Gunakan HWU Drilling EHR-12 - Elnusa Ngebor Sumur Baru di Blok Mahakam

NERACA

Jakarta – Genjot pertumbuhan kapasitas produksi minyak dan gas (migas), PT Elnusa Tbk (ELSA) telah melakukan  pengeboran sumur baru di Blok Mahakam untuk Pertamina Hulu Mahakam dengan menggunakan Hydraulic Workover Unit (HWU) Drilling EHR-12.  

Direktur Operasi & Pengembangan Usaha ELSA, Arief Riyanto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, alat bor hasil produksi perseroan itu berhasil mengantikan peran Jack up Rig dalam kegiatan pengeboran sumur baru.”HWU untuk pengeboran pada sumur baru ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia. Berbeda dengan beberapa negara lain, umumnya pengeboran dengan HWU Drilling dilakukan untuk melakukan pengeboran sumur lanjutan. Kami berharap bahwa inovasi pengeboran ini dapat lebih mendorong upaya peningkatan produksi migas di Pertamina dan Indonesia,“ jelas dia.

Dia menambahkan, pekerjaan pengeboran dengan menggunakan HWU EHR-12 ini akan berlangsung selama tiga bulan dan memiliki target pengeboran sebanyak lima sumur. Hingga saat ini, Elnusa telah sukses menyelesaikan pengeboran sumur pertama pada kedalaman 1215 meter, dalam waktu 19 hari. Sepanjang proses perjalanan dari awal hingga saat ini, ELSA membuktikan komitmennya melalui aspek safety, quality, ketepatan waktu bekerja dan juga kinerja operasi yang mampu memberikan penurunan durasi dan penekanan biaya pengeboran dengan harapan ke depan akan lebih banyak sumur yang di bor dengan nilai keekonomian yang lebih menguntungkan.

Selain itu, yang utama tetap menjaga protocol kesehatan covid-19 selama berlangsung pekerjaan. “Dengan kinerja HSSE Elnusa yang terbuki unggul, Elnusa berkeyakinan semakin mantap dan mampu memberikan service terbaik dengan total solution dan tentunya hal tersebut juga dapat membantu membuka peluang baru Elnusa untuk menciptakan market baru yang cukup besar dalam membantu antar perusahaan Pertamina, non-Pertamina maupun Pemerintah untuk capaian kinerja pada produksi migas,” pungkas Arief.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan lebih dari Rp 7 triliun. Oleh karena pendapatan diharapkan lebih tinggi, perolehan laba pun diyakini bisa melebihi Rp200 miliar pada akhir 2021 nanti. Pendapatan anak usaha dari PT Pertamina ini sebesar Rp7 triliun pada akhir 2020 mencerminkan penurunan sebesar 16,51% dibandingkan 2019 senilai Rp8,38 triliun. Sementara itu, laba senilai Rp200 miliar bakal membuat perseroan mengalami penurunan keuntungan sebesar 21,51% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp356,47 miliar. 

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…