Laba Bersih Sido Muncul Tumbuh 10,78%

NERACA

Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap rencana binsis dan termasuk kinerja keuangan emiten. Namun tidak dengan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul yang masih mencatatkan kinerja positif di kuartal tiga 2020. Perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemari menyebutkan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 2,25 triliun hingga kuartal III-2020 atau meningkat 6,13% dari realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 2,12 triliun.

Peningkatan pendapatan berimbas terhadap pertumbuhan laba bersih perseroan mencapai 10,78% dari Rp 578,44 miliar menjadi Rp 640,80 miliar hingga kuartal III-2019. Sebagian besar pendapatan perseroan ditopang penjualan segmen jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 1, 44 triliun atau meningkat 1,4% dari periode sama tahun lalu Rp 1,42 triliun. Segmen makanan dan minuman tercatat sebesar Rp 722,18 miliar, naik 18,77% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 608,02 miliar.

Penjualan pada segmen farmasi menyumbang sebesar Rp 92,83 miliar atau bertumbuh 0,56% dari sebelumnya sebesar Rp 92,31 miliar pada periode sama tahun lalu. Perseroan juga berhasil menekan beban penjualan dan pemasaran menjadi sebesar Rp 305,34 miliar, turun 1,21% dari sebelumnya sebesar Rp 309,08 miliar. Beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 181,96 miliar, atau menyusut 3,68% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 188,92 miliar.

Kemudian dari sisi neraca, total aset Sido Muncul sampai dengan September 2020 mencapai sebesar Rp 3,69 triliun atau naik 4,82% dibanding total aset pada akhir Desember 2019 sebesar Rp 3,52 triliun . Total aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp 1,92 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 1,77 triliun. Sedangkan kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 1,02 triliun, naik 18,86% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 864,82 miliar Total liabilitas tercatat sebanyak Rp 394,95 miliar hingga kuartal tiga 2020, turun 15,03% dari sebelumnya sebesar Rp 464,85 miliar pada akhir Desember 2019. Total liabilitas terdiri atas liabilitas jangka panjang sebesar Rp 68,27 miliar dan liabilitas jangka pendek sebesar Rp 326,67 miliar.

Sebagai informasi, hingga akhir tahun ini, SIDO menargetkan laba bersih tumbuh 10% dan pendapatan tumbuh single digit. Direktur Keuangan SIDO, Leonard pernah bilang, pasar domestik masih menjadi target pemasaran, lantaran pasar ekspor yang masih terdampak Covid-19. "Tujuan domestik masih akan menjadi pendorong utama untuk sisa tahun ini, target juga ekspor namun karena beberapa negara lockdown mesti bersabar," katanya.

Kendati perseroan menargetkan ekspor bisa menyumbang kontribusi 2% dalam pendapatan perusahaan tahun ini, namun tiga negara tujuan ekspor yakni Malaysia, Nigeria dan Filipina masih menerapkan lockdown, sehingga menghambat ekspor. Meskipun demikian, perseroan mulai menjajaki pasar ekspor jamu ke Arab Saudi. Di sisi lain, untuk menarik minat investor, SIDO juga melakukan pemecahan lembar saham ( stock split) dengan rasio 1:2. Dengan melakukan stock split, maka otomatis jumlah saham SIDO yang beredar menjadi berlipat.

 

BERITA TERKAIT

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Uni Charm Optimis Ada Kenaikan Penjualan

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini terkoreksi, namun hal tersebut tidak membuat optimisme emiten…

Laba Temas Line Menyusut Tajam 94,93%

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Temas Tbk (TMAS) atau Temas Line membukukan laba bersih Rp5,095 miliar atau anjlok 94,93% dibanding priode yang…

Fitch Naikkan Peringkat Utang APLN Jadi CCC-

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dari C menjadi…