Gelombang Toko Ritel Tutup Bakal Berlanjut di 2018

NERACA

Jakarta – Lembaga Konsultan Properti Colliers International memprediksi tren penutupan gerai di pusat perbelanjaan akan berlanjut pada 2018 seiring berubahnya pola konsumsi kelas menengah pada pemenuhan waktu luang "leisure" atau rekreasi daripada berbelanja. Colliers memprediksi investasi ritel asing akan mengikuti pola perubahan konsumsi masyarakat.

Senior Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto, menyebutkan, setidaknya ada delapan gerai perbelanjaan yang tutup pada 2017 dan tren penutupan akan berlanjut sampai kuartal 1-2018. Namun, okupansi atau tingkat hunian pada 2018 diprediksi hanya turun 1 persen dari 2017. "Tahun 2018 walaupun tidak ada mal baru, proyeksi okupansi hanya turun 1 persen karena ada pertukaran di situ, misalnya Debenhams tutup diganti dengan Matahari," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/1).

Oleh karena itu, investasi di sektor makanan dan minuman di Indonesia pada 2018 akan semakin marak. Sebaliknya, investasi ritel bidang fesyen dan aksesoris akan menurun. Ada pun pada 2017, delapan gerai perbelanjaan yang tutup adalah Keris Gallery di Puri Indah Mall, Debenhams di dua pusat perbelanjaan (Senayan City dan Lippo Mall Kemang), Metro di Pacific Place, Matahari di tiga tempat (Pasaraya Blok M, Pasaraya Manggarai dan Mall Taman Anggrek) serta Ramayana di Blok M Mall.

Colliers, sebagaimana disalin dari Antara, memproyeksi hanya satu pusat perbelanjaan yang selesai dibangun dan menambah 60 ribu meter persegi untuk ruang ritel pada 2018. Sementara itu di daerah luar Jakarta, dua pusat perbelanjaan diperkirakan selesai dan menambah ruang ritel sekitar 110 ribu meter persegi pada 2018.

Pada 2018-2020, enam pusat perbelanjaan dijadwalkan selesai dibangun dengan tambahan ruang ritel sekitar 325 ribu meter persegi. Pada 2018, peritel hanya terbatas pada satu mall yang ditawarkan yakni New Harco Glodok dengan ruang yang cukup besar untuk dijual.

Saat ini, ada sekitar 3,2 juta meter persegi ruang ritel untuk disewakan dari 91 mall, dibandingkan dengan untuk dijual sebesar 1,4 juta meter persegi dari 38 pusat perbelanjaan "trade center". Colliers juga mengantisipasi kenaikan biaya sewa rata-rata sebesar 1,5 sampai 2 persen, namun biaya rata-rata layanan cenderung tumbuh sekitar 10 sampai 12 persen pada 2018.

Dari kalangan pengusaha, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey, mengatakan, pada tahun 2018, gerai ritel yang tutup diperkirakan lebih besar daripada tahun sebelumnya. Dalam catatan Aprindo, bila di 2017 sekitar 30 toko-40 toko yang tutup, maka tahun 2018 ini ada kemungkinan bisa lebih banyak sedikit. “Bisa sekitar 40-50 toko yang akan relokasi sama reformat bisnisnya,” kata dia.

Roy juga menerangkan, 80% penutupan karena relokasi, sementara 20% karena ingin mengubah format bisnis. Selain itu, Roy mengatakan, saat ini konsep yang cocok diterapkan oleh pebisnis ritel adalah mixed use atau campuran karena melihat pola konsumsi masyarakat yang berubah itu. "Sekarang formatnya mungkin dengan ada beberapa yang mengecilkan atau downsize ukuran toko, kemudian karena di-downsize ada yang kosong kan (space)," tambah Roy.

Pada kesempatan lain, Wakil Ketua Umum Aprindo Tutum Rahanta mengungkapkan, penutupan toko ritel akan berlanjut. Menurut Tutum, tutupnya sejumlah toko ritel, bukan hanya karena ada toko online, melainkan juga karena perubahan perilaku di masyarakat saat ini yang memilih mengerem belanja.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, daya beli masyarakat tidak mengalami permasalahan berarti hingga menyebabkan beberapa ritel menutup gerainya. Menurut Mendag, adanya penutupan gerai pada sebuah mal adalah hal yang biasa dalam bisnis ritel.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengaku pasrah dengan banyaknya gerai ritel modern yang tutup dalam setahun belakangan. Penutupan tersebut terjadi karena besarnya arus digitalisasi. Darmin mengungkap, 5 tahun lalu pertumbuhan sektor ritel dan perdagangan 12,5 persen per tahun. Namun sekarang angka tersebut jadi turun ke 10,5 persen per tahun. munib

BERITA TERKAIT

Masyarakat Antusias Ramaikan Pawai Obor Asian Games 2018

  Oleh : Rizki Aditya, Mahasiswa Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Pertandingan Asian Games menjadi acara yang dinantikan pada 18 Agustus…

Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen

Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen  NERACA Serang - Perekonomian Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada triwulan…

COMBIPHAR TENNIS OPEN 2018

Presiden Direktur Combiphar Michael Wanandi (ketiga kiri) dan Ketua Umum PP PELTI Rildo Ananda Anwar (ketiga kanan) bersama atlet tenis…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Akademisi: 'Permainan' Pedagang Atas Lonjakan Harga Telur

NERACA Jakarta - Penyebab melonjaknya harga bahan pangan, seperti telur ayam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dapat terjadi…

KURS RUPIAH MELESAT HINGGA Rp 14.442 PER US$ - BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25%

Jakarta-Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate-7DRRR) tetap 5,25%. Sementara itu, nilai…

Perundingan Dagang Indonesia-UE Bahas Isu Khusus

NERACA Jakarta – Perundingan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif atau "comprehensive economic partnership agreement" (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa…