Merentang Sejarah Berinvestasi

Sabtu, 14/01/2012

Neraca.Kegiatan investasi bermula dari tuntutan perkembangan perekonomian atas terjadinya revolusi industri di Eropa pada periode tahun 1970, investasi tersebut dilakukan oleh modal swasta, yang seiring dengan kemajuan tehnologi serta kebutuhan bahan mentah yangmeningkat, mereka berlomba mencari daerah koloni atau jajahan di seputar Asia dan Afrika.

Kegiatan investasi tersebut terhenti, dan perekonomian Eropa hampir ambruk ketika meletus perang dunia II,karena negara negara di Eropa menderita kerusakan dari segi bangunan bangunan industri dan pabrik, serta fasilitas umum dan fasilitas usaha yang terbilang cukup parah, sehingga diperlukan investor “asing” untuk memulihkan kondisi tersebut, dalam hal ini Amerika adalah negara investor “asing” yang mampu membangkitkan perekonomian Eropa.

Makanya Secara fundamental, negara – negara seperti Amerika Serikat dan Eropa selalu memiliki keunggulan dalam hal kepastian hukum, kualitas sumber daya manusia, dan infrastruktur investasi yang luar biasa. Artinya, investor tidak akan terlalu khawatir dengan berbagai risiko investasi, mereka hanya perlu mendapatkan dukungan dari pemerintahan negara-negara tersebut untuk memetik keuntungan seperti yang mereka inginkan.

Pada periode tahuh 1760 di Eropa dikenal adanya istilah, “Revolusi Industri,” karena pada saat itu merupakan periode maraknya penemuan dan berkembang tehnologi pembuatan mesin-mesin penggerak , yang sekaligus dapat diterapkan dalam pembuatan pabrik maupun angkutan umum. Revolusi Industri tersebut bermula dari Inggris, kemudian menyebar ke daratan Eropa, sampai kemudian pada tahun 1860 merambah sampai ke Amerika.

Arus modal masuk di pasar modal dan pasar uang sifatnya selalu seperti jinak-jinak merpati. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan harus memahami perilaku dari jinak-jinak merpati. Bila tidak, maka merpati-merpati itu akan terbang ke Amerika Serikat dan Eropa untuk menikmati makanan dengan risiko yang minimal. Pembuat kebijakan harus cerdik untuk menahan merpati-merpati itu agar tetap suka tinggal dan menikmati makanan yang disajikan

Perilaku seorang investor, sering sekali dengan pengetahuan yang sangat minim, seorang investor sudah berani berinvestasi dan menempatkan sejumlah uangnya di tempat yang kurang dia pahami risikonya. Akibatnya, saat risiko investasi mengambil sebagian dari uangnya, diapun berteriak seolah-olah dia tertipu dengan janji-janji investasi.

Padahal, si investor ini telah membuat keputusan untuk berinvestasi di usaha yang tidak dia pahami risikonya. Dia hanya tergoda oleh rayuan dari orang yang menawarkan investasi tersebut, tanpa pernah menghitung risiko atau pun mempelajari tentang isi dari barang yang mau dia investasikan tersebut. Kalau sudah begini, jangan salahkan siapapun, tapi lebih baik menyalahkan diri sendiri, karena diri telah lalai memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk berinvestasi secara cerdas dalam risiko rendah. Artinya, diri telah lalai untuk mempelajari apakah investasinya itu aman atau tidak.

Oleh karena itu seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya akan menguntungkan atau malah investasinya bakal merugikan, Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara agar menghindarkan risiko tersebut adalah dengan asuransi secara tidak langsung dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan.