TEI ke-35 Berkonsep Virtual

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali meluncurkan pameran virtual Trade Expo Indonesia (TEI) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada pada 10–16 November 2020. Namun untuk memutus penyebaran virus covid-19 dan sesuai dengan protokol kesehatal TEI ke-35 ini dilakukan secara virtual. Adapun TEI ke-35 ini akan mengusung tema “Sustainable Trade in the Digital Era.”

NERACA

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan pameran virtual TEI ke-35 ini merupakan salah satu langkah strategis Kemendag untuk terus mendorong ekspor di tengah pandemi Covid–19.

“Dengan penerapan pembatasan fisik yang diakibatkan pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan melakukan terobosan baru dengan menggelar ajang TEI berkonsep virtual. Tujuannya, untuk terus mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk, mengembangkan jejaring bisnis dan investasi, serta menyajikan pameran produk unggulan Indonesia, terutama di masa yang penuh tantangan ini,” papar Agus.

Agus pun menjelaskan, melalui sistem daring para peserta dan pengunjung pameran virtual ini akan diberikan sajian pengalaman sebagaimana lazimnya pameran TEI sebelumnya. Para pengunjung juga tetap dapat melakukan interaksi bisnis yang berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, khususnya untuk ekspor produk dan jasa.

“Pameran virtual TEI ke–35 ini akan ditampilkan dalam bentuk game-play platform standar, yaitu tampilan rangkaian gambar tiga dimensi (3D) dengan fitur-fitur sebagaimana layaknya bermain game interaktif,” ujar Agus.

Menurut Agus, pameran virtual TEI ke–35 akan menampilkan berbagai produk ekspor unggulan, produk jasa potensial, serta peluang investasi Indonesia yang terbagi dalam lima kategori, yaitu sektor jasa; produk manufaktur; furnitur dan produk kerajinan; makanan dan minuman; serta fesyen dan aksesoris.

Promosi dan sosialisasi TEI ke–35 ke negara-negara mitra dilakukan Kementerian Perdagangan melalui kolaborasi dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk kantor perwakilan RI dan perwakilan perdagangan di luar negeri.

Selain itu, juga bekerja sama dengan pihak terkait lainnya seperti investor, importir, distributor, pedagang grosir (wholesaler), pedagang ecer (retailer), agen pembelian, serta perwakilan perusahaan asing dan domestik di Indonesia.

Agus menegaskan, Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) harus dapat berperan aktif sebagai agen pemasaran yang andal untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia. “Kita harus bisa meyakinkan calon buyer datang ke TEI untuk berbisnis dengan eksportir Indonesia. Apalagi pelaksanaan pameran secara virtual, memungkinkan lebih banyak buyers hadir dari berbagai negara,” ungkap Agus.

Agus juga menjelaskan, target penyelenggaraan TEI 2020 yaitu mendatangkan buyers secara virtual sebanyak mungkin dan bertransaksi dengan para eksportir Indonesia. Target TEI 2020 juga mencakup diversifikasi pasar yang lebih luas, khususnya pasar-pasar nontradisional seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tengah.

“Selain itu, kami juga menargetkan jumlah eksibitor mencapai 200--300 peserta dan lebih banyak pengunjung," harap Mendag.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menambahkan, TEI harus mampu berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan ekspor, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

TEI 2019 berhasil membukukan transaksi sebesar USD 10,96 Miliar atau setara Rp 153,38 triliun, meningkat 29,04% dari nilai transaksi potensial tahun 2018 yang bernilai USD 8,49 milyar. Jumlah peserta pameran (exhibitor) pada TEI 2019 sebanyak 1.500 perusahaan.

TEI 2019 juga mencatatkan jumlah pengunjung pameran sebanyak 42.796 orang dari 136 negara.

Meski begitu, perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan TEI harus dilakukan. Pertama, penyelenggara acara harus dapat menjamin kemudahan dan fleksibilitas bagi buyer potensial dalam mengakses dan berkomunikasi secara virtual dengan mitra atau calon mitra bisnis dan investor.

Kedua, pameran virtual TEI ke–35 harus menampilkan produk-produk yang spesifik dan sesuai permintaan buyer internasional.

“Perlu adanya peran aktif Atase Perdagangan dan ITPC untuk terus memantau dan memberikan rekomendasi produk-produk apa saja yang perlu ditampilkan,” kata Kasan.

Ketiga, lanjut Kasan, perlu adanya peningkatan kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan lembaga terkait yang berhubungan dengan kegiatan ekspor, seperti perusahaan jasa pengiriman barang, perbankan, dan lainnya.

“Kami berharap TEI akan selalu menjadi agenda utama seluruh buyers manca negara untuk mencari produk dan partner bisnis yang tepat. TEI ke–35 harus mampu menjadi media yang efektif untuk melakukan diversifikasi pasar maupun produk ekspor,” pungkas Kasan.

BERITA TERKAIT

Akhir 2020, HPE Tambang Sebagian Besar Menanjak

Jakarta - Hingga menuju periode akhir November 2020, harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren yang positif yang terus berlanjut…

Kontainer Langka, Ekspor Terhambat, Dunia Usaha Merugi

NERACA Jakarta - Ditengah upaya mempertahankan kelangsungan usaha akibat krisis Covid-19, saat ini para pelaku usaha kembali dihadapkan pada permasalahan…

Pertamina Menggandeng BPPT Perkuat Serapan TKDN

NERACA Jakarta - Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan produk dan jasa dalam negeri sebagai langkah nyata mendorong perekonomian nasional.…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Akhir 2020, HPE Tambang Sebagian Besar Menanjak

Jakarta - Hingga menuju periode akhir November 2020, harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren yang positif yang terus berlanjut…

Kontainer Langka, Ekspor Terhambat, Dunia Usaha Merugi

NERACA Jakarta - Ditengah upaya mempertahankan kelangsungan usaha akibat krisis Covid-19, saat ini para pelaku usaha kembali dihadapkan pada permasalahan…

Pertamina Menggandeng BPPT Perkuat Serapan TKDN

NERACA Jakarta - Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan produk dan jasa dalam negeri sebagai langkah nyata mendorong perekonomian nasional.…