Di Tengah Masa Pandemi, Forum Backstagers Indonesia Dibentuk

 

Jakarta – Pandemi covid19 membuat seluruh sendi perekonomian menjadi lumpuh. Di industri hiburan seperti kegiatan music dan industri event besar lainnya, terpaksa harus berhenti total sejak ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun begitu, Komunitas Backstagers Indonesia yang berisi perkumpulan perusuhaan event organizer se Indonesia ditambah dengan para pelaku dan pekerja event baik itu vendor maupun freelance membuat Langkah nyata dengan membentuk Forum Backstagers Indonesia.

Komunitas di gagas, dibangun dan dibesarkan oleh sepuluh orang para pemilik perusahaan EO yang disebut sebagai The Founders, yakni Founder yaitu Krisnanto Sutrisman. CoFounder  diantaranya Hary “Awil’ Kurniawan, Emon Firmansyah, Bayu Effendy, Lingga Purwa Adjie, Ichsan Fatoni, Andre Ginting, Sofyan Nasution, Debora Sharon dan Vicky Hidayat.

“Berkaitan dengan rencana kami, dimana komunitas ini yang sudah berdiri sejak 7 tahun lalu, dengan banyak kegiatan tahunan dan anggotanya terus bertambah. Sebuah perkumpulan berbadan hukum adalah Langkah besar kami menuju persatuan, menuju kesamaan kualitas dan perkembangan setiap usaha bisnis EO para anggotanya,” jelas Founder Forum Backstagers Indonesia, Krisnanto Sutrisman, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Jumat (27/11).

Komunitas Backstagers Indonesia ingin menyikapi keadaan pandemic dengan bersama mebuat curva positif. Alhasil yang awalnya perkumpulan dalam berbentuk komunitas kini telah sukses bemetamorfosa. “Kami menyelenggarakan Musyawarah Nasional Pertama untuk penetapan AD/ART dan pemilihan demokratis untuk ketua umum,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa masa pandemi yang sudah berjalan sekitar 10 bulan digunakan untuk merumuskan sebuah perkumpulan berbadan hukum. “Ya, dimasa pandemic ini malah kami semakin kompak, dan akhirnya menjadi anomali, dimana grafik negative ini kami twist menjadi grafik positive dengan kami membentuk perkumpulan berbadan hukum bernama Forum Backstagers Indonesia,” katanya.

Peningkatan status pandemic selalu disikapi dengan penyesuaian protokol kesehatan pada sebuah kegiatan yang dilakukan, kewajiban jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan check suhu tubuh sudah menjadi standar. Termasuk pada kegiatan munas kemarin yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan.

“Konsentrasi diawal terbentuk ini akan kami mulai dengan pembentukan DPD – DPD diseluruh proponsi di Indonesia, dan melakukan segera Musyawarah Kerja Nasional guna mempercepat seluruh program kerja kami,” pungkasnya.

 

BERITA TERKAIT

6 Kawah Berpemandangan bak Lukisan di Indonesia

Setelah erupsi pada Jumat (29/7), masyarakat masih diminta tak mendekati Gunung Tangkuban Parahu. Kegiatan wisata baru bisa kembali dilaksanakan setelah…

Jangan Lupa Registrasi Online Sebelum Wisata ke Raja Ampat

Sejak akhir November 2020, kawasan Raja Ampat sudah kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan. Di masa pandemi virus Corona ini, turis…

Pilihan Kegiatan Wisata di Kabupaten Tasikmalaya

Bagi yang sedang mencari objek wisata alam, Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi pilihannya. Ingat, Kabupaten Tasikmalaya berbeda dengan Kota Tasikmalaya. Kabupaten…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

6 Kawah Berpemandangan bak Lukisan di Indonesia

Setelah erupsi pada Jumat (29/7), masyarakat masih diminta tak mendekati Gunung Tangkuban Parahu. Kegiatan wisata baru bisa kembali dilaksanakan setelah…

Jangan Lupa Registrasi Online Sebelum Wisata ke Raja Ampat

Sejak akhir November 2020, kawasan Raja Ampat sudah kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan. Di masa pandemi virus Corona ini, turis…

Pilihan Kegiatan Wisata di Kabupaten Tasikmalaya

Bagi yang sedang mencari objek wisata alam, Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi pilihannya. Ingat, Kabupaten Tasikmalaya berbeda dengan Kota Tasikmalaya. Kabupaten…