ANZ-Generali Keluarkan Produk Asuransi Berbasis Investasi

NERACA

Jakarta - PT Bank ANZ Indonesia menggandeng PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia untuk meluncurkan produk asuransi yang dilengkapi investasi, Ultimate Balance Regular Protection Plus (UBR Pro+), dengan biaya premi Rp15 juta per tahun.

"Segmen nasabah yang kita bidik adalah kalangan menengah ke atas. Kalangan yang peduli dengan risiko investasi, dan kalangan yang mencari produk multifungsi," kata Chief Executive Officer PT. Asuransi Jiwa Generali, Edy Tuhirman, pada peluncuran UBR Pro+ di Jakarta, Rabu (14/1).

Edy menuturkan UBR Pro+ tersebut berbeda dengan produk asuransi berbalut investasi seperti produk Unit Link lainnya, karena dilengkapi Auto Risks Management System (ARMS) atau sistem pengelolaan risiko investasi, yang mampu mengendalikan ancaman penurunan imbal hasil bagi nasabah akibat gangguan krisis keuangan.

Salah satu fungsi ARMS, menurutnya, dana investasi nasabah akan dilindungi ketika terjadi ancaman krisis keuangan. Ketika timbul potensi krisis, dana investasi dapat dialihkan ke kantong pengaman, dan dapat diinvestasikan kembali ketika kondisi pasar keuangan membaik.

Dengan itu, ujar dia, potensi imbal hasil yang diperoleh nasabah dapat terjaga.

"Jadi, selain perlindungan asuransi, potensi investasi tinggi, resikonya dapat dikendalikan. Berbeda dengan produk asuransi tradisional, dan unirt link lainnya," ujar dia.

Edy optimistis produk UBR Pro+ ini dapat memaksimalkan potensi segmen nasabah mengenah atas yang dimiliki ANZ, sekitar 11.000 nasabah. Apalagi, sekitar 5.000-6.000 nasabah di antaranya telah berpengalaman degan produk investasi.

"Kenapa kita begitu yakin, produk ini hanya ada di ANZ. Dan produk ini memiiki keunikan dengan ARMS-nya. Fitur ARMS ini yang dibutuhkan oleh investor untuk menjaga investasinya di tengah dinamisnya kondisi pasar keuangan," ujar dia.

Meskipun kemitraan kedua perusahaan dalam "bancassurance" telah berjalan sejak beberapa tahun sebelumnya, Edy mengatakan sifat kerja sama ini tidak membatasi antara ANZ dan Generali untuk bermitra dengan perusahaan lainnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Presiden Direktur-Perbankan Konsumen ANZ Indonesia Ajay Marthur mengatakan kerja sama ini dapat membantu perusahaan menumbuhkan pendapatan berbasis komisi sebesar 20 persen setiap tahunnya.

Head of Wealth Product Management ANZ, Djoko Soelistyo, menambahkan komisi dari bisnis "bancassurance telah menyumbang 5 persen untuk pendapatan bisnis ANZ selama 2014. Sedangkan, dari sisi dana kelolaan nasabah kaya (wealth management) ANZ, "bancassurance" mencatatkan kontribusi yang cukup baik sebesar 40 persen, dibanding layanan obligasi dan reksadana.

"Sasaran utama pemasaran produk ini adalah nasabah yang memiliki saldo simpanan Rp25 juta ke atas," kata Djoko. [ardi]

Related posts