Momentum Daya Saing 2012

Oleh: Prof. Firmanzah Ph.D

Guru Besar Fakultas Ekonomi UI

Tahun 2011 baru saja kita lewati bersama dan sejumlah catatan optimis ditorehkan oleh perekonomian Indonesia. Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan tumbuh sebesar diatas 6,5% dengan tingkat inflasi diharapkan terjaga di sekitar 4%. Sejumlah indikator makro lainnya seperti cadangan devisa, tingkat suku bunga, IHSG dan nilai tukar juga mencerminkan stabilitas ditengah-tengah krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat.

Capaian kinerja ekonomi nasional juga tercermin dengan masuknya Indonesia pada posisi Investment Grade setelah lembaga pemeringkat Ficht menaikkan peringkat Indonesia dari ‘BB+’ menjadi ‘BBB-‘ dengan outlook stabil. Kita optimis penilian lembaga pemeringkat lain seperti Moody’s dan S&P akan menyusul Ficht menempatkan Indonesia pada posisi serupa. Dengan posisi ini maka tingkat kepercayaan investor global pada Indonesia akan meningkat tercermin pada berkurangnya risiko investasi yang akan dilakukan. Indikator ini akan dapat menurunkan cost of borrowing, memperluas basis investor dan peningkatan akuntabilitas di mata investor.

Sejumlah pencapaian makro dan dalam pasar keuangan perlu diapresiasi oleh kita semua. Meski hal ini tanpa melupakan sejumlah persoalan ditataran sektor riil seperti ketersediaan dan kualitas sejumlah infrastruktur (pelabuhan, jalan, listrik), persoalan korupsi, perijinan yang birokratis dan berbelit-belit, kualitas sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi dan R&D yang masih rendah, kesenjangan pendapatan dan disparitas regional. Hal-hal tersebut tercermin pada rendahnya posisi Indonesia dalam sejumlah pemeringkatan seperti indeks kinerja logistic (Logistic Performance Index/LPI), peringkat kemudahan berusahaa Indonesia (doing business) dan sejumlah indikator lainnya terkait dengan produktivitas tenaga kerja, pemberantasan korupsi dan kualitas birokrasi.

Tantangan terbesar ekonomi nasional selain menjaga stabilitas adalah keterkaitan antara sektor keuangan dengan sektor riil. Hal ini tercermin dengan inelastisnya penurunan suku bunga kredit perbankan nasional setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga acuan. Selain itu dengan tercapainya peringkat Investment Grade, langkah berikutnya adalah menyalurkan dana-dana investasi ke sejumlah proyek infrastruktur dan ke sektor riil untuk menghindari penggelembungan (buble) di pasar finansial.

Pada tahun 2012 merupakan tahun pemanasan Pemilu 2014 dimana hiruk pikuk penyelenggara negara untuk menyelesaikan UU Politik, persiapan Calon Presiden (Capres) dan lobi-lobi politik akan intens dilakukan. Kita semua berharap kegaduhan politik tidak mengganggu aktivitas dan kinerja ekonomi Indonesia di tahun 2012. Semua pihak tentunya berkewajiban menjaga stabilitas ekonomi, politik, sosial dan hukum dapat terus dijaga. Selain itu juga, kita berharap konsentrasi para penyelenggara negara di sektor ekonomi untuk melakukan sejumlah perbaikan tetap tinggi di tengah persiapan Pemilu 2014.

BERITA TERKAIT

Ada Fakta Indikator Daya Beli Turun - UNGKAPAN APINDO DAN EKONOM

Jakarta-Anjloknya daya beli masyarakat pada saat ini bukan cuma isu yang diembuskan oleh lawan politik Presiden, tapi sebuah fakta yang…

BMW Perkenalkan Pengisian Daya Mobil Nirkabel

Produsen mobil mewah asal Jerman, BMW, akan memperkenalkan sebuah alat pengisian daya nirkabel untuk mobil plug-in hibrida BMW iPerformance 530e.…

Daya Saing Meningkat Dengan Mengatasi Korupsi-Birokrasi

Daya Saing Meningkat Dengan Mengatasi Korupsi-Birokrasi NERACA Jakarta - Tingkat daya saing Republik Indonesia dapat berpotensi untuk meningkat pesat bila…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

INISIATIF PELAKU INDUSTRI ASURANSI NASIONAL - Perlunya Daftar Hitam Asuransi Cegah “Fraud”

Jakarta-Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berencana menerbitkan daftar hitam nasabah untuk mengurangi kecurangan (fraud) dalam praktik usaha perasuransian. Ini mirip…

IMF Soroti Reformasi Struktural dan Kesenjangan

NERACA Jakarta-Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan, tiga prioritas utama yang harus dilakukan untuk memperkuat pemulihan ekonomi global yang saat ini…

TII: Izin Usaha Pertambangan Jadi Celah Korupsi

  NERACA Jakarta - Lembaga Transparency International Indonesia (TII) menyatakan izin usaha pertambangan memiliki sejumlah risiko yang dapat memicu adanya…