Medco Energy Raup Dana Rp 1,87 Triliun

NERACA

Jakarta- Dibalik sentimen negatif pandemi Covid-19, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil menyelesaikan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 1,87 triliun. Rights issue ini memperkuat modal kerja perseroan di tengah harga minyak yang rendah akibat pandemi.

Medco telah menggelar penawaran sebanyak 7,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Jumlah itu setara 41,85% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Aksi korporasi ini berlangsung selama 8-24 September 2020. Setelah rights issue, jumlah saham beredar perseroan menjadi 25,06 miliar saham.

PT Medco Daya Abadi Lestari sebagai pengendali 50% saham Medco Energi menyerap 3,58 miliar saham baru atau setara Rp 895,98 miliar. Sementara, Diamond Bridge Pte Ltd sebagai pemegang 21,38% saham Medco mengambil 1,53 miliar saham baru atau setara Rp 383,06 miliar.

Dana segar dari rights issue akan digunakan untuk modal kerja perseroan, beserta anak usaha, yaitu Medco E&P Natuna Ltd, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Indonesia, PT Medco E&P Rimau, PT Medco E&P Malaka, PT Medco E&P Lematang, PT Medco E&P Tarakan, Medco Energi Bangkanai Ltd, Medco Energi Sampang Pty Ltd dan Ophir Indonesia (Madura Offshore) Pty Ltd.”Perseroan optimistis mempertahankan kondisi likuiditas dengan baik selama pandemi. “Alhamdullilah, kami tidak ada masalah likuiditas, strategi saat ini adalah dengan menjaga biaya produksi minyak dan gas (migas) rata-rata di bawah US$ 10 per boe,” kata Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro, seperti dikutip Investor Daily di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Medco berniat melakukan pelunasan lebih awal empat seri obligasi perseroan senilai Rp 2,7 triliun, yang akan jatuh tempo pada 2021. Perseroan terlebih dahulu akan meminta izin pemegang obligasi lewat Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang dijadwalkan pada 26-27 Oktober 2020. Empat surat utang yang akan dilunasi tersebut antara lain Obligasi Berkelanjutan III tahap II tahun 2018 dan Obligasi Berkelanjutan III tahap I tahun 2018. Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan II tahap VI tahun 2017, dan Obligasi Berkelanjutan II tahap I tahun 2016.

Sejak 2017 hingga saat ini, Medco melakukan divestasi aset secara selektif yang masuk program rasionalisasi portofolio. Semisal, pada anak usaha perseroan, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang proses divestasi telah berjalan selama 2018-2020 dengan nilai transaksi US$ 464 juta. Seperti diketahui, Medco mengakuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama (AMIV), pengendali tidak langsung 82,2% saham AMNT pada November 2016 dengan total nilai transaksi US$ 650 juta. AMNT semula dikenal dengan nama PT Newmont Nusa Tenggara, yakni operator tambang tembaga dan emas Batu Hijau seluas 25 ribu hektare di Sumbawa.

BERITA TERKAIT

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Kasus Covid-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat

Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 hingga 8.369 pada Kamis (3/12). Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah…

SOCI Bakal Beli Surat Utang US$ 140 Juta

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya di Singapura, Soechi Lines Capital Pte Ltd…

Dampak Pandemi Covid-19 - Sidomulyo Selaras Sulit Kejar Target Bisnis

NERACA Jakarta -Tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi emiten transportasi PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) karena ikut terdampak dari pandemi…