Ancaman Virus Corona - Bisnis Cokelat Wahana Interfood Masih Manis

NERACA

Jakarta -Meluasnya penyebaran pendemi virus corona memberikan dampak terhadap aspek perekonomian dan termasuk bisnis PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO). Pasalnya, emiten produsen cokelat ini telah menerima beberapa permintaan penundanaan pengiriman. Namun demikian, perseroan mengklaim penyebaran virus corona atau Covid - 19 belum berdampak terhadap kelangsungan operasional perusahaan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan, pengiriman yang harusnya dikirimkan pada bulan April, terpaksa diundur menjadi bulan April dan Mei. Selain itu, perusahaan juga mendapat pembatalan pesanan pada bulan Mei yang seharusnya menjadi puncak penjualan perusahaan dalam satu tahun. Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama Reinald Siswanto, pemasok cokelat untuk JCO Donut & Coffee tersebut juga menekankan akan menjaga kelangsungan operasional perseroan serta kelancaran bahan baku.

Proses produksi hingga saat ini masih berjalan dengan normal sehingga stok dan pengiriman kepada pelanggan belum mengalami hambatan dan berjalan dengan mestinya. Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Wahana Interfood, Gendra Fachrurozi mengatakan perseroan tetap optimistis pasar cokelat masih memiliki prospek yang baik dari tahun ke tahun. Hal ini ditenggarai konsumsi cokelat per kapita di Indonesia yang masih rendah."Potensi ini lah yang menurut perseroan sebagai pintu masuk untuk menggalakkan produk-produk unggulan perseroan," kata Gendra.

Wahana Interfood menjelaskan penyebaran virus corona memang menjadi tantangan bagi COCO. Akan tetapi, pihaknya mengatakan jaringan dan hubungan COCO dengan pelanggan yang kuat dan berkembang secara terus menerus akan meopang pertumbuhan perusahaan. Selain itu, menanggapi penyebaran Covid-19 yang telah ditetapka sebagai bencana nasional, Wahana Interfood Nusantara menyatakan akan mengikuti seluruh instruksi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Secara berkala COCO melakukan pengecekan suhu badan, menyediakan hand sanitizer dan masker untuk karyawan. Pihaknya juga tidak melakukan perjalanan dinas ke dalam atau ke luar negeri, tidak menerima tamu dari luar negeri, serta melakukan social distancing sebagai upaya pencegahan. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan tumbuh 20%. Hal ini dapat dicapai dengan pembukaan jalur distribusi sendiri yang berada di wilayah Indonesia timur. Apalagi perseroan berencana untuk masuk ke dalam bidang distribusi sehingga perseroan dapat mendistribusikan produk-produknya secara mandiri.

Sayangnya Gendra tak menjabarkan lebih lanjut rencana merambah bidang distribusi tersebut. Namun ke depannya, COCO masih akan memperkuat penjualan di segmen Business to Customer (B2C) dengan program kampanye aplikasi penggunaan cokelat bubuk di di toko-toko bahan kue di kota-kota tempat distribusi perseroan.

Selain itu kata Gendra, COCO sudah mulai memanfaatkan e-commerce untuk membantu pemasaran produk kami, agar produk kami semakin di kenal oleh masyarakat luas. Soal segmen B2C, manajemen bilang sepanjang Januari - September 2019, penjualan perseroan di dominasi oleh penjualan segmen tersebut sebesar 62% dari total penjualan.

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…