Rugi Bank Banten Naik Jadi Rp 308,15 Miliar

NERACA

Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan industri perbankan nasional, tidak terkecuali bagi PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS). Bahkan performance kinerja perseroan lebih buruk karena rugi bersih yang didertita pada akhir tahun 2020 sebesar Rp308,15 miliar atau membengkak dibanding akhir tahun 2019 yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp137,55 miliar. Akibatnya, rugi per saham dasar kian dalam menjadi Rp33,64 dibandingkan akhir tahun 2019 yang membukukan rugi per saham senilai Rp2,15.   

Perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin menyebutkan, pendapatan bunga bersih tahun 2020 tercatat sebesar Rp33,74 miliar atau turun 54,16% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp72,84 miliar. Ditambah pendapatan operasional Rp59,48 miliar atau merosot 54,26% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp129,34 miliar.

Tapi beban operasional dan lain lain tertera sebesar Rp294,64 miliar atau turun 4,5% dibanding tahun 2019 sebesar Rp308,66 miliar. Sehingga rugi operasional terbilang Rp258,35 miliar memburuk dibanding tahun 2019 sebesar Rp180,07 miliar.  Sedangkan pada sisi dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp2,42 triliun atau susut 47,95% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp4,65 triliun.

Adapun total kredit terbilang sebesar Rp2,968 triliun atau longsor 43,18% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp5,21 triliun. Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar Rp5,337 triliun atau turun 33,75% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat sebesar Rp8,09 triliun. Dalam memperkuat struktur permodalan, tahun lalu perseroan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Chandra Dwipayana, Corporate Secretary Bank Banten pernah bilang, setidaknya 10% HMETD dalam PUT VI dilakukan investor ritel dengan nilai mencapai Rp300 miliar. “Bila dijumlahkan dengan right yang dilaksanakan oleh Pemerintah Banten melalui BGD [Banten Global Development], maka total lebih dari 60% right telah dilaksanakan dengan nilai Rp1,85 triliun,”ujarnya.

Sementara Fahmi Bagus Mahesa, Direktur Utama Bank Banten menambahkan, penguatan permodalan dan dukungan pemerintah Banten dan para pemangku kepentingan lainnya membuat perusahaan optimistis menyambut 2021. “Fokus utama tentunya ekspansi bisnis untuk memenuhi skala usaha. Kemudian meningkatkan ketahanan institusi sebagai BPD, dengan ditopang oleh kredit konsumer sebagai mesin penggerak utama bisnis, penguatan likuiditas melalui diversifikasi pendanaan, menjaga kualitas kredit, serta transformasi digital,” katanya.

Sepanjang 2015—2020 perusahaan dengan kode emiten BEKS itu memang konsisten menjadikan kredit konsumer sebagai tulang punggung pertumbuhannya, dengan postur pinjaman konsumsi mencapai 60% dari portofolio aset. Sebagai BPD, lanjutnya, sewajarnya memang Bank Banten fokus kepada captive market-nya, yakni kredit konsumer yang memiliki margin cukup tinggi serta relatif aman. BEKS juga berada pada posisi yang tepat dan memiliki keunggulan kompetitif untuk menangkap potensi pertumbuhan segmen kredit, serta segmen pembiayaan konsumsi di Banten.

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…