Produksi Kedelai Edamame Harus Diperhatikan - Pertanian

NERACA

Jakarta – Manager Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah meminta agar pemerintah bisa memperhatikan produksi kedelai edamame. Pasalnya komoditi tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memberikan keuntungan bagi petani. “Produksi kedelai edamame selain dapat menguntungkan negara, juga petani karena harganya yang tinggi di pasaran," katanya di Jakarta, Kamis (30/10).

Menurut Said, kedelai edamame ini merupakan salah satu dari sekian banyak komoditi Indonesia yang memiliki dua pasar, yaitu pasar lokal dan internasional. “Kedelai edamame ini biasa diekspor ke Jepang dan Kuwait, namun kedelai ini juga laku untuk pasar lokal seperti di wilayah Jember dan Bogor,” ujarnya.

Dia menuturkan misalnya saja dalam kancah pasar internasional, anggotanya dituntut untuk memiliki produk yang dapat meningkatkan nilai ekspor, dan kedelai edamame ini merupakan salah satu komoditi yang dapat meningkatkan ekspor Indonesia. "Ada begitu banyak produk pertanian yang dimiliki oleh Indonesia contohnya timun Jepang, komoditi ini laku diekspor ke Jepang, namun untuk pasar lokal tidak diminati," katanya lagi.

Said menjelaskan kedelai edamame juga memiliki beberapa keuntungan lainnya selain dapat meningkatkan nilai ekspor, salah satunya adalah dapat meningkatkan gizi karena mengandung banyak protein. "Kedelai edamame ini dapat dijadikan pengganti kedelai kita yang kualitasnya tidak terlalu baik serta memperbaiki kualitas gizi masyarakat," ujarnya.

Dia menambahkan, petani kedelai edamame di Jember misalnya dapat mengantongi laba hingga Rp300 juta sehingga pengembangan produksi kedelai ini harus didorong oleh pemerintah ke depannya. Edamame bukanlah jenis tanaman kacang-kacangan, melainkan masuk ke dalam kategori sayuran (green soibin vegetable). Di Jepang, negara asal kedelai ini, edamame termasuk tanaman tropis dan dijadikan sebagai sayuran serta camilan kesehatan.

Kedelai ini dikategorikan sebagai Healthy Food. Bahkan di Amerika digunakan sebagai bahan baku produk kecantikan kulit serta wajah. Edamame mengandung berbagai zat berkhasiat untuk kesehatan, merupakan satu-satunya sayuran yang mengandung semua dari sembilan jenis asam amino esensial yang dapat menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan metabolisme dan kadar energi dan membantu membangun otot dan sel-sel sistem imun. Selain itu, edamame juga mengandung isoflavon, beta karoten dan serat.

Kedelai edamame memang mempunyai pasar yang cukup potensial. Salah satu contohnya yaitu PT Perkebunan Nusantara X (Persero) atau PTPN X melalui anak usahanya, PT Mitratani Dua Tujuh juga memperkuat pasar lokal. Di antaranya melalui jaringan ritel modern. Setiap pekan, sekitar 800 kilogram kedelai edamame Mitratani didistribusikan ke jaringan ritel modern Seven Eleven yang mempunyai 140 outlet di sejumlah kota besar. ”Kami juga sudah suplai ke jaringan ritel modern lainnya melalui distributor. Saat ini kami punya sekitar 20 mitra konsumen besar di Indonesia,” jelasnya.

Untuk pasar lokal, tambah Wasis, penjualan edamame ditargetkan mencapai 1.000 ton pada tahun ini, naik dari tahun lalu sebesar 623 ton. “Fokus kami memang masih ke ekspor karena permintaan sayuran dengan standard bagus memang tinggi di luar negeri,” kata dia. Mitratani juga memproduksi 39 produk bumbu dan sayur siap saji, mulai dari bumbu rendang, sup, cap cay, perkedel, hingga bumbu sambal goreng. Bumbu dan sayur beku itu khusus dipasarkan ke perusahaan pertambangan yang terletak di pedalaman dan lepas pantai untuk konsumsi ribuan karyawannya. ”Untuk bumbu dan sayur siap saji ini kami rutin menyuplai ke PT Freeport Indonesia. Pesanan ke lokasi pertambangan Freeport bisa mencapai ratusan ton. Tahun lalu nilai pesanannya Rp 11 miliar,” ujarnya.

Kedelai edamame atau lebih dikenal dengan kacang kedelai jepang memiliki ukuran biji yang lebih besar dan biasanya masih sangat segar dengan ciri khasnya yang berwarna hijau. Kelebihan edamame juga bisa dilihat dari segi kandungan gizinya yang ternyata kaya akan nutrisi, kalsium, dan proteinnya sekitar 16% atau hampir dua kali lipat dari protein yang terkandung dalam tanaman kacang buncis.

Tidaklah heran bila sekarang ini kacang kedelai Jepang tersebut mulai banyak dikonsumsi masyarakat dunia untuk mencukupi asupan gizi mereka setiap harinya. Selain dikonsumsi sebagai salah satu sayuran (green soybean vegetable), edamame ini biasa diolah menjadi beragam jenis camilan sehat. Salah satunya saja seperti keripik edamame yang bertekstur renyah, memiliki cita rasa yang lezat dan juga kaya akan manfaat.

Related posts