PNM - Jiwasraya Sinergikan Kembangkan Mikro

Pekanbaru, Riau

Selasa, 28/04/2015

NERACA

Pekanbaru - PT Permodalan Nasional Madani (persero) atau yang lebih dikenal sebagai PNM, punya cara menggenjot eksistensi serta promosi keunikan nasabah di sektor usaha mikro kecil (UMK). Meski demikian, upaya tersebut tak bisa dilaksanakan sendiri-sendiri. Seperti yang dilakukan pada hari ini, PNM bersinergi dengan Jiwasraya melaksanakan pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang melibatkan 300 nasabah binaan.

Pemimpin PNM cabang Pekanbaru, Ramon Agustus, mengatakan tingginya penyaluran pembiayaan ULaMM di wilayah Pekanbaru selaras dengan pertumbuhan positif ekonomi lokal. Beberapa sector usaha yang menjadi motor bisnis pembiayaan PNM antara lain perdagangan, industri kecil, kerajinan, perkebunan, pertanian dan peternakan.

“Kegiatan pelatihan kali ini memang diikuti oleh peserta yang cukup banyak karena kami melaksanakan sinergi dengan Jiwasraya yang sudah bermitra dengan kami untuk mengembangkan UMK setempat dalam beberapa tahun terakhir ini,” katanya, di Pekanbaru, Riau, Senin (27/4).

Ramon berharap berharap aktivitas pembiayaan dan pembinaan oleh PNM dapat membuat pelaku UMKM di Pekanbaru bisa lebih maju dan berkembang, sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendukung percepatan pengembangan ekonomi lokal. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil (UMK) adalah dari sisi manajemen. Pelaku UMK umumnya kurang mampu atau bahkan abai terhadap penerapan manajemen usaha yang baik dan terencana, semua dikerjakan berdasarkan rutinitas dan kebiasaan saja.

Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan aspek manajemen pendukung bagi kesuksesan suatu usaha begitu luas, mulai dari proses produksi, pemasaran, SDM hingga keuangan, dan itu perlu pengaturan yang lebih baik, apalagi bila telah melibatkan pekerja atau orang lain. Jika setiap pelaku UMK sudah mampu mempersiapkan faktor internal dan eksternal dalam berusaha perseroan yakin mereka akan siap menjadi pengusaha sukses yang tahan banting yang dicita-citakan oleh PNM .

“Dalam era globalisasi yang berdampak semakin marak dan ketatnya persaingan bisnis, PNM menyadari perlunya membangun sinergi atau kemitraan bisnis dengan sesama BUMN yang saling menguntungkan, termasuk untuk mengembangkan dan memberdayakan UMK yang berdaya saing hingga level yang lebih tinggi dari saat ini,” katanya.

Sinergi ini juga merupakan reaktualisasi arahan pemerintah soal pengembangan financial inclusion bagi seluruh masayrakat Indonesia, termasuk usaha mikro kecil. PNM dan Jiwasraya melakukan sosialisasi inklusi keuangan ini melalui sinergi sektor pembiayaan mikro dan asuransi mikro. Dengan adanya sinergi pembiayaan mikro dan asuransi mikro ini, nasabah-nasabah UMK diajak dan dilatih untuk memiliki pola pikir jangka panjang agar usahanya bisa berkesinambungan.

Beberapa proyek pengembangan UMK secara bersama dengan lembaga lain maupun sendiri telah masuk jadwal PNM cabang Pekanbaru tahun ini. Diantaranya, Proyek Program Pemberdayaan masyarakat Suku Sakai melalui Program Pertanian Tahap III kerjasama antara PNM dan CPI. Selanjutnya ada Pelatihan Kerjasama PNM dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). PNM juga menyasar sektor teknologi informasi sebagai saran pendukung pengembangan UMK melalui Implementasi MMS di KUD Bina Mukti Kab. Pelalawan.

Sebagai catatan tambahan dapat disampaikan total penyaluran pembiayaan bagi UMK oleh cabang Pekanbaru. Hingga bulan Maret 2015, tercatat PNM cabang Pekanbaru menyalurkan pembiayaan sebesar Rp106, 5 miliar bagi UMK di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Sementara selama tahun 2014 total penyaluran sebesar Rp331,6 miliar yang manfaatnya diterima oleh 5.526 nasabah binaan perseroan. [mohar]