Tikalika Furniture Genjot Investasi di Jakarta

NERACA

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di tanah air cukup terasa dampaknya diberbagai sektor. Salah satunya adalah bisnis furniture Tikalika yang mengusung konsep Art Deco dan Mix Century design. Kendati demikian, prospek furniture dalam negeri di tahun 2015 optimis dapat meningkat.

Hal ini ditandai dengan masih maraknya pembangunan properti seperti apartemen, town house, perumahan dan lain-lain, yang masih membuka peluang bagi para pebisnis furniture.

"Omzet kita turun sekitar 10-15 persen pasca kenaikan bbm. Masyarakat lebih memilih memunuhi kebutuhan utama lebih dulu ketimbang membeli furniture baru," ujar Macky Hikmatin W, Director Tikalika Design ditemui saat pembukaan pameran furniture Tikalika Design, Jakarta, 6/12 lalu.

Lanjut Macky, dampaknya bisa dilihat saat ini dimana dulu bisa ada 10 titik peluang dalam sehari, tetapi kini hanya ada 2 titik dalam seminggu. "Kami terus menggali dan mengolah peluang-peluang yang ada," ujarnya.

Tikalika yang berbasis di Bandung ini mengaku mau tidak mau menaikkan harga jual. Hal ini dikarenakan bahan baku yang diambil dari berbagai daerah juga mengalami peningkatan harga. "Untuk penyedian kami bahan bakunya sendiri kami tidak mengalami kesulitan," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Tikalika Design yang 85 persen pangsa pasarnya ada di Jakarta mengadakan pameran Tikalika Design yang berlangsung dari tanggal 6-13 Desember 2015 dibilangan Tanah Kusir Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan untuk lebih memperkenalkan produk-produk Tikalika Design kepada customer khususnya pengembang properti.

"Saat ini kami masih sebatas membidik pangsa pasar lokal seperti Jawa, Sumetera, Bali, dan Kalimatan. Jakarta dan Bandung masih market terbesar kami," tambahnya.

Walau bermain dipasar lokal, Tikalika Design sendiri, sempat menolak untuk melakukan ekspor ke Jerman karena keterbatasan tenaga kerja. "Mereka memesan tempat kaki untuk kuda sebanyak 10.000 unit/ per bulan. Kami menolaknya," ujarnya.

Saat ini, produk best seller Tikalika Design masih didominasi oleh rak majalah, furnitue, cermin, dan lain-lain, dengan range harga mulai dari Rp400 ribu keatas. Saat ditanya mengenai trend furniture 2015, Macky mengaku design Mix Century akan kembali mendominasi.

BERITA TERKAIT

ACES Mengandalkan Strategi Promosi - Genjot Target Penjualan

NERACA Jakarta- Di balik agresifnya penambahan gerai baru dalam melakukan penetrasi pasar ritel, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) yang…

HIPMI Inginkan Jakarta Lebih Baik - Punya Gubernur Baru

    NERACA   Jakarta - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD Hipmi Jaya) mengharapkan Gubernur…

MNC AM Kenalkan Investasi Reksadana

Rendahnya literasi keuangan dan pemahaman terkait produk dan layanan keuangan menjadi penyebab banyaknya masyarakat terjebak pada produk investasi bodong. Berbagai…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…