Akhir Tahun, Penjualan Semen Diprediksi Naik 8%

NERACA

Jakarta - Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memperkirakan, selama Oktober hingga Desember 2014 penjualan semen nasional bisa meningkat antara 6% sampai dengan 8% berkat maraknya pembangunan infrastruktur. “Apabila penjualan semen bisa mencapai 8% dari bulan ini hingga akhir tahun, maka target pertumbuhan penjualan nasional sebesar 4% hingga 5% akan tercapai,” kata Ketua Umum ASI, Widodo Santoso, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Selama sembilan bulan pertama tahun ini, menurut Widodo, semen terjual 42,1 juta ton atau naik 3,4% (year on year). “Membaiknya permintaan pada bulan September karena proyek pemerintah pusat maupun daerah sudah mulai bergerak lagi dengan selesainya pilpres,” paparnya.

Widodo menambahkan, penggerak utama pada bulan lalu diperkirakan berasal dari proyek properti, seperti apartemen, perumahan, perhotelan. Selain itu, juga ada pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan pabrik pengolahan hasil tambang.

Hingga kuartal III tahun 2014, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mampu menjual 1,17 juta ton semen merek Semen Gresik di empat kota di Jawa Timur. Direktur Komersial semen Gresik Aunur Rosyidi mengatakan, Penjualan Semen Gresik untuk area Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Gresik menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Hinga September 2014 penjualan semen Gresik area ini mencapai 1,17 juta ton atau meningkat 8 persen dibanding periode yang sama pada 2013 sebesar 1,08 juta ton.

Menurut Aunur, peningkatan penjualan Semen Gresik terjadi di Sidoarjo yang mencapai 327.51 ribu ton atau naik 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama sebanyak 270.43 ribu ton. "Kenaikan itu dipicu meningkatnya geliat pembangunan perumahan yang sedang gencar-gencarnya," ucap Aunur.

Sedangkan penjualan di Gresik sebesar 251.77 ribu ton, katanya, meningkat 15 persen dibanding sebelumnya yakni sebesar 218.076. Sementara, penjualan di Mojokerto naik tipis di angka 162.756 dibanding tahun lalu 157.973 atau naik 3 persen. Peningkatan, yang sama juga terjadi di Surabaya menjadi 429.030 dibanding tahun lalu 439.005.

"Secara keseluruhan sampai saat ini peningkatan penjualan di Jawa Timur periode Januari-Agustus mencapai 4,91 juta ton naik sebesar 9,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,54 juta. Jawa Timur merupakan penyerap semen tertinggi kedua di pulau Jawa setelah Jawa Barat sebesar 5.22 juta ton," tuturnya.

Lebih jauh dia mengatakan, meningkatnya permintaan semen selain akibat pertumbuhan infrastruktur juga dipicu oleh kepercayaan masyarakat terhadap produk Semen Gresik. Untuk itu perusahaan terus berusaha menjaga hubungan baik dengan konsumsen.

Proyek MP3EI

Pelaksanaan Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) menjadi salah satu pendorong tumbuhnya industri semen berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang 2011–2012, industri semen tumbuh double digit, hanya di tahun 2013 sedikit tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Industri semen di ASEAN secara keseluruhan kapasitas terpasangnya melebihi kebutuhan. Pada 2013, total kapasitas terpasang mencapai 256,35 juta ton, sedangkan kebutuhan semen sebesar 190,45 juta ton atau kelebihan pasokan semen 65,9 juta ton.

Negara dengan kelebihan pasokan dalam jumlah besar adalah Thailand sebesar 27,6 juta ton dan Vietnam 29,5 juta ton. Fakta ini menyebabkan Thailand dan Vietnam akan agresif untuk mengekspor semen. Negara yang secara geografis paling dekat Thailand dan Vietnam, yaitu Myanmar, Laos, Kamboja, Singapura, dan Malaysia, secara keseluruhan hanya mengalami kekurangan semen sebesar 0,4 juta ton sehingga kelebihan produksi di Thailand dan Vietnam yang belum terserap adalah ((54,4+75)-(26,8+45,5)-0,4)= 56,7 juta ton. Vietnam yang memiliki lokasi paling dekat dengan Indonesia merupakan negara yang gencar mengekspor kelebihan produksi semennya ke Indonesia.

Di lain pihak, kontribusi industri semen bagi perekonomian sangat besar karena memberikan multiplier effect bagi sektor lain. Konsumsi semen rata-rata per kapita di Indonesia tahun 2013 masih di kisaran 229 kg per tahun, jauh di bawah konsumsi semen per kapita di Vietnam yang sudah di atas 400 kg per tahun ataupun Malaysia yang di atas 600 kg per tahun. Hal ini yang mampu mendorong tumbuhnya produsen semen baru ataupun ekspansi produsen semen eksisting karena ruang pertumbuhan industri semen di Indonesia masih terbuka lebar.

Tahun 2016 kapasitas terpasang pabrik semen di Indonesia juga akan meningkat tajam yang berasal dari ekspansi produsen eksisting dan produsen baru seperti Anhui, Siam Cement, Juisin. Ini menunjukkan investasi di sektor industri semen di Indonesia menguntungkan. Bahkan PT Semen Indonesia (Persero) saat ini sedang proses membangun pabrik Indarung VI di Padang dan pabrik Rembang dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton/tahun. Kapasitas produksi semen di Indonesia tahun 2013 sebesar 68 juta ton dengan konsumsi semen 61 juta ton.

Related posts