Lapangan Kerja AS Naik, Emas Melemah 0,9%

Senin, 08/10/2012

NERACA

Jakarta - Harga komoditas emas ditutup melemah pada Jumat (5/10) setelah data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) mengumumkan tingkat pengangguran selama September 2012 di bawah 8% untuk pertama kalinya sejak pemerintahan Presiden Barack Hussein Obama. Dengan demikian, perekonomian AS menciptakan 114.000 lapangan kerja dan pada bulan ke sembilan tersebut.

Emas untuk kontrak Desember 2012 merosot US$15,70, atau 0,9%, menjadi US$1.780,80 per troy ounce di Bursa Komoditi AS (Comex), divisi New York Mercantile Exchange (NYME). Dalam sepekan emas melemah 0,4%. Diperkirakan, emas sudah sulit menembus level resisten US$1.800 per troy ounce, sehingga memaksa logam mulia ini melemah.

Apa pun itu, emas masih menjadi daya tarik investor sebagai aset safe haven untuk menjaga nilai di tengah sentimen global yang cenderung mudah berubah (volatile). Pengamat komoditas Millenium Danatama Sekuritas, Abidin menilai, investor domestik maupun global masih menjadikan emas sebagai alat penjaga nilai, instrumen investasi dalam pasar keuangan cenderung tak menentu.

Dia mengemukakan, logam mulia itu merupakan salah satu bentuk aset alternatif instrumen investasi bagi investor domestik maupun global selain di properti dan saham. "Fluktuasi nilai emas tidak terlalu lebar dan cenderung meningkat harganya, hal itu yang menjadikan logam mulia tetap menjadi pilihan. Semakin panjang investor berinvestasi pada emas, akan optimal keuantungan yang didapat," ujar Abidin di Jakarta, Sabtu (6/10), pekan lalu.

Dalam sepekan, harga emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk terus meningkat menjadi Rp594.200 atau telah meningkat 1,54% dibanding posisi pada awal pekan kemarin (1/10) sebesar Rp585.200 ribu per gram.Sebagai gambaran, harga emas batangan ukuran lima gram dan 10 gram masing-masing senilai Rp2,821 juta dan Rp5,602 juta.

Alat lindung inflasi

Sementara harga buyback atau pembelian emas jika konsumen menjual kembali ke Antam senilai Rp525 ribu per gram. Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan, terkoreksinya harga emas global menyusul daya tarik emas sebagai alat lindung inflasi mulai berkurang setelah data tingkat pengangguran AS ke level rendah dan harga minyak dunia yang anjlok.

Meski demikian, lanjut Ariston, Bank Sentral Eropa (ECB) yang berencana untuk menahan tingkat suku bunga di level rendah akan menjadikan emas sebagai alat lindung inflasi. "ECB akan memastikan pasar tidak ambruk. Untuk emas, hal itu positif karena langkah itu mengurangi risiko terjadinya sesuatu yang buruk dengan menggunakan stimulus ekonomi untuk menjaga yield obligasi tetap rendah," ungkap dia, kemarin.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk, Tedy Badrujaman mengemukakan, emas merupakan salah satu bentuk aset alternatif investasi bagi investor yang cukup diminati selain di properti dan saham.

"Emas dipilih sebagai salah satu bentuk investasi karena nilainya cenderung stabil. Emas juga merupakan alat yang dapat digunakan untuk menangkal inflasi yang kerap terjadi setiap tahunnya di dalam negeri,” tukas Tedy.

Sepanjang semester I 2012, volume penjualan emas mencapai 3.632 kg atau naik satu persen dibandingkan dengan volume penjualan periode yang sama tahun sebelumnya seiring dengan masih tingginya tingkat permintaan. [ardi]