Perbankan Jangan Terlena Pasar Dalam Negeri

Senin, 08/12/2014

NERACA

Bali –Menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, industri perbankan diminta tidak hanya “jago kandang” dan sebaliknya di dorong untuk gencar melakukan ekspansi ke pasar Asia, ketimbang hanya fokus di dalam negeri. Tengok saja, lembaga industri keuangan di luar sana, seperti Tiongkok, Malaysia dan Singapura sangat agresif membuka pasar dan termasuk di Indonesia.

Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad mengatakan, hambatan industri keuangan di Indonesia menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), selain modal yang kuat juga mindset yang lebih memilih mengmbangkan bisnis di dalam negeri lantaran pangsa pasarnya yang masih besar,”Karena hanya fokus di dalam negeri dan menomor duakan ekspansi di luar, sehingga disaat pasar dibuka, Indonesia pastinya hanya akan jadi pasar,”tegasnya di Bali, Sabtu (6/12).

Oleh karena itu, dirinya meminta industri keuangan jangan terlena dengan potensi pasar dalam negeri dan sebaliknya lupa untuk membuka pasar di luar negeri. Padahal, negara Singapura dan Malaysia sudah jauh agresif membuka pasar di luar negaranya karena menyadari bisnis membuka cabang di pasar ASEAN menjadi tolak ukur hidup dan matinya.

Bahkan tidak terkecuali, industri perbankan Cina yang juga mempunyai potensi pasar yang besar, sama dengan Indonesia juga terus ekspansif membuka pasar di luar negaranya. Maka dari itu, dirinya terus mendorong perbankan nasional untuk penetrasi pasar di luar negeri. Tentunya, kesiapan ekspansi ke luar Indonesia perlu didukung pengembangan dan peningkatan daya saing dari sisi ekonomi, daya saing perusahaan, kebijakan pemerintah dan daya saing individual atau sumber daya manusianya.

Kemudian tidak terkecuali pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing. Tentunya, dengan peningkatan kapasitas dari berbagai ekspor, industri keuangan tidak lagi memiliki gap yang besar dengan negara tetangga saat diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2020.

Muliaman berharap, hambatan resiprokal tidak lagi menjadi hambatan krusial jika secara institusi industri keuangan sudah dipersiapkan dengan matang. Padahal sejatinya integrasi pasar ASEAN dan termasuk industri keuangan adalah alat menuju kesejahteraan rakyat dan harus dilandasi semangat saling menguntungkan, bukan sebaliknya saling merugikan.

Kata Muliaman Hadad, pelaku industri keuangan dan termasuk di dalamnya perbankan, industri non bank dan pasar modal bisa memanfaatkan kesepakatan yang ada antar negara dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, “Saya berharap perbankan nasional kita sudah banyak ekspansi ke Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Singapura,”ungkapnya.

Menurutnya, dengan ekspansinya industri keuangan dalam negeri, tentunya akan di ikuti industri lainnya dan atau sebaliknya. Padahal bisnis sektor lainnya, seperti properti dan telekomunikasi sudah lebih dahulu membuka pasar di luar Indonesia. Dirinya mengungkapkan, dalam waktu dekat sudah ada dua bank milik pemerintah yang bakal membuka cabang di Malaysia dan Singapura, namun sayangnya belum menyebutkan bank BUMN dimaksud. (bani)