Covid 19, Mendongkrak Penjualan Produk Pertanian

Jakarta - Work From Home (WFH) yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam memutus rantai penyebaran Covid 19 membuat order pembelian produk pertanian di Food Marketplace Etanee melonjak tajam.

NERACA

CEO sekaligus Founder Etanee, Cecep Wahyudin mengakui bahwa WFH membuat penjualannya meningkat tajam. "Memang sejak diberlakukannya WFH aktivitas masyarakat jadi terbatas. Tapi disatu sisi, Alhamdulillah pembelian produk pertanianya di kami meningkat tajam, traction kami khususnya dalam 5 hari terakhir ini 5-7 kali dari biasanya," ujar Cecep

Menurut Cecep, omzet pertanian yang dijualnya selama kurang dari 10 hari mencapai 4 kali lipat. Adapun produk pertanian yang sering dipesan masyarakat, meliputi buah-buahan lokal, ikan dan daging ayam. Diketahui, produk pertanian tersebut memiliki manfaat dan energi penambah daya gedor kekebalan tubuh.

"Untuk buah manggis saja 1 hari bisa habis 500 sampai dengan 1000 kilogram. Untuk daging ayam juga sama, per stockis bisa melayani 500-1000 kilogram," terang Cecep.

Meski orderannya melonjak tajam, Cecep mengaku tidak khawatir dengan stok bahan pangan. Pasalnya petani dan peternak yang dibina olehnya tersebar di wilayah Jawa Barat, seperti Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Bandung.

"Stockis kami saat ini tersebar di 18 wilayah dan 7 kota," tutur Cecep.

Sebagai informasi, etanee Food Marketplace adalah platform rantai pasok digital untuk industri pangan dan pertanian yang menghubungkan pemasok, infrastruktur logistik, penjual yang terhubung langsung secara online kepada pembeli.

Digital platform ini pun turut andil nelayan masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri dirumah terkait wabah virus corona. Etanee memberikan pelayanan pesan antar intuk produk hasil pertanian dan peternakan.

Melihat hal tersebut, Cecep menghimbau agar masyarakat tidak panik dengan stok pangan yang ada. Seharusnya masyarakat bisa mengambil pelajaran dari wabah virus yang menyebar di seluruh dunia.

"Pesan saya kepada masyarakat jangan panik, justru jadikan kondisi saat ini untuk sama-sama saling menyadari bahwa hanya tolong menolong itu kepada orang terdekat. Terbukti saat ini yang menjadi tumpuan adalah petani lokal dan juga para pengirim (logistik) produk yang menjadi penolong saat kondisi susah. Cintai produk lokal, cintai petani lokal dan gunakan aplikasi karya anak bangsa," papar cecep.

Disisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian nasional membutuhkan kontribusi dari generasi muda. Generasi muda dapat mengambil peran di peningkatan produktivitas pertanian melalui meningkatkan penerapan sains dan teknologi dalam sektor pertanian.

"Kementerian Pertanian sudah menerapkan target peningkatan produksi hingga mencapai tujuh persen untuk semua komoditas. Di sini dibutuhkan penerapan sains dan teknologi yang dapat diaplikasikan generasi muda yang sangat familiar dengan teknologi dan digital itu sendiri. Perbanyaklah turun ke lapangan agar kita tahu apa yang dihadapi oleh petani di lapangan dan bersama mencari solusinya," ujar Syahrul.

Memmang, Syahrul mengakui bahwa saat ini Kementerian Pertanian tengah fokus merealisasikan berbagai program kerja untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kesejahteraan petani.

"Sekarang kita sudah memiliki program Petani Masuk Sekolah (PMS) yang insyaallah akan kita terapkan di semua sekolah. Jadi, nantinya setelah lulus mereka sudah memiliki modal untuk usaha bertani. Kesejahteraan mereka pun pasti terjamin," ujar Syahrul.

Selain itu, kata Syahrul, Kementan juga sudah merealisasikan sebagian program Keredit Usaha Rakyat (KUR) yang didistribusikan melalui kerjasama dengan pemerintah daerah. Kata dia, program ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan jalanya usaha tani dan kesejahteraan petani.

Pembeian KUR ini dilakukan guna mendongkrak produktivitas tanaman, apapun budidayanya. Seperti diketahui pertanian bukan hanya mencangkup tanaman pangan saja, tapi juga perkebunan, hortikultura dan peternakan.

Artinya pemberian KUR selain mendorong peningkatan produksi, juga mendorong kemandirian para petani dalam mengembangkan usaha taninya.

 “Skema pembiayaan KUR tahun 2020, untuk sub sektor perkebunan dialokasikan Rp. 20,37 triliun. Dari jumlah itu, KUR komoditas kopi ditargetkan sebesar Rp. 3,96 triliun pada kegiatan hulu dan Rp. 60 milyar pada kegiatan hilir,” kata Syahrul.

Sehingga dalam hal ini Syahrul k menyerahkan KUR Kopi kepada petani kopi asal Jawa barat dengan nilai 194 juta rupiah dari Bank BNI, BRI dan Mandiri.

Usep Mulayana, perwakilan petani kopi asal Desa Simpang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut penerima KUR Kopi mengucapkan terima kasih atas bantuan permodalan yang diberikan.

“Sudah hampir 12 tahun saya menggarap kebun, luasnya dua hektar dengan jenis kopi arabika, per tahun lima ton hasilnya. Bantuan KUR ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil terutama untuk pemeliharaan. Karena setiap akan panen, kebun kami biasanya diserang penggerek batang dan semut,” ujar Usep, yang tahun ini menginjak usia 51 tahun.

 

BERITA TERKAIT

Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen…

Penyaluran Anggaran PEN Kemenkop dan UKM Gandeng Perbarindo

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) guna mengimplementasikan dan…

Pasar Rakyat di Era New Normal

NERACA Boyolali – Meskipun beberapa pasar rakyat sudah ada yang dibuka tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen…

Penyaluran Anggaran PEN Kemenkop dan UKM Gandeng Perbarindo

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) guna mengimplementasikan dan…

Pasar Rakyat di Era New Normal

NERACA Boyolali – Meskipun beberapa pasar rakyat sudah ada yang dibuka tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran…