Pendapatan Transcoal Pacific Turun 24,29%

NERACA

Jakarta – Pada kuartal pertama 2020, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mencatatkan penurunan pendapatan bersih sebesar 24,29% menjadi Rp 449,56 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 593,86 miliar. Begitu juga dengan raihan laba bersih turun menjadi Rp 22,12 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan, secara rinci perolehan ini terdiri atas pendapatan yang tercatat Rp 455,75 miliar, turun 24,29% dari semula Rp 601,99 miliar dan penurunan beban pajak final menjadi Rp 6,18 miliar dari sebelumnya Rp 8,13 miliar. Dijelaskan, penurunan pendapantan tersebut disebabkan oleh lebih rendahnya perolehan transportasi laut di kuartal I-2020 menjadi Rp 453,12 miliar dari semula Rp 599,47 miliar dan lain-lain yang naik menjadi Rp 2,62 miliar dari perioda sama tahun lalu yakni Rp 2,52 miliar.

Kemudian beban pokok pendatapan juga turun menjadi Rp 358,37 miliar sampai kuartal pertama 2020, dibandingkan dengan periode hingga Maret tahun lalu yang sejumlah Rp 445,25 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan terkoreksi menjadi Rp 91,19 miliar dari sebelumnya Rp 148,61 miliar. Laba sebelum pajak juga turun 74,23% atau menjadi Rp 20,34 miliar, dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya sejumlah Rp 78,95 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun menjadi Rp 22,12 miliar, dibandingkan kuartal pertama 2019 senilai Rp 73,45 miliar. Sedangkan aset perseroan hingga periode 31 Maret 2020 turun menjadi Rp 2,97 triliun, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 sebanyaak Rp 3,07 triliun. Total liabilitas juga melemah menjadi Rp 1,52 triliun dari semula Rp 1,63 triliun dan total ekuitas naik menjadi Rp 1,45 triliun dari sebelumnya Rp 1,43 triliun.

Sebagai informasi, perseroan tengah berencana mendirikan lima anak usaha baru di bidang jasa pelayaran. Pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk modal dasar masing-masing perusahaan dan modal ditempatkan, serta disetor sejumlah Rp 25 miliar. Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard Talumewo pernah mengatakan, aksi korporasi tersebut akan dilakukan melalui anak usahanya, yakni PT Kanz Gemilang Utama dan PT Sentra Makmur Lines.

Ke depannya, kedua perusahaan ini akan menjadi pemegang saham bagi lima perusahaan baru ini. Pendirian lima unit usaha ini dilakukan untuk memanfaatkan peluang perusahaan pelayaran seiring dengan akan diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendag) Nomor 82 tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk kegiatan ekspor dan impor barang tertentu.




 

BERITA TERKAIT

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…