Lebarkan Mitra Dengan Duitin - Softex Indonesia Tingkatkan Daur Ulang Popok Bekas

Selain limbah sampah plasik, sampah popok bekas juga mengalami pertumbuhan yang signifikan dna merusak lingkunga. Berangkat dari kepedulian lingkungan, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berupaya menekan produksi limbah dalam proses bisnisnya, termasuk limbah popok bekas pakai. Sebagai bentuk upaya nyata dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) menandatangani perjanjian kemitraan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan platform ekonomi sirkular, Duitin, untuk mendorong pengumpulan popok bekas yang akan didaur ulang. 

“Sebagai salah satu brand perawatan pribadi terkemuka dalam kategori popok, tantangan kami adalah menyediakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mengurangi jejak lingkungan sebagai cara untuk membantu masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik. Dengan pendekatan kolektif dan menggabungkan kemampuan Duitin dalam pengumpulan sampah daur ulang, kami yakin dapat meningkatkan pengumpulan limbah popok,” kata Hendra Setiawan, Presiden Direktur Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Hingga saat ini, Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, dengan lebih dari 270 juta penduduk. Pada tahun 2018, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan setiap tahunnya sekitar 4,2 hingga 4,8 juta bayi lahir di Indonesia, hal tersebut membuat popok menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat. 

Saat ini, perkiraan pasar popok di Indonesia mencapai USD 1,6 miliar, yang merupakan pasar terbesar keenam di dunia. Popok telah menjadi bagian utama dari bisnis Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) karena sebagian besar penjualan Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) berasal dari produk popok. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan proses dan dampak bisnis popok dari hulu ke hilir, mulai pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan produk yang aman dan efektif hingga mengelola limbah produk bekas pakai demi kesejahteraan lingkungan dan masyarakat. 

Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) memahami bahwa fokus yang kuat dan konsisten pada dampak lingkungan sekecil apapun dapat membawa perubahan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Kemitraan dengan platform ekonomi sirkular lokal, Duitin, akan berfokus pada pengumpulan limbah popok di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.

 

Mengolah Jadi Nilai Tambah

 

Duitin bertanggung jawab untuk menjalankan, mengumpulkan, dan mengirimkan popok bekas ke fasilitas pengolahan mitra Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) mulai akhir Juni 2021. Hasil pengumpulan popok bekas kemudian akan diproses oleh Sarana Olah Sampah - komunitas lokal yang membantu dalam pemilahan, pemilihan dan pengolahan sampah melalui metode konvensional - menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai tambah.“Ada berbagai cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi jejak limbah, salah satunya melalui proses daur ulang. Kami menyadari bahwa salah satu tantangan dalam aktivitas daur ulang adalah akses dan informasi publik yang terbatas. Melalui kemitraan dengan Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia), kami berharap dapat ikut serta dalam mengkomunikasikan pentingnya mendaur ulang. Kami juga berharap program ini dapat mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan yang bermakna dengan memilah dan mendaur ulang sampah, serta meningkatkan standar kehidupan dan citra para pekerja dalam bidang pengumpulan sampah daur ulang ke ranah profesional,” kata Adijoyo Prakoso, Co-Founder Duitin.  

Sebelum menjalin kemitraan ini, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) juga telah bekerja sama dengan platform ekonomi sirkular online lainnya pada beberapa waktu yang lalu untuk mengumpulkan popok bekas dan mengirimkannya ke fasilitas daur ulang di wilayah Bandung. Melalui kolaborasi ini, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) yakin dapat mengumpulkan 9,5 ton popok bekas setiap bulannya pada tahun 2021. Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) dan Duitin berharap dapat membuka kesempatan lebih dari 350 lapangan kerja melalui program ini dan mengajak masyarakat di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan untuk berkontribusi pada ekosistem pengolahan limbah popok dengan mengakses aplikasi Duitin. 

Sejak awal, Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) telah berkomitmen untuk membawa upaya keberlanjutan terhadap lingkungan sekitar. Sebagai langkah nyata, perusahaan telah diundang menjadi salah satu anggota dari National Plastic Action Partnership untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan sampah plastik. Sebagai bagian dari perusahaan Kimberly-Clark, Kimberly-Clark Softex memiliki misi untuk mengatasi tantangan sosial dan lingkungan pada tahun mendatang dengan komitmen untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan 1 miliar jiwa pada komunitas yang kurang mampu di seluruh dunia dengan hanya mengeluarkan jejak lingkungan terkecil.

 

BERITA TERKAIT

Dukung Perubahan, KT&G Gelar Kompetisi Design Packaging

  KT&G Indonesia sebagai perusahaan sigaret terbesar ke-9 di dunia, dengan merek andalannya yaitu ESSE melakukan inovasi dengan menggelar ajang…

Tangkap Peluang Bisnis di Tengah Pandemi - Produksi Hand Sanitizer dari Sampah Limbah Kulit Buah

Di tengah kondisi kesusahan akibat dampak pandemi Covid-19, selalu ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan dan bahkan bisa memberikan masyarakat…

HUT ke 23, Morula Indonesia Tanam 2.500 Bibit Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

  Sebagai pelopor klinik fertilitas di Indonesia, di usia ke 23 tahun Morula IVF Indonesia terus berkomitmen dalam membentuk generasi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dukung Perubahan, KT&G Gelar Kompetisi Design Packaging

  KT&G Indonesia sebagai perusahaan sigaret terbesar ke-9 di dunia, dengan merek andalannya yaitu ESSE melakukan inovasi dengan menggelar ajang…

Tangkap Peluang Bisnis di Tengah Pandemi - Produksi Hand Sanitizer dari Sampah Limbah Kulit Buah

Di tengah kondisi kesusahan akibat dampak pandemi Covid-19, selalu ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan dan bahkan bisa memberikan masyarakat…

HUT ke 23, Morula Indonesia Tanam 2.500 Bibit Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

  Sebagai pelopor klinik fertilitas di Indonesia, di usia ke 23 tahun Morula IVF Indonesia terus berkomitmen dalam membentuk generasi…