Tren IHSG Kembali Menguat - OJK : Sentimen Positif Mulai Terjadi di Pasar

NERACA

Jakarta – Dihantui adanya ancaman resesi ekonomi di Asean membuat kekhawatiran pelaku pasar dan menjadi sentimen negatif di pasar. Namun demikian, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai, saat ini sudah mulai terjadi adanya sentimen positif di pasar modal baik di Indonesia maupun global.”Sentimen positif sudah mulai terjadi di pasar modal bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia. Penguatan ini lebih didorong oleh adanya investor domestik,” katanya di Jakarta, kemarin.

Wimboh menyatakan, penguatan di pasar modal didorong oleh adanya investor domestik khususnya investor ritel dan non residen yang tercatat melakukan net buy sebesar Rp1,5 triliun. Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) hingga akhir Juli terjadi net buying sebesar Rp5,06 triliun. Meski demikian, menurut Wimboh volatilitas tinggi masih terjadi di pasar modal yaitu dapat terlihat pada indeks harga saham gabungan atau IHSG yang kembali tertekan menjadi 5.006 saat awal Agustus.

Dirinya menuturkan, hal itu terjadi karena adanya beberapa faktor seperti dirilisnya data deflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan pretensi dari investor atas data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di kuartal II 2020.”Turun cukup drastis dalam waktu sehari kemarin,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wimboh mengatakan, vaksin Covid-19 yang saat ini masih dalam proses uji coba dan pengetesan turut berkontribusi dalam terciptanya ketidakpastian di kuartal-kuartal berikutnya.”Vaksin juga masih belum bisa meskipun sudah ditemukan beberapa sumber tapi masih belum bisa kita eksekusi karena masih harus di tes. Ketidakpastian masih ada,” tegasnya.

Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8) kemarin, IHSG ditutup menguat 68,78 poin atau 1,37% ke posisi 5.075. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 15,53 poin atau 2,01% menjadi 789,9.”Dari eksternal, penguatan IHSG dipicu menghijaunya indeks global seiring musim laporan keuangan dan cukup bagusnya data manufaktur," kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino.

Sedangkan dari dalam negeri, lanjut Mino, penguatan IHSG didukung meredanya kekhawatiran investor akan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 dan juga harga komoditas yang kompak menguat, kecuali batu bara. Dibuka menguat, IHSG betah berada di zona hijau sepanjang perdagangan hingga penutupan bursa saham.

Secara sektoral, sembilan sektor meningkat dimana saham pertanian naik paling tinggi yaitu 1,99%, diikuti industri dasar dan sektor manufaktur masing-masing 1,86% dan 1,75%. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor properti yaitu minus 0,21%. Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp45,18 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 659.621 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,45 miliar lembar saham senilai Rp8,52 triliun. Sebanyak 270 saham naik, 169 saham menurun, dan 136 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia sore kemarin antara lain indeks Nikkei ditutup menguat 378,28 poin atau 1,7% ke 22.573,66, indeks Hang Seng naik 488,5 poin atau 2% ke 24.946,63, dan indeks Straits Times menguat 23,7 atau 0,95 ke 2.508,61.

 

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…