Transisi Aman dan Ekonomi

Senin, 20/10/2014

Oleh: Prof. Firmanzah., PhD

Guru Besar Fakultas Ekonomi UI

Pada hari ini, Senin (20/10), presiden dan wakil presiden terpilih yaitu JokoWidodo dan Jusuf Kalla akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2014-2019. Kita patut bersyukur bahwa transisi kepemimpinan berjalan dengan aman, tertib dan konstitusional. Peralihan kepemimpinan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Presiden Jokowi menjadi tonggak sejarah baru dalam system peralihan kekuasaan di Indonesia. Mekanisme yang baik dan penuh dengan etika menegaskan kepada semua pihak, termasuk dunia internasional, bahwa bangsa Indonesia memiliki kematangan yang tinggi dalam berdemokrasi.

Kalau kita berkaca kebelakang, selama 10 tahun ekonomi Indonesia tumbuh, berkembang dan berdaya tahan terhadap dampak dari gejolak perekonomian global. Investasi tumbuh, penciptaan lapangan kerja terus meningkat dan daya beli terus membesar yang tercermin pada bertambahnya jumlah kelas menengah di Indonesia. Positifnya kinerja perekonomian nasional tidak lepas dari semakin stabilnya sistem politik dan demokrasi di tanah air. Pemilu 1999, 2004, 2009 dan 2014 semakin memberikan kepercayaan kepada dunia usaha tentang terjaganya stabilitas politik. Bangsa kita juga semakin dipercaya dapat mengelola pesta demokrasi dengan diselenggarakannya banyak Pilkada baik untuk memilih Bupati/Walikota atau Gubernur di seluruh Indonesia.

Banyak negara yang memiliki konflik politik pada akhirnya tidak dapat membangun perekonomiannya. Kisruh politik yang berdampak pada konflik horizontal di banyak negara semakin meningkatkan risiko doing business. Sehingga tidak mengherankan ketika suatu negara mengalami kisruh politik sejumlah indikator ekonomi mengalami penurunan. Investasi menurun, kunjungan wisman berkurang, capital outflow terjadi, pengangguran meningkat, berhentinya fasilitas produksi dan meningkatnya angka kemiskinan merupakan beberapa contoh pemburukkan ekonomi akibat kisruh politik diiringi dengan konflik horisontal.

Indonesia dalam transisi di tahun ini justru menunjukkan proses yang dapat menjadi contoh bagi banyak negara. Komunikasi antara presiden terpilih dengan presiden incumbent berjalan secara baik. Bahkan Tim Transisi yang dibentuk oleh presiden terpilih diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dan memahami kebijakan serta program kerja yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintahan yang tengah berjalan. Tujuan dari hal ini adalah terciptanya kesinambungan dan keberlanjutan pembangunan nasional. Segala hal yang telah baik diharapkan dapat diteruskan dan bahkan ditingkatkan. Sementara segala hal yang masih kurang perlu diperbaiki di masa mendatang.

Akhirnya, Terima kasih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Selamat bekerja Presiden Jokowi.