Realisasi KUR Lampaui Rp26 Triliun

Bandung - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Syarif Hasan mengatakan realisasi penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) per 1 Desember 2011 telah melewati angka Rp26 triliun. "Penyerapan KUR tahun 2011 sudah mencapai bahkan melebihi target, realisasinya melibihi Rp26 triliun. Aktual penyerapannya mungkin bisa lebih besar lagi," kata Syarif Hasan pada Seminar National Economic Green Festival 2011 di Kampus Unpad Bandung, Rabu.

Menteri memprediksi per 7 Desember 2011 kemungkinan serapannya telah mencapai Rp26,5 triliun dan nilainya akan terus bertambah lagi hingga akhir Desember 2011.

Menurut dia penyalutan KUR 2011 relatif lebih lancar dan mudah diakses oleh para pelaku usaha mikro. Namun yang menggembirakan, kata menteri, adalah sebaran KUR untuk sektor usaha pertanian meningkat dibandingkan 2010. Bahkan prosentase realisasi penyaluran untuk KUR sektor usaha itu sudah mencapai 26 persen.

Sehingga komposisi penyaluran KUR lebih berimbang, meski penyaluran paling besar masih ke sektor jasa dan usaha perdagangan. "Komposisi penyaluran KUR sudah lebih berimbang, sektor usaha pertanian juga mendapatkan alokasi lebih dibandingkan tahun lalu disamping untuk kredit sektor usaha jasa dan perdagangan," katanya.

Ia mengakui, penyaluran kredit sektor jasa dan perdagangan pada 2010 proporsinya masih sangat dominan dibanding sektor usaha pertanian, namun pada 2011 ini ada peningkatan untuk kredit sektor riil di bidang pertanian dan agrobisnis itu. "Penyaluran untuk sektor jasa dan perdagangan tidak dominan lagi, sudah merata dengan sektor usaha pertanian. Penyaluran KUR 2012 mendatang tetap konsentrasi ke sektor produktif karena sektor itu banyak menyerap tenaga kerja," kata menteri.

Pergeseran penyaluran KUR yang memiliki plafon kredit maksimal Rp20 juta itu, menurut Syarif Hasan berdasarkan hasil evaluasi dan pemetaan KUKM di Indonesia, terutama dalam mendorong sektor usaha pertanian.

Sementara itu pada 2012, Menteri KUKM menyebutkan penyaluran KUR akan terus dioptimalkan dalam rangka meningkatkan perekonomian dan peningkatan kesejahteran masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil. "KUR 2012 akan difokuskan ke sektor produktif, targetnya Rp25 triliun, namun aktualnya mungkin bisa lebih," katanya.

Selain itu rencananya pemerintah juga akan menaikan plafon KUR 2012 yakni dari Rp20 juta menjadi Rp25 juta. Hal itu untuk meningkatkan ekspansi atau pengembangan usaha mikro kecil. "Plafonnya menjadi Rp25 juta, dihadapkan KUR lebih bermanfaat dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha mikro dan kecil," katanya.

Terkait bunga KUR yang dianggap masih tinggi, menurut Syarif Hasan pihaknya mengikuti aturan dan kriteria yang ada, namun demikian ia berharap terus ada penyesuaian sehingga lebih menguntungkan bagi para pelaku UMKM.

Penyaluran KUR dilakukan oleh sejumlah bank nasional antara lain BNI, Mandiri, Bank BJB, Bukpin dan BTN dan lainnya. Termasuk pula regulasi pajak untuk produk UMKM yang menurut Syarif Hasan akan diupayakan agar tetap berfihak kepada sektor UMKM. "Pajak untuk sektor mikro kemungkinan akan disahkan Januari 2012, mudah-mudahan lebih menguntungkan bagi UMKM. Besarannya diharapkan bisa 0,5 persen saja," katanya.

Related posts