Pemerintah Fokus Wujudkan Ekosistem Inovasi Industri 4.0

Bandung - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya untuk membuat terobosan baru dengan memanfaatkan konektivitas teknologi di sektor industri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mendorong balai-balai binaannya yang tersebar di seluruh Indonesia agar bisa bertransformasi menjadi unit kerja yang lebih inovatif. Hal ini sejalan dengan implementasi industri 4.0 untuk menyiasati adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19.

NERACA 

Hal tersebut merupakan salah satu bahasan utama pada Focus Group Discussion tentang Ekosistem Inovasi Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin di Balai Besar Tekstil Bandung. FGD tersebut dihadiri langsung Kepala BPPI Kemenperin, Doddy Rahadi beserta jajaran dan juga para pimpinan satuan kerja dari balai industri di lingkungan Kemenperin.

Doddy menyampaikan, balai industri yang dimiliki oleh Kemenperin saat ini dianggap sebagai lembaga terdepan dalam menerapkan inisiatif peta jalan Making Indonesia 4.0. “Upaya ini akan terus kami kembangkan untuk menyosialisasikan, menciptakan dan testing solusi industri melalui jasa konsultasi, jasa sertifikasi, jasa pelatihan dan jasa pemanfaatan teknologi yang berkelanjutan,” tutur Doddy.

Dalam rangka mewujudkan ekosistem inovasi industri 4.0, lanjut Doddy, pihaknya telah menyusun panduan tentang Learning Factory Industri 4.0 dan assessment Technoware, Infoware, Humanware, dan Organware (THIO) sebagai tools yang digunakan oleh Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri dalam meningkatkan pelayanan kepada dunia usaha dengan memanfaatkan penerapan teknologi industri 4.0.

Artinya, Learning Factory Industri 4.0 merupakan sebuah platform yang memuat metode penerapan industri 4.0 bagi perusahaan manufaktur di tanah air dengan melibatkan pemerintah sebagai pembuat kebijakan yang senantiasa mendukung kemajuan sektor perindustrian di Indonesia.

 “Tingkat keberhasilan Learning Factory Industri 4.0 tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, akan tetapi harus diukur juga dari keuntungan intangible, seperti jumlah industri yang menerapkan industri 4.0, jumlah SDM yang up skilling, jumlah teknologi tepat guna, dan jumlah paten yang dihasilkan,” jelas Doddy.

 Sehingga menurut Doddy, Untuk mendukung balai dalam membuat Learning Factory Industri 4.0, Kemenperin juga telah melakukan assessment THIO untuk melihat sejauh mana kondisi kesiapan teknologi, SDM, serta sistem informasi dan organisasi yang dimiliki.

“Identifikasi kendala dan pain point yang dihadapi merupakan hal yang sangat penting karena akan menjadi landasan rekomendasi untuk membuat demonstrasi dalam pemanfaatan teknologi industri 4.0, salah satunya adalah ketersediaan jaringan koneksi dan fasilitas digital yang mendukung,” papar Doddy.

Maka, Doddy mengakui, pemanfaatan teknologi industri 4.0 menjadi bagian yang vital dalam proses transformasi digital.

Bahkan juga mengingatkan bahwa tanpa disadari saat ini industri sudah menunggu solusi dari pemerintah terkait contoh sukses pemanfaatan teknologi industri 4.0 “Sebab, teknologi industri 4.0 memberikan kemudahan akses digital secara real time serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan manufaktur,” ungkap Doddy.

 

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sinergi dan kolaborasi antar pihak berperan penting dalam implementasi industri 4.0 sesuai program prioritas Making Indonesia 4.0.

Hasilnya, program Making Indonesia 4.0 telah mendukung perusahaan industri dalam penyesuaian dengan kondisi saat ini. Di masa pandemi Covid-19, penerapan industri 4.0 memudahkan industri dalam menjalankan protokol kesehatan. “Dengan menjalankan digitalisasi, perusahaan dapat mengatur proses kerja maupun SDM-nya dan tetap produktif,” papar Agus.

Lebih lanjut, kata Agus, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga aktif menjalin koordinasi dan membangun jejaring kerja sama antar stakeholders untuk mempercepat transformasi industri 4.0. Dalam hal ini, Kemenperin telah menginisiasi ekosistem industri 4.0 yang disebut Ekosistem Indonesia 4.0 (SINDI 4.0).

Seperti diketahui pada tahun 2020, Balai Besar Tekstil merupakan satu dari enam satker di bawah BPPI yang mulai mengimplementasikan program Learning Factory yang digagas Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika.

 Saat ini, Kemenperin aktif menjalin koordinasi dan membangun jejaring kerja sama antar stakeholders untuk mempercepat transformasi industri 4.0. Dalam hal ini, Kemenperin telah menginisiasi ekosistem industri 4.0 yang disebut Ekosistem Indonesia 4.0 (SINDI 4.0) sebagai wadah saling bersinergi dan berkolaborasi, baik pemerintah, perusahaan kawasan, pelaku industri, akademisi dan lembaga litbang, technical provider, konsultan dan tentunya pelaku keuangan.

 

 

BERITA TERKAIT

Indonesia Gagas Penguatan Ekonomi Halal

NERACA Bali - Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) berhasil mencetak ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor. Capaian ini melampaui…

Sekolah Kemenperin Siap Produksi Ventilator

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut mendorong produksi ventilator yang akan dimanfaaatkan sebagai alat bantu…

Transformasi Industri 4.0 Permudah Sektor Manufaktur

Jakarta - Penerapan industri 4.0 merupakan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur di tanah air agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah selaku…

BERITA LAINNYA DI Industri

Indonesia Gagas Penguatan Ekonomi Halal

NERACA Bali - Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) berhasil mencetak ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor. Capaian ini melampaui…

Sekolah Kemenperin Siap Produksi Ventilator

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut mendorong produksi ventilator yang akan dimanfaaatkan sebagai alat bantu…

Transformasi Industri 4.0 Permudah Sektor Manufaktur

Jakarta - Penerapan industri 4.0 merupakan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur di tanah air agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah selaku…