Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Didorong

Bintan – Berbagai cara terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, dapak dari adanya virus Covid-19. Salah satunya yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui kebijakan strategis bidang ekonomi untuk mengatasi pandemi Covid-19.

NERACA

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) mengungkapkan bahwa saat ini, pemerintah memerlukan pemikiran-pemikiran strategis, khususnya dalam rangka memulihkan perekonomian nasional.

Hal ini karena pandemi Covid-19 telah berdampak pada ekonomi global. Perekonomian Indonesia tidak dapat terhindar dari dampak pandemi Covid-19 ini. Namun demikian, secara kumulatif selama Januari—Agustus 2020 neraca perdagangan masih menunjukan surplus sebesar USD 11,1 miliar.

“Surplus neraca perdagangan tersebut dihasilkan dari surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 15,2 miliar dan defisit migas sebesar USD 4,2 miliar,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, menurut Agus untuk perdagangan dalam negeri, secara nasional harga rata-rata barang kebutuhan pokok (bapok) relatif stabil dan cenderung turun. Hal ini tergambar dari deflasi yang terjadi pada kelompok makanan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistis (BPS), kelompok tersebut mengalami deflasi pada Agustus 2020 dan turut menyumbang deflasi. Sedagngakan, berdasarkan pantauan Kemendag, harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok pada 21 September 2020 umumnya relatif stabil dibanding bulan sebelumnya, di antaranya beras medium, minyak goreng, tepung terigu, daging ayam ras, dan cabe rawit merah.

“Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti beras premium, gula pasir, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan bawang merah. Untuk pasokan, secara umum stok bapok masih mencukupi dan akan terus dipantau,” terang Agus.

Lebih lanjut, Agus pun mengatakan, guna untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), pada 16 September 2020 Kemendag telah melakukan peluncuran “Kampanye Pernak Pernik Unik Bangga Buatan Indonesia Kementerian Perdagangan” secara virtual di Jakarta.

Selain itu, Kemendag juga melakukan beberapa kegiatan dalam rangka mendukung gerakan nasional ‘Bangga Buatan Indonesia’. Kegiatan tersebut terdiri atas Peluncuran Virtual Expo, Peluncuran Gerobak Dagang Digital, Peluncuran Lomba Video Pernak Pernik Unik, Peluncuran Situs Web Bangga Buatan Indonesia Kemendag, serta Peluncuran Video Pemasaran Online.

Adapun, terkait penyerapan anggaran, hingga September 2020, realisasi anggaran Kemendag tercatat sebesar Rp1,69 triliun atau 57,95 persen dari total pagu Rp2,92 triliun. Ahingga diproyeksikan penyerapan anggaran Kemendag sampai dengan akhir 2020 mencapai lebih dari 95 persen.

Sedangkan, untuk penanganan Covid-19, Kemendag telah melakukan re-focusing dan optimalisasi anggaran sebesar Rp47,33 miliar.

“Pada tahap I Kemendag melakukan optimalisasi anggaran sebesar Rp16,23 miliar, hingga saat ini sudah terealisasi sebesar Rp10,81 miliar atau 66,64 persen. Sementara pada tahap II Kemendag merealokasi anggaran sebesar Rp31,1 miliar untuk 176 ribu pedagang pasar rakyat kabupaten/kota berupa bantuan partisi, pelindung wajah, hand sanitizer, masker, bak cuci tangan bagi pedagang dan pengelola pasar rakyat,” papar Agus.

Agus menambahkan, khusus sektor ritel Kemendag telah melakukan beberapa langkah strategis, baik untuk memulihkan perdagangan luar negeri maupun perdagangan dalam negeri.

Kebijakan tersebut di antaranya penguatan kebijakan fasilitasi dan promosi ekspor dan pengendalian impor, menjaga ketersediaan bahan pokok salah satunya melalui penugasan impor, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok ke masyarakat, serta melakukan deregulasi kebijakan terkait pangan.

Selain itu, untuk ritel modern Kemendag mendorong diberikannya insentif pajak dan keringanan biaya sewa. “Kemendag secara terus-menerus melakukan pemantauan ketersediaan stok, pengawasan bapok, serta komunikasi dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah. Diharapkan perdagangan dan perekonomian Indonesia dapat segera pulih kembali,” jelas Agus.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku etua Komite PC PEN mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu yang sektor yang harus segera didorong untuk pemulihan.

“Selain banyak ekonomi daerah yang bergantung, sektor pariwisata juga dapat menyerap tenaga kerja. Bahkan, jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata terus naik sejak tahun 2010. Untuk itu, sejumlah strategi dan program pun dirumuskan,” jelas Airlangga.

Sekedar catatan, Rakorpim ini bertujuan untuk membahas program strategis penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Rakorpim diikuti oleh Komite PC PEN dan para pimpinan kementerian/lembaga terkait.

 

BERITA TERKAIT

UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM Dalam Rantai Pasok

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) optimis bahwa UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi koperasi usaha mikro…

Ditengah Pandemi UMKM Wajib Didorong

NERACA Jakarta - Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi Covid-19, para pelaku usaha kecil dan menengah…

Bersinergi Mempromosikan Poduk Lokal

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng seluruh diaspora Indonesia di luar negeri untuk ikut mempromosikan produk buatan lokal. Salah satunya,…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM Dalam Rantai Pasok

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) optimis bahwa UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi koperasi usaha mikro…

Ditengah Pandemi UMKM Wajib Didorong

NERACA Jakarta - Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi Covid-19, para pelaku usaha kecil dan menengah…

Bersinergi Mempromosikan Poduk Lokal

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng seluruh diaspora Indonesia di luar negeri untuk ikut mempromosikan produk buatan lokal. Salah satunya,…