Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA

Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi Selatan sepanjang Oktober 2017 masih terpusat di Makassar.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Regional 6 OJK Sulampua, Andi Muhammad Yusuf mengatakan, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel memang Kota Daeng sebagai penyumbang terbesar sebanyak 9.883 investor saham.”Berdasarkan kabupaten/kota, investor di Sulsel masih terkonsentrasi di Makassar dengan jumlah sebanyak 9.883 investor," ujarnya di Makassar, Kamis (14/12).

Sementara disusul kemudian Kabupaten Gowa (648 investor), Kota Palopo (350 investor), Parepare (266 investor), Kabupaten Luwu Timur ( 254 investor), Kabupaten Maros (223 investor), Tana Toraja (204 investor), dan Kabupaten Bone sebanyak 202 investor. Selanjutnya Kbaupaten Pinrang (176 investor), Pangkep dan kepulauan (138 investor), Bulukumba ( 118 investor), Kabupaten Barru (111 investor), Kabupaten Luwu (110 investor), Soppeng (89 investor).

Serta disusul kemudian Kabupaten Luwu Utara (86 investor), Kabupaten Takalar (85 investor), Kabupaten Sidenreng Rappang (83 investor), Enrekang (71 investor), Kabupaten Bantaeng (71 investor), Jeneponto (67 investor saham), dan Kabupaten Sinjai dengan 51 investor saham.”Berdasarkan jenis investasi, jumlah investor di Sulsel terbanyak pada pasar saham sebanyak 8.501 investor, pasar reksadana 5.695 dan pasar SBN ebanyak 1.986 investor," jelasnya.

Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK, Luthfy Zain Fuady sebelumnya mengatakan, jika keterbatasanperusanaan efek salah satu penyeba kurang maksimalnya perkembangan investasi saham di Sulsel. Menurut dia, di Kota Daeng sesuai data Juli baru memiliki 14 perusahaan efek yang tentu jauh dibandingkan dengan Jakarta yang mempunyai perusahaan sebanyak 115.”Memang ada kesenjangan antara yang minat investasi dan tempat mereka berinvestasi. Untuk Makassar baru memiliki 14 perusahaan efek yang artinya hanya itu pilihan yang dimiliki untuk bisa berinvestasi saham langsung dari Makassar," ujarnya.

Untuk itu, OJK mendorong agar pihak terkait bisa melebarkan sayap dan melibatkan lebih banyak pihak termasuk dari para jasa keuangan untuk memenuhi kebutuhan investasi saham dari masyarakat khususnya di Makassar.”Kita juga tahu bukan hanya orang tidak tahu cara berinvestasi saham namun aksesnya sulit ke pasar. OJK sudah berusaha untuk mendekatkan calon investor dengan pasarnya. Beberapa kebijakan telah ditempuh misalnya dikeluarkan peraturan OJK tentang agen perusahaan efek,”jelasnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Tahun Politik Diklaim Aman untuk Investasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi politik di Indonesia stabil dan…

Jabar Buka Delapan Peluang Investasi 2018

Jabar Buka Delapan Peluang Investasi 2018 NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Jawa Barat…

Investasi dan Iklim Sospol

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Pernyataan SN dalam persidangan kasus e-ktp terkait nama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…