Bank Permata Akan Perketat Kartu Kredit - Terkait PBI

Bandung - PT Bank Permata Tbk akan mengikuti aturan pengetatan penerbitan kartu kredit. Sebelumnya Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan terkait penggunaan kartu kredit dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). Jumat.

Point penting dalam PBI APMK terletak pada prosedur pengajuan kartu kredit. Contohnya, aturan untuk pemegang kartu kredit harus berusia minimal 21 tahun atau minimal 18 tahun namun sudah menikah dan berpenghasilan minimal Rp3 juta.

"Kartu kredit di PermataBank menjadi suatu salah satu area binis yang penting apapun yang diberikan BI sebagai peraturan, nomor satu kami akan menuruti," ujar Direktur Timothy di Bandung, Jumat (18/11). Timothy enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dengan adanya PBI akan menurunkan jumlah kartu kredir yang diterbitkan. "Kami nggak punya data dampaknya ke kartu kredit PermataBank," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam PBI tersebut tertuang aturan mulai dari usia yang boleh mengajukan kartu kredit hingga batasan bunga maksimum. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi sebenarnya dari kartu kredit yakni sebagai alat pembayaran sehingga dapat melindungi nasabah. "Untuk itu fungsi lain kartu kredit yakni sebagai fasilitas pembiayaan harus diperketat agar perbankan lebih hati-hati dan perlindungan konsumen juga terjaga," jelas Direktur Direktorat Sistem Pembayaran BI Ronald Waas di Jakarta.

Lebih jauh Ronald mengungkapkan, poin pada PBI APMK akan mengatur batas bunga, yakni maksimal 3%. Hitungan bunga tersebut, berdasarkan tingkat suku bunga acuan bank sentral serta suku bunga yang ada di pasar ditambah dengan premi risiko yang harus ditanggung perbankan. Selain itu, jelasnya, bunga juga tidak boleh bunga berbunga. "Segala biaya diluar pokok hutang seperti biaya materai dan pinalti keterlambatan tidak boleh dibungakan," tegas Ronald

Sebelumnya dalam pemaparan, Permata Bank mencapai Net Interest Margin (NIM) Sampai dengan September 2011 sebesar 5,1% atau turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang besar 5,4%. Dan pendapatan bunga bersih naik 25% dari Rp2,401 triliun pada triwulan III 2010 menjadi Rp2,99 triliun per September 2011.

Sementara laba bersih setelah pajak naik 23% per September 2011 year on year menjadi Rp962 miliar. Dan kredit meningkat 39% yoy menjadi Rp64,6 triliun dengan rasio net NPL 0,7%. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 29% yoy menjadi Rp69 triliun.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Seleksi Calon Direksi Bank BJB, DPRD Tekankan Azas Keterbukaan

Seleksi Calon Direksi Bank BJB, DPRD Tekankan Azas Keterbukaan NERACA Bandung - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Eryani…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tingkatkan Keuangan Inklusif, Hari Indonesia Menabung akan Ditetapkan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menetapkan Hari Indonesia…

Nelayan Diminta Manfaatkan Bank Mikro Nelayan

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima perwakilan nelayan dari seluruh Indonesia dan mengingatkan mereka serta para pengusaha…

UMKM Diminta Manfaatkan UU Penjaminan

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah…