Terganjal Banyak Masalah, IPO Semen Baturaja Makin Tidak Jelas

Dijadwal Ulang Kuartal Tiga

Rabu, 25/01/2012

NERACA

Jakarta – Niat pemerintah untuk melepaskan saham PT Semen Baturaja ke pasar modal memberikan ketidak pastian bagi investor. Pasalnya, jadwal untuk segera melantai di bursa terus ditunda-tunda dari rencana awal masuk bursa 2010 lalu, diundur semester I-2012 dan terus diundur kembali menjadi kuartal ketiga.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Semen Baturaja, Zulfikri Subli, mundurnya jadwal IPO karena masih terganjal masalah di rekening dana investasi (RDI) dan sewa lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI serta PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II, “Proses penyelesaian dengan KAI di Palembang, Sumatera Selatan serta Pelindo II di Panjang, Lampung, secara perusahaan sudah setuju 90%. Sekarang tinggal menunggu tindak lanjutnya, apakah kita (Semen Baturaja) akan menyewa dalam jangka panjang atau alih kelola,” katanya kepada Neraca di Jakarta, Selasa (24/1).

Dia menjelaskan, untuk pabrik penggilingan di kedua wilayah ini sudah berdiri sejak 30 tahun silam namun sebanyak 60% dari total kapasitas milik Semen Baturaja. Selain itu, masalah lain molornya jadwal IPO juga terganjal masalah RDI yang wajib setor ke pemerintah. Namun, Zukfikri mengklaim bahwa soal RDI tinggal pelaksanaan atau eksekusinya saja kepada pemerintah, dalam hal ini Komite Kebijakan Kementerian Keuangan.

Diakuinya, untuk pelaksanaan IPO tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa, baru memberikan arahan setelah adanya kejelasan status tanah pabrik di kedua wilayah itu. “Kami yakin dua masalah ini akan secepatnya clear dan pada Agustus 2012 Semen Baturaja akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI),” tegasnya.

Bahkan, Deputi Kementerian BUMN bidang Restrukturisasi dan Privatisasi, Pandu Djayanto, membantah jika jadwal IPO Semen Baturaja disebut mundur. Dia menegaskan kalau pelaksanaan IPO anak usaha PT Semen Gresik Tbk (SMGR) tersebut karena melihat waktu (timing) yang tepat. “Kita melihat dan optimis IPO Semen Baturaja selambat-lambatnya akan dilakukan pada triwulan III tahun ini," ungkap dia, kemarin.

Belum Siap

Sementara menurut Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Budi Frensidy menuturkan bahwa pengunduran IPO Semen Baturaja dikarenakan adanya masalah kesiapan yang belum terpenuhi dan masalah dalam laporan keuangannya. Dengan demikian, lanjut Budi, IPO Semen Baturaja ini memang sebaiknya diundur. Pasalnya, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk perseroan masuk pasar karena belum siap.

Maka tidak heran, dirinya menilai wajar saja jika IPO Semen Baturaja selalu molor dari apa yang ditargetkan. Maklum saja, IPO Semen Baturaja telah diwacanakan sejak 2010. “Kalau kemarin kan, alasannya momen ekonomi sedang tidak bagus. Untuk tahun ini harus menunggu keluarnya laporan keuangan akhir tahun 2011. Biasanya akhir Maret 2012, dan kita lihat, sesuai harapan atau tidak serta memungkinkan untuk IPO atau diundur lagi,” tegas dia.

Senada dengan Budi, Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada menilai, IPO Semen Baturaja terkendala dua faktor yang mengakibatkan Semen baturaja hingga saat ini terjegal langkahnya untuk IPO. Pertama, belum adanya kepastian mengenai besaran harga untuk Semen Baturaja yang diputuskan penjamin emisi dan pihak internal sendiri.

"Sebenarnya proses penetapan harga ini juga ada campur tangan Kementerian BUMN. Jika pihak internal setuju dengan ketetapan harga dari penjamin emisi, belum tentu pemerintah menyetujuinya. Padahal, kami (pihak penjamin emiten) sudah menetapkan harga dengan berbagai faktor di lapangan," tegas Reza.

Faktor berikutnya, sambung dia, yakni permasalahan terdapat pada manajemen internal perseroan itu sendiri. Untuk memasuki tahap IPO, perusahaan yang menjadi emisi Semen Baturaja wajib memperbaiki kinerja, rencana ke depan beserta laporan keuangan sesuai standar keuangan berlaku. Ini syarat mutlak yang belum dipenuhi mereka. "Jadi, jika nanti sudah dilepas ke pasar dengan penetapan harga yang disepakati, Semen Baturaja bisa menarik lebih banyak investor,” tukas dia.

Tolak IPO

Di tempat terpisah, Yanuar Rizki justru memiliki pendapat berbeda. Pengamat pasar modal ini secara tegas menolak IPO Semen Baturaja karena sudah ada induk perusahaannya sendiri. “Semen Gresik kan holdingnya. Harusnya bisa mengambil saham (Semen) Baturaja, sehingga tak perlu IPO. Apalagi, Semen Gresik juga sudah IPO lebih dahulu,” kata dia kepada Neraca, kemarin.

Selain itu, sambung Yanuar, sudah saatnya sesama perusahaan pelat merah harus bisa saling membantu dan saling bersinergi. Managing director lembaga pasar modal independen, AirInti, ini mengaku heran arah dan tujuan dari pelaksanaan IPO Semen Baturaja tersebut.

Yanuar juga meminta pemerintah agar keluar dari mainstream ketergantungan pada asing. Terutama karena pasar tidak lepas dari faktor supply dan demand, sehingga tidak boleh didikte pasar. “Ini bisa berbahaya. Sebab pendiktean bisa memicu korupsi melalu mekanisme pasar,” tandasnya.

Sebagai informasi, Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan, berdasarkan rapat pimpinan (rapim) BUMN diputuskan, tiga BUMN dan tiga anak usaha BUMN akan melantai di BEI. Mereka ini adalah PT Semen Baturaja, PT Pegadaian, PT Waskita Karya, PT Geothermal Energy, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, dan PT Garuda Maintenance Facility.

Dahlan menyebutkan kalau BUMN yang akan melaksanakan IPO di semester I-2012, yakni PT Semen Baturaja. Sedangkan, sisanya baru bisa dilaksanakan pada semester kedua. Sementara PT Waskita Karya yang sempat disebut-sebut akan melantai pada tahun ini masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan.

Kementerian BUMN akan melepas 30% saham Semen Baturaja ke publik. Dalam IPO tersebut, target dana dari aksi korporasi ini sebesar Rp 1 triliun. Terkait BUMN sekuritas yang menjadi penjamin emisi IPO, Kementerian BUMN memastikan tidak ada perlakuan khusus untuk PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Meskipun begitu, harus diakuinya kalau IPO Semen Baturaja memakan waktu panjang.