma Jaya mendukung kuliah tatap muka yang sedang dipersiapkan oleh Pimpinan Unika Atma Jaya. Kesiapan Unika Atma Jaya ini menyambut baik dorongan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Prof. Nizam menyatakan, “Vaksinasi kita dorong agar mempersiapkan pembelajaran tatap muka bisa diakselerasi.”. Beliau menambahkan bahwa kampus-kampus kita dorong untuk melakukan tatap muka. “Dicoba, alhamdulilah tidak ada kasus. Artinya kalua kita disiplin, penyelenggaraan pembelajaran di kampus tidak akan menjadi klister baru.”, ujar Prof. Nizam, dalam webinar hari Jumat (27/8).

Sentra Vaksinasi Atma Jaya Ber-DAYA (SVA-DAYA 3) resmi berakhir tanggal 26 Agustus 2021. Tercatat selama 19 hari penyelenggaraan di Kampus 1 Semanggi Unika Atma Jaya, SVA-DAYA 3 berhasil menyuntikkan 27.501 dosis vaksin kepada masyarakat. Penyelenggaraan sentra vaksinasi ini merupakan kolaborasi antara pimpinan, dosen, dokter, karyawan, mahasiswa dan alumni Unika Atma Jaya sejak 7 Juli 2021. Pihak Atma Jaya sendiri telah terlibat dalam beberapa penyelenggaraan vaksinasi sejak Maret 2021 dengan total keseluruhan tervaksin SVA Daya 1, 2 dan 3 sebanyak 71ribu lebih dosis hingga hari terakhir.

Kegiatan SVA-DAYA 3 ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup KAJ Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo bersama Romo Samuel Pangestu, Pr. dan Romo Albertus Yogo Prasetianto, Pr. Perayaan Ekaristi ini dilakukan secara daring dengan intensi khusus untuk memohon “Perlindungan Tuhan untuk Pemulihan Bangsa Indonesia dari Pandemi”. Kardinal Suharyo membawa refleksi dalam homilinya, “Kita tahu Ekaristi adalah syukur atas karya agung Tuhan. Jika pelayanan sentra vaksinasi diakhiri dengan Ekaristi, maka kita ingin mengungkapkan keyakinan iman bahwa pelayanan melalui sentra vaksinasi Atma Jaya adalah bagian yang sangat nyata dari karya agung Tuhan itu. Keyakinan iman ini akan mendorong kita untuk terus berusaha, secara kreatif, bekerjasama untuk mencari jalan-jalan baru bagi pelayanan.” Romo Kardinal mengutip kata-kata Santo Paulus bahwa dalam kesesakan dan kesukaran, kami merasa terhibur oleh iman kalian.

Wakil Rektor Unika Atma Jaya Dr. Agustinus Prajaka Wahyu Baskara, S.H., M.Hum., menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi yang dilakukan para alumni melalui Sentra Vaksinasi dan berharap Kuliah Tatap Muka dapat segera diselenggarakan. Di lokasi vaksinasi, koordinator relawan medis dr. Yudy, Sp.FM. mengungkapkan tekad para dokter alumni Atma Jaya dan rekan-rekan tenaga kesehatan untuk terus terlibat aktif dalam penyelenggaraan vaksinasi demi pulihnya aktivitas masyarakat. Sementara itu kordinator relawan non-medis Mena Haryanto SE MSc. menyatakan bahwa sinergitas ratusan mahasiswa dan para alumni Unika Atma Jaya sebagai relawan non-medis adalah bukti nyata motto “Terpercaya Kualitas Lulusannya”, yakni pribadi yang dididik dan pernah dididik dengan penanaman nilai Kristiani, Unggul, Profesional dan Peduli. Keberhasilan vaksinasi merupakan hasil dari kesolidan relawan medis dan non-medis.

SVA-DAYA 3 merupakan perwujudan kolaborasi efektif antara Iluni Unika Atma Jaya, Yayasan dan Rektorat Paguyuban Widyani Atma Jaya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Relawan Tenaga Kesehatan, Relawan Mahasiswa Unika Atma Jaya, dan Relawan Karyawan Atma Jaya. Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga datang dari berbagai pihak dari dunia usaha yang peduli seperti Asuransi ACA, SiCepat Express, Ernst & Young, Oceanika, Carsome, Kalbe Nutrinionals, Klinik Miracle, ShineWing Indonesia dan ProSehat.

SVA-DAYA 3 termasuk Sentra Vaksinasi awal yang menerima vaksinasi untuk usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil. Selama pelaksanaan kegiatan, SVA-DAYA 3 juga mendapat dukungan dari pemerintah dengan dihadiri para tokoh penting seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Plt Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Camat Setiabudi, dan Lurah Karet Semanggi. Ketua Panitia Michell Suharli mengungkapkan kehadiran banyak tokoh adalah simbol keberhasilan SVA-DAYA 3 sebagai keberhasilan awal Bangsa Indonesia untuk mencapai hidup normal yang baru. Suharli berterimakasih atas kerja keras seluruh panitia, relawan medis, relawan non-medis, komunitas Atma Jaya, kolaborator dari dunia usaha, kemenkes, dinkes provinsi DKI, sudinkes dan semua pihak yang terlibat. Secara khusus apresiasi diberikan kepada dr Gafar Hartatiyanto, MARS, MH, AAAK, Kepala Puskesmas Kecamatan Setiabudi yang berkomitmen menyalurkan 30.000 kuota vaksin Sinovac sampai hari terakhir penyelenggaraan.

BERITA TERKAIT

Generos Temani Screen Time Anak Saat Belajar Daring

  Generos Temani Screen Time Anak di Masa Sekolah Daring Di masa pandemi seperti saat ini kebanyakan anak Indonesia harus…

Anak Muda Indonesia Melawan Plasti Lewat Comic Strip

  Anak Muda Melawan Plastik Lewat Comic Strip NERACA Jakarta -Tiga anak muda Indonesia terpilih menjadi pemenang dalam kompetisi Comic…

Cerita Ridho Hadfizar Armadhani Anggota Paskibraka Kebanggaan Daerah

Menyaksikan sang kakak menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara pada tahun 2010, menjadi awal semangat Ridho Hadfizar…

BERITA LAINNYA DI

Generos Temani Screen Time Anak Saat Belajar Daring

  Generos Temani Screen Time Anak di Masa Sekolah Daring Di masa pandemi seperti saat ini kebanyakan anak Indonesia harus…

Telah Divaksin, Ikatan Alumni Atma Jaya Dukung Kuliah Tatap Muka

  Ketua Ikatan Alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dr Gahrani Chen SPOG, mengungkapkan bahwa Sentra Vaksin Atma Jaya 1,…

Anak Muda Indonesia Melawan Plasti Lewat Comic Strip

  Anak Muda Melawan Plastik Lewat Comic Strip NERACA Jakarta -Tiga anak muda Indonesia terpilih menjadi pemenang dalam kompetisi Comic…