Saham MIKA Kelebihan Permintaan di Pasar - Buktikan Saham Mahal Mampu Diserap

NERACA

Jakarta- Meskipun saham perdana PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) dinilai kemahalan oleh para analis, namun faktanya di lapangan pasar emiten rumah sakit ini mendapatkan respon positif dari pelaku pasar dengan ditandai kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 10, 3 kali.

Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) Michael Steven selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana (IPO) Mitra Keluarga Karyasehat Tbk mengatakan, minat investor terhadap saham perdana PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk cukup tinggi sehingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed),”Investor lokal dan asing, baik korporasi maupun ritel banyak yang minat, sehingga saham perdana Mitra Keluarga tercatat alami 'oversubcribed' sebanyak 10,3 kali,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, tingginya minat investor itu dikarenakan Mitra Keluarga Karyasehat Tbk yang merupakan perusahaan bergerak di bidang kesehatan dinilai sebagai salah satu sektor yang defensif dan tahan akan krisis. Dia mengungkapkan, dalam masa pemasaran, biasanya 'underwriter' yang mencari investor, namun kali ini justru investornya yang meminta untuk membeli saham. Karena investor menilai, bisnis Public 'Health Services' (Hospitals) dinilai stabil.

Debut perdana di pasar modal pada perdagangan Selasa (24/3) kemarin, saham Mitra Keluarga langsung di buka melesat Rp 21.000 dengan 88 kali transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 800 miliar. Disebutkan harga tersebut, merupakan harga saham tertinggi dari penawaran saham Rp 17.000 dan saham terendah pada harga Rp 19.000.

Michael Steven mengatakan, peningkatan harga saham MIKA di awal perdaganan perdana telah diprediksi mengingat dalam masa penawaran, antusiasme investor sangat tinggi. "Jadi analis yang mengatakan saham MIKA sangat mahal, mungkin perlu dikaji kembali,”tandasnya.

Dia mengungkapkan, saat masa penawaran terjadi kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 10,3 kali untuk investor institusi. "Memang terlihat kecil, tetapi nilai kelebihan permintaan itu sekitar Rp45 triliun. Ini sangat dahsyat. Komposisi investor institusi antara lain asing 53% dan lokal 47%," ungkap Michael.

Sementara itu, kelebihan permintaan juga datang dari investor ritel yakni sebanyak 8,3 kali. "Porsi ritel 90% fix, dan 10% pool. Nah yang oversubscribe 8,3 kali itu dari yang pool," ujar Michael.

Sesuai rencana, dengan perolehan dana segar hasil IPO yang senilai Rp4,5 triliun, MIKA berencana membangun tambahan 7 RS baru dalam 5 tahun ke depan. "Tahun ini kita bangun 1 RS Mitra Keluarga di Kali Deres, Jakarta. Secara keseluruhan dari rencana 7 RS baru itu, 1 RS akan dibangun di Surabaya, 6 di Jabodetabek. Tetapi kita buka kesempatan untuk bangun lebih dari 7 rumah sakit baru kalau memungkinkan," jelas Direktur Utama Mitra Keluarga, Ir. Rustiyan Oen, MBA, di kesempatan yang sama.

Untuk membangun 1 RS baru, lanjut Rustiyan, pihaknya menghabiskan dana investasi Rp200-Rp300 miliar. Ke depan, selain pengembangan RS baru, MIKA juga akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dari sisi kinerja, Rustiyan menambahkan bahwa sepanjang 2015 perkiraan laba MIKA tumbuh di atas 20%. Dengan adanya penambahan rumah sakit baru, Rustyan berharap pertumbuhan laba dalam 2-3 tahun ke depan, sama dengan capaian pertumbuhan MIKA di lima tahun terakhir.

Sementara Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, MIKA merupakan emiten kedua yang melakukan listing di awal tahun ini. Dia berharap saham MIKA akan Menjadi salah satu koleksi investor. "Kami yakin pertumbuhan industri healt care semakin pesat. Sehingga RS mitra Keluarga bisa tumbuh bersama pasar modal," pungkas Ito. (bani)

Related posts