Pasar Rakyat Tetap Harus Beroperasi

Oleh: Agus Suparmanto

Menteri Perdagangan

 

Dampak dari penyebaran virus corona itu, sangat berpengaruh kuat pada ekonomi masyarakat, baik daya beli masyarakat yang menurun maupun para pedagang pasar rakyat dan ritel yang juga melemah transaksi penjualannya.

Bukan saja omset pedagang yang menurun, tapi lebih jauh hal ini juga berimbas pada terancamnya nasib pedagang yang berhenti akan berjualan untuk sementara waktu dan sulitnya petani, nelayan dan peternak juga industri kecil untuk menyalurkan barang hasil dagangannya.

Sebab, wabah pandemi Covid-19 ini membuat jumlah pembeli yang datang ke pasar menurun cukup drastis bahkan pasar rakyat ada yang tutup. Hal ini karena berdasarkan laporan sementara dari 285 Kabupaten/Kota dijelaskan bahwa terjadi penurunan jumlah pedagang di pasar rakyat rata-rata sebesar 29%. Penurunan juga terjadi pada omset pedagang sebesar rata-rata 39% sebagai imbas dari sepinya pembeli. 

Nasib serupa juga dirasakan pelaku usaha ritel yang omsetnya turun 90% dan penurunan pasokan barang sebesar 50% sehingga dampak lebih luasnya lagi adalah para pedagang akan mengalami penurunan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai kewajibannya, seperti pembayaran pajak, sewa, listrik dan gas, cicilan pinjaman, maupun gaji pegawai.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 jumlah Pasar Rakyat di Indonesia tercatat 15.657 unit dengan jumlah pedagang sebanyak 2.818.260. Dalam tahun anggaran 2015–2019 melalui Program Nawacita Presiden Jokowi, Kementerian Perdagangan telah melakukan Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat sebanyak 5.248 unit yang didanai dari Dana Tugas Pembantuan dan Dana Alokasi Khusus.

Pencapaian tersebut telah melampaui target Program Nawacita sebanyak 5.000 unit Pasar Rakyat. Program ini akan tetap berlanjut pada periode 2020–2024 ini. Mendag Agus mengatakan, COVID-19 memberikan dampak pada sektor perdagangan, baik penurunan daya beli masyarakat maupun melemahnya transaksi dagang di pasar rakyat maupun dan ritel modern.

Untuk itu, dalam menjaga ketersedian barang kebutuhan pokok dan penting bagi masyarakat dan menghindari dampak yang lebih luas bagi melemahnya ekonomi rakyat kecil. Maka dalam hal ini pasar rakyat tetap harus beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar dan pedagang/pembeli, menerapkan physical distancing dalam optimalisasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah untuk memutuskan penebaran Covid-19.

Untuk itu akan bekerjasama dengan lintas Kementerian dan Lembaga terkait seperti Kementerian dalam Negeri, BNPB dan Satuan Tugas di Daerah, pemerintah propinsi dan kota serta Assosiasi terkait dalam memonitor pasar rakyat yang bersih dan higienis beroperasi.

Dampak COVID-19 sangat berdampak luas kepada nasib pedagang dan pelaku usaha pasar rakyat dan ritel karena omsetnya menurun akibat terjadi penurunan jumlah pembeli. Bahkan ada beberapa pasar yang tutup. Hal ini yang perlu ditangani segera agar tidak terpuruk nasib para pedagang kecil termasuk petani, nelayan, peternak dan industri kecil yang mensuplai produknya ke pasar.

 

BERITA TERKAIT

Mengurai Polemik KSPPS Ilegal

  Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Beberapa Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) di tanah air beberapa waktu…

New Normal Kebablasan

  Oleh: Sarwani Pengamat Kebijakan Publik Kehidupan masyarakat tidak akan sama lagi pasca hadirnya virus corona yang menyebabkan Corona Virus…

IKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi

Oleh: Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian Benar, bahwa perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi pemicu pertumbuhan sektor industri fesyen muslim.…

BERITA LAINNYA DI

Mengurai Polemik KSPPS Ilegal

  Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Beberapa Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) di tanah air beberapa waktu…

New Normal Kebablasan

  Oleh: Sarwani Pengamat Kebijakan Publik Kehidupan masyarakat tidak akan sama lagi pasca hadirnya virus corona yang menyebabkan Corona Virus…

IKM Berpotensi Tingkatkan Ekonomi

Oleh: Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian Benar, bahwa perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi pemicu pertumbuhan sektor industri fesyen muslim.…